BECIK KETITIK ALA KETARA

0

BECIK KETITIK ALA KETARA 






Dalam budaya Jawa memang dikenal banyak falsafah yang menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari. 

Makna dalam bahasa Jawa adalah tumindak becik lan tumindak ala mesthi bakal ketara tembe mburine. (Perilaku baik maupun buruk pasti akan tampak ketika sudah waktunya). 

Falsafah Jawa Becik Ketitik Ala Ketara.

Arti becik ketitik ala Ketara atau sering juga keliru dituliskan becik keititik olo ketoro. Memiliki makna yang baik akan terbukti, yang buruk akan terbuka pada waktunya meskipun ditutupi serapat apapun.

Becik ketitik ala ketara memiliki makna mendalam bahwa siapapun harus berhati-hati dalam berucap, bertindak atau berperilaku karena semua akan terlihat pada waktunya. Ini sekaligus peringatan kepada setiap pribadi agar selalu ingat bahwa Gusti Allah mengawasi setiap perbuatan manusia.

Dalam ajaran Islam dikenal dua malaikat yang selalu mencatat perbuatan manusia. Malaikat Raqib bertugas mencatat kebaikan yang dilakukan dan Malaikat Atid mencatat keburukan yang diperbuat manusia.

Pengawasan yang dilakukan oleh Gusti Allah sangat dekat bahkan apa yang ada dalam bisikan hati manusia pun sudah diketahui. 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Surat Qâf ayat 16-18]

Falsafah becik ketitik ala ketara sekaligus menjadikan kendali moral agar manusia tidak gegabah. Karena kebaikan dan keburukan akan mendapatkan balasan. Kebaikan dan keburukan berpulang kepada pelakunya. Perbuatan baik mendapatkan kebaikan dan perbuatan buruk mendapat keburukan, meskipun terkadang butuh waktu untuk membuktikannya.

Sebagian yang lain menambahkan secara lengkap menjadi Bener Ketenger, Becicik Ketitik, Ala Ketara


PURWAKANTHI JAWA 

Becik ketitik ala ketara termasuk satu di antara Purwakanthi atau rima dalam budaya Jawa. Purwakanthi juga dikenal dalam budaya Sunda. Purwa berarti awalan dan kanthi bermakna mengulang. 

Secara makna, purwakanthi berarti mengulang apa yang telah disebut di awal.

Purwakanthi biasanya berisi nasihat yang mengadopsi gaya pantun atau peribahasan. Sehingga selain indah didengar juga memiliki makna sebagai ajaran dalam kehidupan manusia.

Dalam budaya Jawa dikenal tiga macam purwakanthi yakni :

1. Guru swara.

2. Guru sastra dan.

3. Guru basa.

Contoh Purwakanthi guru swara :

Becik ketitik, ala ketara

Adigang, adigung, adiguna

Sing salah kudu seleh

Contoh Purwakanthi guru sastra :

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani

Ruruh, rereh, ririh ing wewarihipun, wrih reseping para wiyarsi

Wong jejodhohan kudu ngelingi babat, bibit, bobot, bebet.

Contoh Purwakanthi guru basa/lumaksita :

Asung bekti, bektine kawula marang Gusti.

Bayem arda, ardane ngrasuk busana

Lungguh dhingklik, dhingklike wong cilik-cilik


Intinepun :

Sedoyo perbuatan akal bulus, modus dengan kerudung nopomawon bakal Ciloko. Keranten wonten tiang ingkang teraniaya bahasa kerenipun diskriminasi.

Perbuatan apapun bade nebus sedoyo sae menopo mboten tergantung tiang meniko nandur kabecikan menopo saru. 

Menopo malih zaman sak meniko namung alasan ekonomi sampun wantun tumindak modus akal bulus. 

Contonipun : 

1. Urip dodolan dilingkungan wonten manggen kaki lima wonten duit keamanan    

2. Parkir ngih wonten uang parkir mboten resmi alias duit keamanan 

3. Manggen wonten perumahan nggih wonten duit keamanan ingkang mboten jelas laporan duit per pertanggungjawaban. Menopo malih tiang enggal menopo kontrak dipun kentuni rekening mawa dalih rekening tiang koordinator lingkungan perumahan. Meniko sampun owah-owahi adat gotong royong amargi sampun pados keuntungan  pribadi maupun keuntungan orang lain hingga kelompok wau.  Umpami bahasa hukumipun memperkaya diri sendiri dan pemperkaya orang lain. Menopo malih engkang ngelola sanes tiyang perumahan  (tiyang lintu mboten domisili wonten perumahan wau. Dados wonten sekelompok tiang di lingkungan perumahan ingkang purun diplokotho kalian preman.  

4. Tasih wonten malih kejadian perkara-perkara ingkang mboten sae lintunipun namung babakan duit ujung-ujungipun duit keamanan engkang mboten saget dipertanggungjawabkan alias ilegal nopomalih disertai ancaman ugi diskriminasi paling cilik di mbuly wonten group whattAps warga ngriku. 

Mudah-mudahan meniko saget damel referensi awal. Tulis tanggal kejadian dan wektunipun kagem mbenjang umpami wonten prahara menegakkan kebenaran.


Imajiner Nuswantoro 


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)