SURAT TUGAS DARI SWARGI PB (PAKUBUWONO) - XIII
KEPADA KPH Dr. (HC) WIDODO NOTOHADININGRAT
![]() |
Dr. (HC) WIDODO NOTOHADININGRAT |
SURAT PERINTAH DARI MENKOPOLHUKAM PADA KPH Dr. (HC) WIDODO NOTOHADININGRAT
.
Channel YouTube :
AMANAH RENOVASI, REVITALISASI,PEMBANGUNAN KARATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT. PRA DESIGN 2021.
https://youtu.be/oCZb0Gxqom8?si=u1Dc-vepDYgBK8H7
.
Nawala Dalem
Nawala Dalem secara harfiah berasal dari bahasa Jawa, di mana "Nawala" berarti surat, buletin, atau kabar, dan "Dalem" merujuk pada Sultan atau keraton.
Secara ringkas, Nawala Dalem adalah surat atau buletin resmi yang diterbitkan oleh Keraton Yogyakarta dan atau Keraton Surakarta Hadiningrat untuk menyampaikan informasi, kebijakan, berita, atau titah Sultan kepada para Abdi Dalem maupun masyarakat luas.
Nawala Dalem dalam konteks Puro Mangkunegaran merujuk pada surat, perintah, atau dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pihak istana (Mangkunegara) atau abdi dalem.
Istilah ini sering muncul dalam literatur sejarah terkait sistem administrasi, hukum, dan tata pemerintahan di Kadipaten Mangkunegaran.
Berikut adalah poin penting terkait Nawala Dalem :
- Fungsi Administrasi dan Peradilan: Nawala dalem digunakan sebagai instrumen surat-menyurat resmi, termasuk dalam konteks peradilan, seperti Nawala Pradata (dokumen terkait pengadilan/hukum).
- Sejarah: Penggunaan nawala sudah ada dalam sejarah pemerintahan Mangkunegaran sejak masa awal, termasuk catatan-catatan terkait reorganisasi bidang hukum dan kepegawaian (rijksblad Mangkunegaran).
- Konteks Modern: Dalam masa modern, pesan dari pemimpin Mangkunegaran sering disampaikan melalui Sabda Dalem (wejangan pemimpin) yang disampaikan saat acara-acara adat, seperti Tingalan Jumenengan (peringatan kenaikan takhta).
Secara ringkas, Nawala Dalem adalah wujud korespondensi resmi kedaton untuk mengatur tata kehidupan, hukum, dan kebijakan di lingkungan Pura Mangkunegaran.
BACA JUGA :
.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait Nawala Dalem :
1. Fungsi : Sebagai sarana komunikasi resmi kerajaan, mirip dengan buletin atau newsletter modern, yang menyebarkan informasi tentang kegiatan, upacara, produk, atau kebijakan internal keraton.
2. Isi : Biasanya memuat informasi mengenai hajad dalem (acara/selamatan Sultan), agenda kebudayaan, informasi mengenai Sentana Dalem (kerabat Sultan), atau berita kegiatan di lingkungan Keraton Yogyakarta.
3. Media Komunikasi : Di era modern, konsep nawala ini sering diadaptasi menjadi media komunikasi digital untuk menjaga hubungan antara keraton dan masyarakat, serta menyebarkan nilai-nilai budaya.
Nawala
Surat; Abdi dalem kumitir duwé jejibahan ngirim nawala saka kraton. Abdi dalem kumitir punya kewajiban mengirim surat dari keraton.
Nawala
Abdi dalem kumitir duwé jejibahan ngirim nawala saka kraton. Abdi dalem kumitir punya kewajiban mengirim surat dari keraton.
Nawala
Nawala atau buletin (bahasa Inggris: newsletter) merupakan alat komunikasi yang digunakan seorang/sekelompok humas dalam memberikan informasi mengenai perusahaan, baik menyangkut produk yang dihasilkan, orang yang terlibat, serta informasi lain yang dapat membantu publiknya dalam berhubungan dengan urusan bisnisnya. Pengiriman nawala dilakukan secara teratur memungkinkan pihak yang terkait untuk mengetahui perkembangan informasi dan keadaan dalam perusahaan.
Fungsi
Nawala merupakan sebuah media perusahaan karena memiliki berbagai kegunaan, diantaranya adalah :
- Untuk menyebarkan informasi dan menarik perhatian publik internal dan eksternal terkait keberlangsungan organisasi.
- Upaya perusahaan untuk membangun dan menjaga hubungan baik dengan khalayaknya.
- Membuat publik familier dengan perusahaan tersebut dan selanjutnya selalu ingin untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan.
- Untuk menunjukkan niat baik dari pihak manajemen organisasi.
Pedoman Penulisan
Untuk menyusun sebuah nawala yang baik, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Menentukan tema nawala. Yaitu, menentukan kerangka utama apa yang ingin dibahas dalam nawala tersebut.
2. Menentukan format dari nawala tersebut. Nawala saat ini tersedia dalam berbagai bentuk, cetak dan elektronik. Namun, secara garis besar, format penulisan nawala mengikuti format penulisan berita dan feature. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah berapa jumlah halaman, apakah akan menggunakan logo, apakah akan dicetak hitam putih atau berwarna perlu dipertimbangkan sehubungan dengan anggaran yang dimiliki perusahaan.
3. Menentukan publik sasaran dan tujuan diterbitkannya nawala. Yaitu, mencari apa yang relevan dan sedang dibutuhkan oleh khalayak.
4. Menjaga periodisasi penerbitan. Apakah nawala tersebut akan diterbitkan setiap minggunya atau setiap bulannya dan berapa kali frekuensinya harus jelas dinyatakan.
5. Mengembangkan tulisan dengan data dan informasi mengenai perusahaan. Memulai tulisan dengan latar belakang yang baik. Latar belakang yang baik memberikan rasionalisasi atas pemilihan tema dan biasanya akan lebih baik jika disertai dengan data empiris.
6. Mengutamakan isi terlebih dahulu, baru penampilan. Dalam sebuah pemberitaan, isi tetap menjadi konten utama. Barulah, penampilan yang disajikan dengan desain yang menarik akan menambah daya tarik khalayak untuk membaca nawala tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan headline di setiap artikel dan menggunakan caption untuk setiap gambar.
7. Membuat paragraf pembuka (lead) yang menarik perhatian khalayak. Lead yang kuat akan menimbulkan daya tarik yang kuat bagi pembaca untuk membaca keseluruhan isi nawala. Lead yang baik akan mengandung unsur 5W+1H.
5W+1H adalah metode dasar untuk mengumpulkan informasi secara lengkap dan terstruktur dalam jurnalistik, pemecahan masalah, atau perencanaan, yang mencakup: What (Apa), Who (Siapa), Where (Dimana), When (Kapan), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana). Konsep ini memastikan seluruh aspek peristiwa atau masalah terjawab, sering disebut ADiKSiMBa.
- What (Apa): Peristiwa atau kejadian apa yang terjadi?
- Who (Siapa): Siapa yang terlibat atau menjadi pelaku/korban?
- Where (Di mana): Lokasi spesifik kejadian tersebut.
- When (Kapan): Waktu kejadian (hari, tanggal, jam).
- Why (Mengapa): Alasan, penyebab, atau latar belakang peristiwa.
- How (Bagaimana): Proses, kronologi, atau cara kejadian tersebut berlangsung.
Metode ini, yang juga dikenal sebagai Metode Kipling atau Rumus 5W+1H, digunakan untuk memastikan laporan jurnalistik komprehensif atau membantu analisis masalah.
8. Membedakan informasi dengan cerita.
9. Menggunakan sumber tepercaya.
19. Mempertimbangkan respons atau tanggapan pembaca. Analisis bagaimana tanggapan khalayak terhadap nawala yang dibuat dan digunakan untuk perbaikan pada masa yang akan datang.
Kelebihan dan kelemahan
- Kelebihan nawala adalah praktis digunakan untuk memperkenalkan produk dan jasa kepada perusahaan. Terlepas dari kelebihannya, nawala memiliki sejumlah kelemahan yaitu nawala sangat jarang dikirimkan kepada pihak media massa karena dinilai tidak cocok untuk dijadikan materi oleh pihak media massa.
DANA HIBAH MASUK KE REKENING PB XIII TOTAL 1,9 M, BPD JATENG SOLO. DITARIK TUNAI SEMUA DISERAHKAN DIHADAPAN PB XIII KARENA KONDISI PB XIII SAKIT. DIFOTO SAYA YANG MINTA UNTUK PERTANGGUNG JAWABAN PROTAB TUGAS. UANG TUNAI SELANJUTNYA KEMANA ??? ADALAH RANAH YANG BERWAJIB !!!
FOTO INI HANYA UNTUK KLARIFIKASI PERTANYAAN PUBLIK...SELANJUTNYA SILAHKAN CEK RECHEK KE BPD JATENG SOLO..AGAR LEBIH JELAS...
BUKTI PRADESIGN KARATON KKSH DIKIRIM KE ISTANA PRESIDEN BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO.
SURAT RENOVASI DAN REVITALISASI DARI KARATON KKSH DAN BPCB.(CAGAR BUDAYA)
LOGO DARI SAYA (KPH Dr. Widodo Notohadinagoro) DAN TEAM PRADISIGN KARATON KKSH
Imajiner Nuswantoro















