Ukuran Nabi Adam AS Sama Dengan 15 Orang Saat Ini
Benarkah ukuran manusia pertama di bumi, Nabi Adam AS itu ukurannya 30 meter atau menyusut 15 kali dengan ukuran manusia modern saat ini ?
Rupanya dari waktu ke waktu, menurut peneliti, sejatinya ukuran manusia mengalami evolusi penyusutan.
Beberapa riwayat merujuk bahwa ukuran manusia pertama di bumi, Nabi Adam AS sekitar 30 meter.
Hal ini dibuktikan dengan adanya jejak kaki Nabi Adam di Sri Lanka dan hadist Nabi Muhammad SAW.
Hadist yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dikatakan bahwa Nabi Adam AS memiliki postur tinggi badan 60 hasta.
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Ma'mar dari Hammam dari [Abu Hurairah] dari Nabi SAW beliau bersabda, "Telah Allah cipta Adam dengan semua ciri fisiknya, tingginya 60 hasta.
Kemudian (Allah) berfirman : Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada engkau. Itulah kehormatan engkau dan keturunan engkau, lalu (Adam) mengucapkan ‘Assalamu ‘alaikum’, maka (para malaikat) mengucapkan ‘Assalamu alaika wa rahmatullah’, (para malaikat) menambahkan: ‘warahmatullah’, maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang”.
Hadits shahih (Muttafaqun Alayhi) dari Nabi Muhammad SAW yang menceritakan Nabi Adam AS diciptakan dengan tinggi 60 hasta dan diperintahkan Allah mengucapkan salam kepada malaikat. Salam tersebut, Assalamu 'alaikum, menjadi salam penghormatan umat manusia, yang dijawab malaikat dengan tambahan warahmatullah.
Berikut keterangan dari hadits tersebut :
- Penciptaan Nabi Adam: Allah menciptakan Nabi Adam AS langsung dalam bentuk sempurna dengan tinggi 60 hasta.
- Asal-usul Salam: Allah mengajarkan Adam untuk memberi salam kepada para malaikat, dan itulah salam penghormatan bagi Adam dan keturunannya.
- Dialog Salam: Adam mengucapkan "Assalamu ‘alaikum," lalu malaikat menjawab, "Assalamu alaika wa rahmatullah," dengan menambahkan "warahmatullah".
- Penyusutan Fisik Manusia: Hadits ini menjelaskan bahwa penciptaan manusia senantiasa bertambah kecil (berkurang tingginya) sejak Nabi Adam sampai sekarang.
- Penghuni Surga: Orang yang masuk surga akan menyerupai bentuk Nabi Adam (tinggi 60 hasta).
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, menunjukkan keabsahannya.
Hadist tersebut membuktikan bahwa tinggi Nabi Adam adalah 60 hasta atau sama dengan 60 kaki. Jika merujuk pada padanan ukuran, maka 60 kaki atau 30 meter adalah ukuran tinggi Nabi Adam AS.
Postur tubuh manusia pertama Nabi Adam AS yang berukuran raksasa ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah tapak kaki di Sabaragamuwa, Sri Lanka.
Agama samawi percaya bahwa itu adalah telapak kaki Nabi Adam AS waktu pertama kali turun ke bumi dari surga.
Manusia bukan merupakan hasil evolusi dari hewan. Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissalam sejak awal sudah dalam keadaan lengkap dan sempurna. Dia menciptakannya berikut akal dan kemampuan bicaranya. Sehingga manusia pertama ini memahami apa yang dikatakan kepadanya dan memberikan jawaban yang sesuai dengannya. Hal itu sebagaimana yang diungkap dalam salah satu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diterima Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berikut ini.
لَمَّا خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَنَفَخَ فِيهِ الرُّوحَ عَطَسَ فَقَالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ، فَحَمِدَ اللَّهَ بِإِذْنِهِ، فَقَالَ لَهُ رَبُّهُ: رَحِمَكَ اللَّهُ يَا آدَمُ، اذْهَبْ إِلَى أُولَئِكَ المَلَائِكَةِ، إِلَى مَلَإٍ مِنْهُمْ جُلُوسٍ، فَقُلْ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، قَالُوا: وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، ثُمَّ رَجَعَ إِلَى رَبِّهِ، فَقَالَ: إِنَّ هَذِهِ تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ بَنِيكَ، بَيْنَهُمْ
Artinya, “Tatkala Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh kepadanya, Adam kemudian bersin, lalu mengucap, ‘Alhamdulillah.’ Ia memuji Allah berkat perkenan-Nya. Dijawab oleh Allah, ‘Rahimakallâh yâ Adam,’ (Allah merahmatimu, Adam). Pergilah engkau kepada para malaikat, yang di antara mereka ada yang sedang duduk. Lalu ucapkanlah, ‘Assalâmu‘alaikum.’ Para malaikat pun menjawab, ‘Wa‘alaikassalâm warahmatullâh’ Setelah mengucap salam, Adam kembali kepada Tuhannya. Dan Tuhan menyampaikan, ‘Itulah salam penghormatanmu dan salam penghormatan keturunanmu di tengah mereka’” (HR al-Tirmidzi).
Dalam hadits ini dinyatakan, setelah Allah meniupkan ruh kepada Adam ‘alaihissalam, Adam ‘alaihissalam bersin dan memuji Allah. Dan Allah pun menimpali, “Rahimakallâhu yâ Adam (Allah merahmatimmu, Adam).” Setelah itu, Allah memintanya menemui para malaikat yang sedang duduk lalu mengucap salam kepada mereka. Salam Adam ‘alaihissalam pun dibalas mereka dengan balasan yang lebih baik. Kemudian, Allah mengabarkan kepadanya jika salam tersebut ialah salam penghormatannya dan juga keturunannya di tengah mereka.
Walhasil, Nabi Adam ‘alaihissalam sejak awal mula diciptakan, sudah mampu berjalan, mampu mendengar, berbicara, bersin, berpikir, dan mampu memahami pembicaraan.
Betapa besarnya perhatian dan perlindungan Allah terhadap hamba-Nya, termasuk Adam ‘alaihissalam. Salah satu buktinya, begitu Adam bersin dan mengucap hamdalah, Allah menjawab, “Allah merahmatimu, Adam.” Sedangkan, siapa saja yang dirahmati Allah, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, dan kemuliaan-Nya. Tak heran, sewaktu Adam ‘alaihissalam menyimpang dari perintah Allah, taubat Adam langsung diterima-Nya. Sehingga Adam ‘alaihissalam lekas kembali ke jalan-Nya. Berkat itu pula, Allah memberikan keyakinan dan keimanan kepada kita, mengampuni kelalaian kita, memberikan perlindungan kepada kita, dan sebagainya.
Hal terpenting yang kita ketahui dari hadits di atas adalah bagaimana Allah mengajari Adam ‘alaihissalam saat bersin dan bagaimana menjawabnya. Setelah meniupkan ruh kepada Adam ‘alaihissalam, Allah membuatnya bersin dan memberi ilham untuk mengucap Alhamdulillah. Kemudian, Dia menjawabnya, Rahimakallah, ya Adam. Ajaran ini pula yang diteruskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita umatnya. Saat bersin, kita disunahkan mengucap, Alhamdulillah lillahi rabbil ‘alamin atau Alhamdulillah ‘ala kulli halin. Kemudian, saat mendengar orang bersin mengucap hamdalah, kita disunahkan menjawab, Yarhamukallah. Saat mendengar jawaban itu, orang bersin disunahkan kembali menjawab, Yahdikallah. (HR Ibnu al-Ja‘d).
Hal terpenting lainnya adalah bagaimana ungkapan salam yang diajarkan Allah kepada Adam ‘alaihissalam dan keturunannya. Dia memerintah Adam ‘alaihissalam menemui para malaikat dan mengucap salam kepada mereka, Assalamu ‘alaikum. Dijawab oleh para malaikat dengan jawaban yang lebih baik, Wa‘alaikassalam Warhmatullah. Begitu salamnya dijawab para malaikat, Adam ‘alaihissalam kembali kepada Allah. Allah pun menyampaikan, “Itulah salam penghormatanmu dan salam penghormatan keturunanmu di tengah mereka.”
Dari hadits di atas dapat dipetik beberapa pelajaran :
- Sejak awal Allah telah menciptakan Adam dalam keadaan lengkap dan sempurna.
- Allah mengajari Adam ‘alaihissalam dan keturunannya apa yang harus diucapkan saat bersin. Pelajaran ini pula yang diteruskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita selaku umatnya, sekaligus keturunan Adam.
Salam penghormatan yang diajarkan Allah kepada Adam ‘alaihissalam dan keturunannya adalah Assalamu ‘alaikum. Dijawab dengan Wa‘alaikumussalam warhamtullah, sebagaimana yang dicontohkan para malaikat.
BACA JUGA :
Cucu Nabi Adam AS & Anak Nabi Syits AS (Sayid Anwar & Sayid Anwas)
ANWAR PUTRA NABI SYITS (Sanghyang Nurcahyaning Nirwana, Trah Sang Hyang / Kebhataraan)
KISAH ANWAS DAN ANWAR
SERAT PARAMAYOGA DAN SERAT PUSTAKA RAJA PURWA (Kitab ini berisi dongeng tentang asal usul manusia Jawa, menghubungkan silsilah dari Nabi Adam, dewa-dewa Hindu, hingga tokoh-tokoh Nusantara)
Bani Tamim (Bani Jawi) Nusantara Keturunan Anwar
Allah mengajarkan saat diberi kebaikan, kita membalasnya dengan balasan yang lebih baik, sebagaimana yang tercermin dalam jawaban para malaikat, Wa‘alaikassalam Warahmatullah. Padahal, Adam ‘alaihissalam hanya mengucap, Assalamu ‘alaikum. Ajaran mulia ini kemudian diabadikan dalam Al-Quran, Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, setidaknya balaslah penghormatan itu (dengan balasan serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu, (QS al-Nisa’ [4]: 86).
An-Nisa' · Ayat 86
وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَآ اَوْ رُدُّوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا ٨٦
wa idzâ ḫuyyîtum bitaḫiyyatin fa ḫayyû bi'aḫsana min-hâ au ruddûhâ, innallâha kâna ‘alâ kulli syai'in ḫasîbâ
Artinya : Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu.
Tafsir Wajiz / Tafsir Tahlili :
Dan apabila kamu dihormati oleh siapa saja dengan suatu salam penghormatan, baik dalam bentuk perbuatan atau perlakuan, maka balaslah dengan segera penghormatan itu dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu yang sepadan dengan penghormatan yang diberikan-nya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu menyangkut cara dan kualitas penghormatan balasan yang telah diberikan. Jika kita perhatikan, ayat “salam” penghormatan ini terletak di tengahtengah ayat perang. Ini bisa bermaksud menunjukkan prinsip Islam yang asasi yaitu “salam” yang bermakna keselamatan dan kedamaian. Ia melaksanakan perang hanya untuk menetapkan kedamaian dan keselamatan di muka bumi dengan makna yang luas dan menyeluruh.
“ASSALAMU’ALAIKUM” itu adalah dari Abuna Adam Alaishissalam, atas perintah Allah, kepada Malaikat.
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (خلق الله آدم على صورته طوله ستون ذراعا فلما خلقه قال اذهب فسلم على أولئك نفر من الملائكة جلوس فاستمع ما يحيونك فإنها تحيتك وتحية ذريتك فقال السلام عليكم فقالوا السلام عليك ورحمة الله فزادوه ورحمة الله فكل من يدخل الجنة على صورة آدم فلم يزل الخلق ينقص بعد حتى الآن). رواه البخاري, ومسلم
Dari Nabi Muhammad SAW bersabda: Allah menciptakan Adam tingginya 60 hasta, kemudian Allah berfirman: Pergilah dan beri salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada engkau. Itulah kehormatan engkau dan keturunan engkau, lalu (Adam) mengucapkan: ASSALAMU’ALAIKUM, maka (para malaikat) menjawab ASSALAMU ALAIKA WA RAHMATULLAH, (para malaikat) menambahkan: WARAHMATULLAH, maka setiap orang yang masuk surga serupa dgn Adam, dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang. ( H.R. Asy-Syaikhoni).
Salam dan Fadhilahnya.
وعن عائشة رضي الله عنها ، قالت : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : (هَذَا جِبْريلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمُ) قالت : قلت : وعليه السلام ورحمة الله وبركاته . رواه البخاري (3045) ومسلم ( 2447 ).
Dari ‘aisyah radiyallahu anha, berkata: Rasulallah bersabda padaku “Jibril mengucapkan salam kepadamu” aisyah menjawab: “saya menjwab, “walaihisslam warahmtullahi wabarakatuhu” (HR. Syaikhani)
وعن عمران بن الحصين رضي الله عنهما ، أنه قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم ، فقال : السلام عليكم ، فردَّ عليه ، ثم جلس ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : (عَشْرٌ) [يعني عشر حسنات] ثم جاء آخر ، فقال : السلام عليكم ورحمة الله ، فردَّ عليه فجلس ، فقال : (عِشْرُونَ) ثم جاء آخر ، فقال : السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ، فرد عليه فجلس ، فقال : (ثَلاَثُونَ) . رواه أبو داود (5195) والترمذي (2689) ، وقال : حديث حسن
Dari Imran bin al Hashim Radyallahu anhuma, Ia berkata: Datang seorang laki2 kpda Nab Ada seseorang datang kepada Nabi Muhammad SAW, Orang itu mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”, Beliau pun bersabda, “Dia mendapat 10 (kebaikan). kemudian datang lagi seorang yang lain, lalu berucap, “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi.” Beliau menjawabnya dan orang itu duduk, Rasulallah bersabda, “Dia mendapat 20. Ada seorang lagi yang datang, lalu mengatakan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.” Beliau menjawabnya dan orang itu duduk, Rasul pun bersabda, “Dia mendapat 30 (kebikan ). (HR Abu Daud, At-Tirmidzi. Ia berkata hadits hasan shohi)
Dalam Hadits yand diriwayatkan Abu daud, ditambah dengan “…WA MAGHFIROTUHU”
…………… أن رجلاً رابعاً دخل فقال : (السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ومغفرته ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : أَرْبَعُون. ثم قال : هكذا تكون الفضائل) رواه أبو داود (5196)
Sunggu orang ke-empat masuk dan berucap “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu wa maghfirotuhu, kemudian Nabi bersabda dia mendapatkan 40 (kebaikan), kemudian beliau bersabda lg “dan demikian keutamaan2nya”. (HR Abu Daud).
وعن زيد بن أرقم رضي الله عنه قال : (كنَّا إذا سلّم النبي صلى الله عليه وسلم علينا قُلنا : (وعليك السلام ورحمة الله وبركاته ومغفرته) رواه البيهقي في ” شُعَب الإيمان ” ( 6 / 456 )
dan dari Yazid bi Arqom RA berkata: Nabi Muhammad apabila mengucapkan salam kepada kita dengan ucapan “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu wa maghfirotuhu” (HR. Baihaqi dlm kitab Syu’ab Al Iman)
Dalam sebuah riwayat lain juga disebutkan Nabi menambah “WA RIDWANUHU” dlm menjawab salam.
وعن أنس رضي الله عنه قال : كان رجل يمُر بالنبيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقول : السَّلامُ عَلَيْكَ يا رسول الله ، فيقولُ له النبيُّ صَلى الله عَليه وسلم : (وَعَلَيْكَ السَّلامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه وَمَغْفِرَتُه وَرضْوَانُه) فقيل له : يا رسول الله ، تُسَلِّم على هذا سلاماً ما تُسلِّمه على أحدٍ من أصحابك؟ فقال : (ومَا يَمْنَعُني مِنْ ذلِكَ وَهُوَ يَنْصَرِفُ بِأَجْرِ بِضْعَةَ عَشَرَ رَجُلاً) رواه ابن السنِّي في “عمل اليوم والليلة” (235) .
Dari Anas RA berkata : ada seorang yang melewati rasulallah dan berkata “Assalamu’alaika ya rasulallah”, maka rasulallah menjawab “Wa’alaikassalam warahmatullahi wa barakatuhu wabarakutuhu wamaghfiratuhu waridwanuhu”, maka ditanyakan kepada rasulallah: “ya rasulallah, engkau mengucapakan salam ini
kepada orang ini dengan salam yang belum pernah engkau ucapkan kepada seorang pun dari para sahabatmu?’ Beliau menjawab, ‘Apakah yang menghalangiku dari hal itu, sementara dia pergi dengan membawa pahala belasan orang?’ (HR. Ibn as-Sunny di dalam ‘Amal al-Yawm Wa al-Lailah)
Akan tetapi hadits dengan tambahan “wa maghfirotuhu waridwanuhu” ini dianggap dhoif oleh beberapa ulama’.
Tatacara mengucapkan salam :
قال النووي – في باب كيفية السلام – :
يستحب أن يقول المبتدئ بالسلام : “السلام عليكم ورحمة الله وبركاته” ، فيأتي بضمير الجمع ، وإن كان المسلَّم عليه واحداً . ويقول المجيب : “وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته” ، فيأتي بواو العطف في قوله : “وعليكم”. “رياض الصالحين” (ص 446) .
Imam Nawawi berkata dalam Bab Tatacara mengucapakan salam:
Disukai kpada orang yang pertama mengucapkan salam “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu”, ucapkan dengan dhomir jama’ (kum), jika orang yang disalami itu sendirian. dan orang yang menjawab dgn jwaban : “wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu” gunakan wawu ‘athaf dalam kalimat “wa’alaikum” (kitab Riyadush sholihin).
Misteri Telapak Kaki Raksasa di Adam’s Peak Sri Lanka
Tempat itu kini dinamakan “Adam’s Peak” atau Puncak Adam. Puncak ini berada di pegunungan dengan ketinggian 2.243 meter di atas permukaan laut dan terdapat situs telapak kaki raksasa sebesar 5 kaki 11 inci atau sekitar 180 cm.
Di Adam's Peak kini menjadi situs yang disucikan masyarakat setempat. Tak jarang jarang jadi tujuan para turis atau peziarah dari berbagai agama selama lebih dari 100 abad.
Selain di Sri Lanka, jejak telapak kaki raksasa juga ditemukan di Mpaluzi, Afrika Selatan. Di sana diyakini menjadi jejak kaki Nabi Adam AS. Namun, jejak kaki yang ditemukan sejak 1912 oleh seorang pemburu, Stoffel Coetzee itu berbentuk vertikal.
Jejak kaki raksasa di Sri Lanka, yang dikenal sebagai Sri Pada atau Puncak Adam (Adam's Peak), adalah cekungan berbentuk tapak kaki sepanjang
1,5–1,7 meter di puncak gunung setinggi 2.243 meter. Situs suci ini dihormati oleh berbagai agama: umat Buddha (jejak Buddha), Muslim/Kristen (Nabi Adam), dan Hindu (Dewa Siwa).
Jejak kaki tersebut berukuran panjang sekira empat kaki atau 121,92 cm.
Jejak Kaki Goliath, Jejak kaki raksasa di Afrika Selatan
Jejak kaki raksasa di Afrika Selatan, sering disebut "Jejak Kaki Goliath" atau "Jejak Kaki Tuhan", adalah formasi misterius berukuran panjang lebih dari 1 meter yang ditemukan di granit Mpumalanga. Meskipun beberapa teori konspirasi mengaitkannya dengan raksasa purba, jejak tersebut umumnya diyakini sebagai fenomena erosi batuan alami.
Jejak kaki raksasa misterius sepanjang kurang lebih 1 meter ditemukan di situs arkeologi Kuil Ain Dara, Suriah utara, berasal dari zaman besi (sekitar 1300 SM - 740 SM). Jejak yang diukir pada blok batu kapur ini terletak di pintu masuk kuil, sering dikaitkan dengan kehadiran dewa-dewi dalam mitologi kuno.
Misteri Telapak Kaki Raksasa di Tapaktuan, Aceh Selatan.
Selain di dua negara tersebut, ternyata di Indonesia juga ditemukan jejak kaki raksasa. Lokasinya berada di Tapaktuan, Aceh Selatan.
Tapak Tuan Tapa di Aceh Selatan adalah jejak kaki raksasa berukuran sekitar 6 X 2,5 meter yang terletak di pinggir pantai kawasan Gunung Lampu, Tapaktuan. Legenda masyarakat setempat meyakini jejak tersebut milik Syekh Tuan Tapa, seorang pertapa sakti yang bertarung melawan naga.
Meski diduga bukan merupakan jejak telapak kaki Nabi Adam AS, tapi situs di Aceh ini membuktikan jika ukuran manusia pada saat itu berukuran sangat besar bahkan menyerupai raksasa.
Situs telapak kaki di Aceh itu berukuran 6x2,5 meter persegi dan jadi objek wisata dengan berbagai mitos-mitos di yang menaunginya.
Namun seiring berjalannya waktu, ukuran tubuh manusia menyusut.
Makam Nabi Ibrahim AS
Bukti lain bahwa ukuran tubuh manusia menyusut, berada di Maqom Nabi Ibrahim AS, yakni jejak kaki Nabi Ibrahim AS saat membangun Kabah di Makkah. Jejak sepasang kaki di Maqom Ibrahim itu berukuran 27x14 cm.
Itu artinya, postur tubuh Nabi Ibrahim tak terlalu berbeda jauh dengan postur manusia saat ini.
Meski usianya lebih panjang. Begitupun Nabi Muhammad SAW yang ukuran tubuhnya tak berbeda jauh dan usianya tak berbeda dengan rata-rata umur manusia sekarang.
Misteri Tempat Nabi Adam AS Turun
Berbagai versi menyebutkan di tempat mana di planet bumi ini Nabi Adam turun dari Surga. Bermacam orang dan agama banyak yang berpendapat beda. Lantas jangan dijadikan suatu permasalahan perbedaan itu.
Kita semua pun juga tak tahu sejelasnya dimana nabi Adam AS turun ?
Mengingat sumber-sumber bahkan dari Al Qur'an-pun sengaja memberikan keterangan yang sedikit. Barangkali biar manusia yang berakal bisa mencari sendiri dengan kekuatan mereka. Ada yang bilang jika Nenek moyang kita itu Diturunkan di Srilanka di bukit Syafa dan Marwa, ada juga yang percaya beliau diturunkan di Belanda Skandinavia, di India dan masih banyak pendapat berbeda lainnya. Penulis disini juga akan mengkaitkan dari apa apa yang telah kupelajari tentang keberadaan turunnya nabi Adam AS, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan buat para pembaca, dapat memaklumi bila ada hal yang kurang nyaman di hati (tiada gading yang tak retak).
Memang banyak yang meyakini bahwa Nabi Adam AS pertama kali turun di Srilanka. Apalagi disana terdapat bekas jejak tapak kaki besar yang berada di gunung Sripada. Yang dinamakan Adam Peak's yang dipercayai sebagai tapak kaki nabi Adam. The Adam Peak's ini terletak kira-kira 7359 kaki diatas permukaan laut. Bukan hanya sebagian Islam dan agama Kristen yang mempercayai.
Bahkan Budha Dan Hindu juga percaya The Adam Peak's memiliki kesan sebagai tapak kaki Buddha dan Dewa Shiva (Hindhu).
Tapi kalau penulis juga boleh berpendapat. Masih ada hal yang kurasa kurang untuk ikut juga meyakini. Memang banyak orang percaya bahwa nabi Adam AS itu adalah manusia raksasa. Bahkan suatu terjemahan hadist yang pernah kubaca pun juga berkata demikian. Tapi yang masih menimbulkan tanya buat saya itu adalah ketika aku juga membaca suatu artikel lagi bahwa nabi Adam AS Diturunkan di India. Bukannya saya menentang pendapat bila Adam Peak's di Srilanka bukanlah jejak nabi Adam AS, tapi secara kebetulan diwaktu sebelumnya penulis telah memposting artikel dari yang telah kupelajari yang berceritakan perjalanan Rama (Ramayana).
BACA JUGA :
KISAH RAHWANA (PRABU DASAMUKA)
SERAT RAMA
RAMA NITIS (RAMAYANA NITIS)
.
Lalu adakah hubungannya antara Nabi Adam ?
Adam Peak's di Srilanka bahkan Ramayana itu sendiri ? Dan dibawah ini yang saya dapatkan dari pertanyaan-pertanyaan kita selama ini.
Dalam Ramayana dikisahkan Bahwa Raja Rama bersama pasukan perang akan bertolak dari Ayodhya (India Kuno) menuju negeri alengka guna menyelamatkan Devi Sitha (Dewi Sinta) yang diculik raja Rawana.
Lalu adakah kaitan ramayana dengan Adam Peak's di Srilanka ?
Barangkali jika kamu juga pernah tau pewayangan ?
Raja Ravana atau Rahwana (Jawa) itu bertubuh raksasa yang menguasai kerajaan alengkadiraja. Dan aku sendiri mulai meyakini bahwa negeri alengka itu adalah Srilanka yang ada sekarang. Yang membuat aku yakin adalah: jika ayodhya adlah bagian di India sekarang berarti antara india dan srilanka dipisahkan lautan. jadi lewat mana dan melalui apa pasukan rama pergi menyerbu raja ravana pemimpin negeri alengka? Diceritakan juga bahwa dalam keberangkatan raja rama bertempur,sang rama memerintahkan sebagian pasukan yaitu ras manusia kera yang sudah punah sekarang,untuk membangun jembatan menyeberangi laut yang menghubungkan antara ayodhya dan alengka guna sebagai jalan pasukan rama untuk memudahkan perjalanan pasukannya menyerbu alengka. Jembatan dinamakan Situbandha. Jika benar ayodhya di india dan alengka itu srilanka. Maka hal mencengangkan akan terjadi. Ternyata jembatan itu memang ada,jembatan yang ada peneliti mengatakan bahwa garis yang menghubungkan india-srilanka itu bukanlah terjadi oleh alam tapi ada yang membuatnya.mengingat jembatan itu terdiri atas bebatuan yang ditumpuk secara tertata. Bahkan ada yang nenyatakan kalau jembatan itu berusia lebih dari sejuta tahun! Itulah yang dinamakan Rama bridge atau Adam bridge. Yang akupun juga yakin bahwa itu jembatan situbandha,dimana sekarang sudah terendam air laut pasca peninggian air laut. Tapi masih
Jelas terlihat dari permukaan.
Sekarang mari kita hubungkan antara adam peak(tapak adam) di srilanka dan kisah raja ravana si ras manusia raksasa dari lanka(alengka). Menurut saya pribadi bahwa dugaan tapak kaki Adam di Srilanka itu bukanlah tapak nabi Adam. Melainkan tapak Ras manusia Raksasa seperti raja Ravana.
Jadi dimanakah Adam diturunkan ? Saat ini saya cenderung memihak pendapat bahwa Sang Nabi diturunkan di India sedang Siti Hawa terpisah dengan nabi Adam AS dan diturunkan di JEDDAH yang membuat tertarik adalah saat aku baca mungkin bersumber dari suatu hadist. Dikatakan bahwa Turunnya Nabi Adam adalah di India,di daerah Serendib. Secara gamblang disebutkan seperti itu. Ada yang bersumber mungkin dari hadist juga mengatakan, bahwa sebelum Mereka diturunkan ke bumi. Tidak ada emas disana lalu setelah Adam dan Hawa turun. Tuhan mulai perintahkan bumi untuk memproses pembuatan emas,sebagai peralatan dan mahar pernikahan anak cucu mereka. Lalu Adam bertempat di tanah yang subur. Banyak terdapat gunung berapi dan terdiri dari dua musim,inipun juga artikel yang pernah saya baca dimana asalnya dari sumber terpercaya juga.
Beberapa keterangan diatas,sedikitnya sudah membantu dalam kita mencari. Tapi dari keterangan-keterangan itu juga timbul masalah masalah baru.
Salah satu contoh permasalahan itu adalah jika memang nabi Adam AS itu berada di India lalu wilayah manakah Serendib yang disebutkan di atas tadi. Barangkali itu adalah kota india kuno yang sekarang telah diubah namanya. Jika benar daerah Serendib oleh Tuhan disengaja sebagai kode agar manusia mau berfikir dan mencari maka rasanya Tuhan tak akan menghilangkan jejak melainkan mensamarkannya.
Diketahui di India yang sekarang tidak ada daerah yang bernama Serendib itu. Kalau begitu, mungkinkah daerah Serendib berada Di India kuno ?
Dari sini aku akan mulai mencoba mengungkap misteri ini.
Pernahkah para pembaca artikel yang Budiman dengar tentang negeri Atlantis ?
Yaitu kisah yang ditulis oleh filsuf yunani kuno plato. Mitos Atlantis ialah cerita penuh fantasi dimana manusia sudah mencapai puncak peradabannya disana sebelum banjir besar meluluh lantahkan negeri hebat itu. Mitos atlantis dari masa kuno itu secara ironis mulai dicari kebenarannya. Banyak para peneliti yakin,kalau dahulu benua atlantis memang ada. Puncak dari keyakinan orang itu adalah,saat ahli nuklir berkebangsaan Brazil Prof. Arysio Santos menyatakan sudah puluhan tahun mencari atlantis dan menemukannya sesuai dengan kriteria yang diungkap Plato mengenai Atlantis.
Bahwasanya benua Atlantis yang hilang itu bukan berada di sekitaran Eropa atau Amerika seperti kata peneliti peneliti sebelumnya. Tapi Benua Atlantis berada di Asia. Tepatnya disepanjang antara india-indonesia! Indonesi dan india diyakini dulu daratannya bersatu sebelum bencana memisahnya. Makanya Indonesia juga dikatakan sebagai india kuno bahkan sampai saat ini. Ketika masih dalam penjajahan Belanda pun, Negeri ini pernah dinamakan Hindia belanda,sebelum akhirnya berganti menjadi Indonesia sampai sekarang. Malah ada yang percaya bahwa kata Indonesia berasal dari kata INDIAN-EAST-ASIA atau bangsa India Asia Timur.
Jadi kalau wilayah Serendib tempat Nabi Adam turun tak ditemukan di India yang sekarang. Maka marilah kita cari di India Asia Timur Kuno yaitu Indonesia. Barangkali pembaca artikel inipun juga tak pernah mendengar daerah Serendib di Indonesia.
Memang tak ada lalu apa yang kita cari disini ?
Sekarang sudah tak ada ,tapi belum tentu dulu juga tak pernah ada. Sebenarnya Serendib bukan evolusi dari kata Ceylon atau Sri lanka. Tapi Serendib lebih condong ke kata Swarnadwipa yaitu pulau Sumatera zaman kuno. Evolusi kata bisa saja terjadi,karena beda suku atau ras manusia ketika bertanya, maka kadang beda pula telinga dan lidah menangkap dan menyampaikannya akan beda pula, biarpun tujuannya sama. Seperti kata ”Ereb”/matahari tenggelam lalu berubah menjadi ”Eropa”. Perhatikan antara Serendib dan Swarnadwipa, maka rasanya kita emang boleh menyamakannya.
Swarnadwipa/Sumatera/Pulau emas,barangkali oleh lidah orang arab lebih akrab dinamakan Serendib. Jadi di Sumatera kah Nenek Moyang manusia turun pertama kali ?
Swarnadwipa/Serendib itu berasal dari bahasa sanskerta: Swarnadwipa yang berarti pulau emas. Dulunya sumatra,kalimantan dan jawa adalah bersatu. Memiliki tanah subur karena gunung berapinya banyak,dan itulah yang membuat subur. Konon ada peneliti bilang,jika tanah pulau jawa dikelola sebaik mungkin,maka tanah jawa akan mampu menumbuhkan setiap jenis tumbuhan diplanet bumi ini. Indonesia terletak di garis ekuator yang membuat suhu hangat,karena matahari bersinar sepanjang tahun dan jadikan indonesia memiliki dua musim.
Barangkali disinilah jawaban misteri tempat Nabi Adam itu ?
Sebuah negeri yang Diberkahi Tuhan dengan segala kekayaannya. Jika nabi Adam turun di India kenapa mayoritas penduduknya hindu ?
Jika Nabi Adam ada di Srilanka kenapa mayoritas penduduknya Budha ?
Nabi Adam mencari Hawa lalu menemukannya di Jeddah (jiddah, yang juga mengandung arti nenek) mereka dikaruniai keturunan yang banyak dan disuatu Ketika aku percaya Nabi Adam mengajak Hawa dan anak-anaknya kembali ke tempat Nabi Adam turun pertama kali di sana anak-anak mereka diajari ilmu Tauhid yaitu mengajak manusia hanya menyembah Pada Tuhan Yang Esa, yakni Allah SWT dari sinilah Islam pun berkembang pesat dan menjadikan Indonesia bukan hanya diberkahi Allah dengan kekayaan alam yang tanpa bandingnya tapi Allah juga memberkahi Nusantara sebagai negeri dengan penduduk muslim terbanyak di semesta raya.
Dari berbagai tempat turunnya Nabi Adam AS menurut penulis artikel ini, dibenarkan karena didalam pencarian Adam dan Hawa, keduanya melakukan perjalanan ratusan tahun.
Menurut berbagai riwayat Islam, Nabi Adam dan Siti Hawa berpisah setelah diturunkan ke bumi selama ratusan tahun sebelum akhirnya bertemu kembali di Jabal Rahmah, Arafah. Perkiraan durasi perpisahan mereka bervariasi, namun umumnya disebutkan selama 200 tahun hingga 500 tahun.
Berikut riwayat mengenai pertemuan Adam dan Hawa di bumi :
- Waktu Berpisah: Riwayat menyebutkan angka 40, 200, 300, hingga 500 tahun lamanya mereka terpisah dan saling mencari.
- Tempat Pertemuan: Mereka akhirnya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah (Gunung Kasih Sayang) di kawasan Arafah, dekat Mekkah.
- Konteks Kisah: Pertemuan ini menjadi puncak kerinduan mereka setelah lama berpisah di bumi.
Perbedaan angka dalam riwayat ini umum ditemukan dalam berbagai literatur kisah para nabi (kisah qashashul anbiya).








