SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE

0

SEPI ING PAMRIH RAME ING GAWE

Artinya Tidak mengharapkan Pamrih, Giat dan sungguh dalam bekerja.

Demikian sebuah falsafah orang Jawa yang selayaknya di anut / psnutan dan di jalankan serta di pegang teguh dalam pekerjaan apapun. 

Cocok sekali sebagai gambaran teladan untuk seorang pemimpin. 

Apalagi yang akan bertarung memperebutkan kursi sebagai wakil rakyat. 

Demikian juga nanti pemimpin yang di harapkan sebagai pemegang tertinggi tampuk kekuasaan yaitu presiden .

Figur yang tepat yang di harapkan mampu membawa bangsa ini menjadi maju dan makmur bagi seluruh rakyatnya.

Seharusnya sebagai seorang yang akan menentukan banyak sekali kebijakan, kudu wajib yang utama adalah rela bekerja dengan sungguh sungguh tanpa satupun pamrih di belakang nya. 

Semua di lakukan untuk berkorban demi rakyat, bukan golongan nya atau partai nya apalagi kroni dan keluarganya. 

Tulus mengabdi demi bangsa dan negara. itu yang pertama dan terutama.

Selain daripada itu hal yang terpenting yang wajib di miliki oleh figur / sosok pemimpin yang ideal adalah semangat untuk bekerja membangun bangsa. 

Bekerja keras tanpa lelah demi terwujud nya cita-cita bangsa. 

Bukan hanya duduk manis di balik meja dan terlalu banyak bicara serta cukup menerima laporan anak buah nya. 

Bersedia turun langsung dan memahami setiap persoalan, lalu mengupayakan jalan bagi masalah tersebut.

Rencana atau dalam istilah nya Master Plan / konsep membangun bangsa bukan sekedar wacana dan retorika di mulut saja. 

Semua orang juga punya rencana, namun beda nya pemimpin yang sejati adalah sungguh sungguh mewujudkan nya.

Begitu pun dengan semangat kerja. 

Jika mempunyai prinsip pada dasarnya sudah bekerja dan berusaha melaksanakan tugas serta kewajiban.

Lalu apa bedanya dengan monyet ? 

Monyet juga bekerja mencari makanan.

Maka bekal untuk menjadi pemimpin yang berhasil dan di sukai oleh rakyat adalah semua hal yang sudah di jelaskan di atas. bahwa banyaklah bekerja dengan sungguh dan tulus, mengabdi demi rakyat bangsa dan negara , jauhkan dari kepentingan pribadi dan golongan, sedikit bicara banyak bekerja . 

Dengan demikian anda semua pasti dicintai oleh rakyat. 

Sebab yang di lihat adalah bukti bukan janji dan rakyat pun sudah pandai melihat serta bisa merasakan siapa sosok pemimpin tersebut.

Makna ungkapan Pepatah Jawa Rame Ing Gawe, Sepi Ing Pamrih kurang lebihnya adalah sebagai berikut :


Rame Ing Gawe : Banyak melakukan pekerjaan (suka bekerja). 

Sepi Ing Pamrih : Tidak mengharap suatu imbalan apapun (suka rela).          

Kalimat Rame Ing Gawe, Sepi Ing Pamrih adalah terdiri dari dua kalimat, yakni : "Rame Ing Gawe dan Sepi Ing Pamrih. 

Merupakan suatu satu kesatuan rangkaian kalimat yang tidak dipisah pisahkan, agar terbentuk suatu makna yang setidaknya dengan mudah untuk dipahami dan dimengerti, sehingga dari dua susunan kalimat tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk gerak lahir dan batin untuk menjadi berjiwa sosial bagi seseorang yang melakukannya.

Untuk mengetahui lebih jauh makna rangkaian dari dua kalimat tersebut, sebaiknya kita bedah satu persatu :


RAME ING GAWE

Adalah sifat seseorang yang suka bekerja keras atau tidak suka menganggur, akan tetapi seseorang yang suka peras keringat banting tulang dan suka membantu orang lain yang membutuhkan bantuan dengan senang hati.


SEPI ING PAMRIH

Adalah sifat seseorang yang ikhlas melakukan suatu pekerjaan tanpa mengharap sesuatu imbalan apapun, tidak ada niat apapun dalam diri pribadinya kecuali hanyalah untuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat sesama.

Sehingga, jika disimpulkan dari masing-masing kalimat tersebut lalu dirangkaikan, pengertianya adalah : Seseorang yang suka menolong orang lain dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan balasbudi apapun. Itulah makna dari kalimat Pepatah Jawa Rame Ing Gawe,Sepi Ing Pamrih.


PURNAMA SIDI

Ing ratri

Dalu kang adi

Dalu kang suci

Mangesti mring Hyang Widi


Sumungkem mring Ngarsanta

Kanthi tekad kang rinasa

Awrat datan kaindra

Kudu ditampa adiling Kang Maha Mulya


Dzat kang suci

Anyipta langit bumi

Kabeh katon edipeni

Tansah merak ati


Purnama sidi

Sunaring rembulan

Tanda kamulyan

Endahing jagad raya tanpa kesinungan

Mega lan mendhung sinengker mangetan


Katundhung bayu

Kekuatan alam satuhu

Anyingkirake durjana tatu

Kurang nalar lan kebak murka winengku


Dadiya jalma pinilih

Kang tansah tresna lan asih

Mring kabeh para kawula dasih

Hambirat sangsaraning jagad tanpa pamrih

(Rahayu Kadhang Kinasih)



SASTRA CETHO 

Sakehing kang dumadi makardi

Lir Hyang Widhi kan tansah makarya

Ngrupi jagad tan leren

Surya, Candra lan Bayu

Bhumi, tirta kalawan agni

Peparing panguripan

Mring pamprih wus mungkut

Anane nuhoni dharma

Iku dadya sastra cetha tanpa tulis

Nulat lakuning alam

(Rahayu)


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)