TATAG, TETEG, TANGGUH, TANGGON, TANGGAP, TUTUG, TRENGGINAS.

0

 TATAG, TETEG, TANGGUH, TANGGON, TANGGAP, TUTUG, TRENGGINAS



Imajiner Nuswantoro


Ini juga pitutur yang menggunakan “Purwakanthi”. Kalau di Indonesiakan malah susah dan kalau bisa maka “purwakanthi”nya hilang sekaligus menjadi panjang kata-katanya. Saya coba cocokkan dengan “Bausastra Jawa”, Poerwadarminta, 1939 dan memang maknanya “mathuk” (cocok) untuk digunakan para pelaksana tugas.






TATAG : Artinya tidak memiliki rasa “sumelang” atau was-was. Orang seperti ini akan selalu “siap” melaksanakan tugas. Walaupun uang jalannya kecil, sarana terbatas dan medan sulit, ia tidak gentar.

Tatag dalam bahasa Jawa berarti tetap hati, teguh, tidak khawatir, serta memiliki mental yang berani dan mantap dalam menghadapi tantangan. 


Makna dan Filosofi

- Definisi Dasar: Berdasarkan Kamus Bahasa Jawa-Indonesia KBJI, kata ini berarti teguh dan tidak cemas. 

- Filosofi Hidup (Tatag, Teteg, Tutug): Kata tatag sering disandingkan dalam kearifan lokal Jawa bersama teteg dan tutug.

- Tatag: Berani dan bebas dari rasa was-was atau khawatir saat menghadapi masalah.

- Teteg: Kukuh, konsisten, dan tidak mudah goyah pendiriannya.

- Tutug: Tuntas, selesai, atau berhasil mencapai tujuan akhir. 

- Pepatah Terkait: "Sapa sing tatag lan teteg bakale tutug," artinya barangsiapa yang bermental teguh dan konsisten, maka ia akan berhasil mencapai apa yang dicita-citakan



TETEG : Artinya kokoh, tidak tergoyahkan. Hujan badai tidak akan menggoyahkannya. Selama kakinya masih bisa berdiri tegak, ia akan tetap bertahan.

Kata "teteg" berasal dari bahasa Jawa yang artinya tegar, kuat, atau tabah dalam menghadapi cobaan atau masalah hidup.

Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun dalam seni, seperti pada judul lagu populer berbahasa Jawa, yaitu "Teteg Ati" yang berarti hati yang tegar atau tabah. Lagu Teteg Ati yang dipopulerkan oleh Denny Caknan menceritakan tentang seseorang yang berusaha bertahan dan kuat menghadapi kekecewaan dalam hubungan asmara.


Lirik Lagu Teteg Ati :

1. Lirik Lagu Teteg Ati asli

Dadi payung naliko udane teko

Neng pungkasan srengenge sore iki

Atiku iseh kroso sumpek nanging sempet

Mikerke sliramu sing tak tresnani


Ning pungkasan rembulan wengi iki

Atiku iseh milih berjuang bertahan

Korban ati perasaan

Kanggo sliramu


Koco iki dadi seksi pedihe atiku

Kowe gawe ati sing tak jogo dadi gelo

Bola bali kowe sing salah

Nanging aku sing disalahke


Reff:

Dik, perlu dingerteni

Tetegke atiku wis koyo ibumu

Ora tau nggersulo ngadepi polahmu

Sing nggawe atiku atiku tatu


Neng pungkasan srengenge sore iki

Atiku iseh kroso sumpek nanging sempet

Mikerke sliramu sing tak tresnani


Koco iki dadi seksi pedihe atiku

Kowe gawe ati sing tak jogo dadi gelo

Bola bali kowe sing salah

Nanging aku sing disalahke


Reff:

Dik, perlu dingerteni

Tetegke atiku wis koyo ibumu


Wis rapopo aku sing disalahno

Tapi elingo cen aku sing lilo

Dadi payung naliko udane teko


Reff:

Dik, perlu dingerteni

Tetegke atiku wis koyo ibumu

Ora tau nggersulo ngadepi polahmu

Sing nggawe atiku atiku tatu


Senajan kowe mung nyepelekke

Nanging ati iki tetep tak kuatke

Sumpah ati iki

Setiyoku mung kanggo kowe

Selawase bebarengan karo kowe

Selawase ora bakal tak liyakke

Selawase tetep teteg atine


2. Lirik Lagu Teteg Ati terjemahan

Jadi payung di saat hujan turun

Di akhir bersinarnya mentari sore ini

Hatiku masih terasa jenuh tapi masih sempat

Memikirkan dirimu yang kucintai


Di akhir cahaya rembulan malam ini

Hatiku masih memilih berjuang dan bertahan

Korban hati perasaan

Untuk dirimu


Kaca ini jadi saksi pedihnya hatiku

Kamu membuat hati yang kujaga menjadi kecewa

Berulang kali kamu yang salah

Tapi aku yang disalahkan


Reff:

Dik, perlu kamu tahu

Ketegaran hatiku sudah seperti ibumu

Tak pernah mengeluh menghadapi tingkahmu

Yang membuat hatiku, hatiku terluka


Di akhir bersinarnya mentari sore ini

Hatiku masih terasa jenuh tapi masih sempat

Memikirkan dirimu yang kucintai


Kaca ini jadi saksi pedihnya hatiku

Kamu membuat hati yang kujaga menjadi kecewa

Berulang kali kamu yang salah

Tapi aku yang disalahkan


Reff:

Dik, perlu kamu tahu

Ketegaran hatiku sudah seperti ibumu


Sudah tak apa aku yang disalahkan

Tapi ingatlah aku yang rela

Jadi payung di saat hujan turun


Reff:

Dik, perlu kamu tahu

Ketegaran hatiku sudah seperti ibumu

Tak pernah mengeluh menghadapi tingkahmu

Yang membuat hatiku, hatiku terluka


Walaupun kamu hanya menyepelekan

Tetapi hati ini tetap aku kuatkan

Sumpah di hati ini

Setiaku hanya untukmu

Selamanya bersama denganmu

Selamanya tak akan ku duakan

Selamanya tetap tegar hatinya


“Tatag” dan “Teteg” mewakili keberanian dan semangat. Walau demikian keberanian dan semangat harus didukung kemampuan. Oleh sebab itu kita melangkah lebih lanjut :


TANGGUH : Sebilah keris pusaka dikatakan memiliki “tangguh”, artinya memiliki “karakter” sekaligus “kekuatan” sesuai dengan karakternya. Seorang yang tangguh tentusaja punya ilmu yang didukung karakter.

Tangguh adalah kata dalam bahasa Indonesia yang berarti kuat, tahan, atau tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan, serta dapat berarti menunda waktu atau meminta tempo. 

Kata ini juga merujuk pada beberapa subjek penting di Indonesia, antara lain:

Arti dan Makna Umum

- Kekuatan Mental/Fisik: Menggambarkan ketahanan seseorang atau kelompok dalam menghadapi krisis, ujian, atau pekerjaan berat dengan segenap tenaga.

- Bahasa Baku (KBBI): Berarti menunda waktu atau meminta janji tempo (contoh: kita boleh tangguh membayar).


Tangguh tegese kuat, ora gampang dikalahake, tabah, lan ulet. 

Ing basa Indonesia, tembung iki padha karo kuat, andal, utawa tahan banting. Dene miturut konteks budaya utawa filsafat Jawa (kaya ing pituduh tatag, teteg, tangguh, tanggon), tangguh uga ngemu teges nduweni karakter, kekuatan mental, lan teges ing pendirian nalika ngadhepi rerusuh utawa pacoban



TANGGON : artinya dapat diandalkan. “Tangguh” saja, kalau tidak dapat diandalkan tentunya percuma. Umumnya orang tangguh dapat diandalkan, dan kalau kita mengandalkan seseorang, pastilah orang tersebut “tatag, teteg dan tangguh”.

Tanggon adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti tangguh, kuat, kukuh, memiliki kepribadian yang kuat, ulet, dan tidak mudah goyah. 


Arti dan Makna

- Karakter Mental: Menunjukkan keteguhan hati, semangat, dan pendirian yang kokoh meskipun menghadapi tekanan atau cobaan.

- Bagian dari Trilogi: Sering disandingkan dengan kata Tanggap (cepat merespons/cerdas) dan Trengginas (cekatan/sehat jasmani). Ketiganya sering dijadikan slogan nilai karakter, termasuk di lingkungan Kepolisian dan instansi pendidikan.


Tanggon adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti tangguh, kuat, memiliki kepribadian atau mental berjiwa baja, ulet, serta dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan. 


Konsep dan Penggunaan

Dalam budaya Indonesia, terutama di lingkungan kemiliteran, kepolisian, dan dunia pendidikan, kata tanggon sering disandingkan dengan tanggap dan trengginas (bagian dari Tri Sakti Viratama atau motto pengabdian). 

- Tanggap: Memiliki kecerdasan, cepat merespons, dan bertindak secara taktis.

- Tanggon: Memiliki mental yang kuat, ketahanan, disiplin, dan tidak mudah menyerah.

- Trengginas: Memiliki kesehatan fisik, kelincahan, serta ketangkasan dalam bertugas.



TANGGAP : Orang yang tanggap artinya mampu mendengar, mengerti apa yang didengar dan melaksanakan apa yang seharusnya dia lakukan dengan benar. Jaman sekarang tugas pada umumnya jelas, tetapi jaman dulu banyak yang tidak jelas, sehingga kita kenal istilah “Tanggap ing sasmita”, paham dengan isyarat. Bisa saja seseorang dapat diandalkan atau “tanggon” tetapi kurang “tanggap” sehingga terlambat atau salah persepsi.


Tanggap menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanggap berarti segera mengetahui suatu keadaan dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh, serta cepat menyadari gejala yang timbul.


Arti dan Bentuk Kata

- Sebagai kata sifat (adjektif): Cepat tanggap, peka, atau sigap terhadap situasi (contoh: pemerintah harus tanggap terhadap aspirasi warga).

- Menanggap: Memperhatikan dengan sungguh-sungguh atau menerima sesuatu melalui pancaindra.

- Menanggapi: Menyambut, menjawab, atau melayani ucapan, kritik, maupun komentar dari orang lain.

- Tanggapan: Reaksi, sambutan, atau pendapat yang diberikan atas suatu hal. 


Tanggap adalah kata dalam bahasa Indonesia yang berarti segera mengetahui, memperhatikan dengan sungguh-sungguh, atau cepat menyadari suatu keadaan. 

Arti dan Makna Kata

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tanggap memiliki arti:

- Segera mengetahui dan memperhatikan keadaan dengan sungguh-sungguh.

- Cepat menyadari gejala atau situasi yang sedang terjadi. 


Kata turunan dari kata ini meliputi:

- Menanggap: Memperhatikan sungguh-sungguh atau menerima sesuatu dengan pancaindra.

- Menanggapi: Menyambut, menjawab, atau melayani ucapan, kritik, maupun komentar dari orang lain. 


Konteks Tanggap Darurat Bencana

Dalam konteks penanggulangan bencana, istilah tanggap darurat merujuk pada Definisi Tanggap Darurat Bencana yaitu tindakan cepat pada saat kejadian bencana. Kegiatan ini mencakup:

- Evakuasi dan penyelamatan korban serta harta benda.

- Pemenuhan kebutuhan dasar (air bersih, makanan, kesehatan).

- Perlindungan dan pengurusan pengungsi.

- Pemulihan awal sarana dan prasarana vital. 




TUTUG : Artinya sampai pada tujuan, selesai dan tuntas. Kalau kita suka mengikuti pagelaran wayang sering kita dengar perintah raja : 


"Aja pati-pati bali yen durung mukti."

꧋"ꦄꦗꦥꦠꦶꦥꦠꦶꦧꦭꦶꦪꦺꦤ꧀ꦝꦸꦫꦸꦁꦩꦸꦏ꧀ꦠꦶ"


Ukara iki nduweni teges : Aja pisan-pisan bali menyang tanah klairan utawa omah yen durung sukses utawa sugih (nduweni urip sing kepenak/mulya). Paribasan iki biasane dadi piweling utawa tekad sing kuwat kanggo wong sing arep merantau golek panguripan.


Ukara "Aja pati-pati bali yen durung mukti" iku sawijining paribasan utawa sesanti Jawa sing tegese aja pisan-pisan bali menyang omah (utawa tanah kelairan) yen durung sukses utawa sugih.

Sesanti iki biasane dadi cekelan sarta motivasi sing kuat banget kanggo wong-wong sing arep merantau (golek panguripan ing papan adoh).


Filosofi lan Maknane

- Aja pati-pati bali: Aja pisan-pisan kepikiran kanggo mulih.

- Yen durung mukti: Yen durung kasil, durung mandiri sacara ekonomi, utawa durung bisa ngangkat drajate kulawarga.

Ukara iki ngandhut tekad sing gilik, mental sing baja, lan rasa tanggung jawab sing gedhe. Wong Jawa sing merantau nggawa prinsip iki supaya ora gampang nyerah ing papan paran (tanah rantau). Mulih kanthi kahanan sukses dianggep minangka wujud pakurmatan kanggo wong tuwa lan kulawarga ing ndesa.


Dalam falsafah atau pitutur Jawa, tutug memiliki arti tuntas, selesai, sampai akhir, atau mencapai tujuan.

Kata ini sering disandingkan dengan tatag (mental yang kuat/tabah) dan teteg (kukuh/kuat hati).

Maknanya adalah kemampuan seseorang untuk menyelesaikan atau menuntaskan pekerjaan dan tanggung jawab sampai benar-benar garis akhir. 


Kata tutug dalam bahasa Jawa berarti selesai, tuntas, sampai pada tujuan, atau mencapai akhir. 

Makna dan Turunan Kata

- Tutug: Selesai, rampung, atau puas.

- Nutugake: Melanjutkan atau menyelesaikan suatu hal.

- Ditutugaké: Dilanjutkan atau diselesaikan hingga tuntas. 


Penggunaan dalam Filosofi Jawa

Kata tutug sering disandingkan dengan kata tatag dan teteg dalam falsafah hidup masyarakat Jawa: 

- Tatag: Berani dan percaya diri dalam menghadapi masalah.

- Teteg: Teguh pendirian, kuat hati, dan konsisten.

- Tutug: Berhasil mencapai tujuan atau tuntas sampai akhir. 

Ungkapan terkenalnya adalah "Sapa sing tatag lan teteg bakale tutug", yang artinya barangsiapa yang berani dan konsisten, maka ia akan berhasil mencapai tujuannya. 


Seorang ksatria yang “tatag” tidak akan banyak bicara lagi kecuali mengatakan: “Nuwun inggih ngestokaken dhawuh” (Siap, kerjakan). Berangkat tanpa menoleh ke kanan kiri lagi. Di perjalanan ternyata dihadang raksasa. Ia tetap “Teteg” tidak akan mundur. Dengan ke”tangguh”annya ia mengalahkan semua raksasa. Oleh sebab itu ia seorang ksatria yang “tanggon”, dapat diandalkan. Selanjutnya karena ia ksatria yang “tanggap” ia dapat melaksanakan tugas pokoknya dengan benar dan “tutug”.



TRENGGINAS 

Trengginas tegese lincah, trampil, tangkas, lan cepet utawa cekatan ing tindak-tanduk utawa pakaryan. 

Dhasar teges lan katerangan lengkap babagan tembung iki:

- Tegese: Sigap, trep, lan nduweni kasehatan jasmani utawa daya tahan dhuwur ing samubarang gaweyan.

- Kombinasi Tembung: Asring digandheng dadi cukat trengginas, sing tegese tandange rikat, cepet, lan prigel.

- Sumber Resmi: Adhedhasar KBBI Online, trengginas tegese lincah lan terampil, kayata ing permainan utawa katrampilan fisik liyane. 

- Menawa arep gawe tuladha ukara utawa pengin ngerti tegese tembung basa Jawa liyane, tulung sebutna tembung sing dikarepake.


Kata trengginas berarti lincah, terampil, gesit, dan cekatan dalam bertindak atau melakukan suatu pekerjaan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata yang diserap dari bahasa Jawa ini merujuk pada ketangkasan, seperti pemain olahraga yang bergerak cepat dan jatuh bangun untuk mengejar bola. 

Kata ini juga sering digunakan dalam beberapa frasa dan filosofi kepemimpinan, antara lain:

- Cukat Trengginas: Frasa dalam bahasa Jawa yang menggambarkan seseorang yang cepat, tanggap, dan lincah dalam merespons sesuatu.

- Tanggap, Tanggon, Trengginas: Prinsip tri-pola dasar yang populer di dunia militer (seperti Akademi Militer) dan pendidikan. Dalam konsep ini, Tanggap berarti cerdas/intelektual, Tanggon berarti bermental baja/tangguh, dan Trengginas berarti memiliki fisik yang cekatan dan siap mengemban tugas di berbagai medan.

- Ketrengginasan: Merupakan bentuk kata benda (nomina) yang berarti ketangkasan atau kelincahan.


Trengginas artinya lincah, terampil, dan tangkas dalam melakukan sesuatu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ini merupakan bentuk adjektiva (kata sifat) yang berasal dari bahasa Jawa. 


Contoh Penggunaan

- Pemain sepak bola itu berlari dengan trengginas mengejar bola ke segala arah.

- Warga kerja bakti dengan cukat trengginas (cepat dan sigap) membersihkan saluran air. 


Sinonim :

- Cekatan

- Gesit

- Sigap

- Tangkas



Jadi, tatag, teteg, tangguh, tanggon, tutug dan trengginas adalah “panyandra” untuk seorang ksatria dalam kisah-kisah heroik, di dunia pewayangan, yang sebenarnya menyampaikan pesan kepada kita semua untuk meneladani. 


Tembung panyandra tegese yaiku unen-unen utawa tetembungan saemper pepindhan kang surasane mawa tetanding sing ngemu teges memper utawa mirip, biasane digunakake kanggo ngalembana (memuji) kaendahan. 

Secara umum, panyandra digunakake kanggo nggambarake kahanan sarana migunakake pepindhan (perumpamaan). Miturut Kawruhbasa, ukara utawa tembung iki wis gumathok (pasti) lan tujuane kanggo nuduhake kabecikan utawa kaendahan.








Imajiner Nuswantoro 







Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)