Filsafat dan Teori Pendidikan Jawa Kuno serta Implikasinya dalam Evaluasi Pendidikan
Filsafat dan teori pendidikan Jawa kuno berpusat pada konsep ngelmu, ngelmu sejati (ilmu hakiki), dan manunggaling kawula-Gusti yang mengedepankan pembangunan karakter, spiritualitas, dan keselarasan hidup, bukan sekadar pengetahuan kognitif, dengan implikasi evaluasi menekankan pencapaian laku (perilaku) yang luhur, budi pekerti mulia, dan kemampuan adaptasi holistik, bukan hanya nilai akademis, mengukur kualitas diri secara menyeluruh (jati diri) dan keselarasan dengan alam semesta.
Filsafat dan Teori Pendidikan Jawa Kuno
Tujuan Utama: Mencapai kesempurnaan diri (manusia Jawa sejati) melalui penyelarasan diri dengan Tuhan (Gusti) dan alam semesta (Manunggaling Kawula-Gusti), serta pengembangan budi pekerti luhur (Sangkan Paraning Dumadi).
Keterangan dan penjelasan :
Ngelmu: Ilmu yang tidak hanya bersifat duniawi, tapi juga spiritual dan hakiki (ilmu sejati) yang membawa pencerahan batin.
Laku: Proses "menjadi" atau praktik hidup nyata yang mencerminkan nilai-nilai luhur, bukan sekadar teori.
Budi Pekerti/Tata Krama: Pembentukan karakter dan akhlak mulia sebagai inti pendidikan.
Kewajiban Ganda (Dua-Dua): Pendidikan untuk diri sendiri (memperbaiki diri) dan untuk orang lain (memberi manfaat).
Implikasi dalam Evaluasi Pendidikan
- Evaluasi Holistik (Menyeluruh): Tidak hanya mengukur aspek kognitif (pengetahuan), tapi juga afektif (sikap/karakter) dan psikomotorik (keterampilan/perilaku).
- Fokus pada Jati Diri: Mengukur sejauh mana peserta didik memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Jawa (kejujuran, kesabaran, gotong royong, dll.).
- Penilaian Laku: Evaluasi melalui pengamatan perilaku sehari-hari, kepemimpinan, dan kontribusi sosial, bukan hanya tes tertulis.
- Pencapaian Keseimbangan: Mengukur kemampuan peserta didik dalam menjaga keseimbangan lahir-batin, diri-orang lain, dan diri-alam (harmoni).
- Bukan Sekadar Nilai Angka: Nilai angka (IPK) adalah indikator, namun yang lebih penting adalah kualitas karakter dan kebijaksanaan yang diperoleh (piknikir, pikir, rasa).
Contoh Penerapan dalam Konteks Modern
- Pendidikan Karakter (PPK) yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Jawa.
- Pembelajaran berbasis proyek yang menekankan aksi nyata dan kontribusi sosial.
- Penilaian sikap dan perilaku siswa (observasi).
- Pengembangan metode evaluasi yang mengukur soft skills dan ketahanan mental (resiliensi).
Secara ringkas, evaluasi pendidikan Jawa kuno adalah upaya mengukur "kemuliaan" dan "keselarasan" hidup seseorang, bukan hanya kepintarannya.
Berikut Buku Filsafat dan Teori Pendidikan Jawa Kuno serta Implikasinya dalam Evaluasi Pendidikan :

