Tembang Dolanan Kembang-Kembang Turi-Turi Putih ꦠꦼꦩ꧀ꦧꦁꦣꦺꦴꦭꦤꦤ꧀ ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ ꦠꦸꦫꦶꦠꦸꦫꦶꦥꦸꦠꦶꦃ

0

 Tembang Dolanan

Kembang-Kembang 

Turi-Turi Putih

ꦠꦼꦩ꧀ꦧꦁꦣꦺꦴꦭꦤꦤ꧀

ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ

ꦠꦸꦫꦶꦠꦸꦫꦶꦥꦸꦠꦶꦃ







Kembang-Kembang

ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁ


Kembang blimbing mbing maya-maya ya

Kembang pelem wujude ingklik ketela

Kembang kacang lan kara padha kupune, lha kae

Kembang pring blas-blasan kaya carange

Kembang jambu lan randhu metu karuke, lha kae

Dhasar blanggreng Si kopi pemacakira

Dhendheng Kenthing

Dhendheng kenthing thing

Sambel lonthang thang

Kakang mendhak yen mendhak ulung-ulungan

Jenang telaka gendhis mawi kalapa, aoa

Caosena temanten krenteg kawula

Benguk wana kecipir wungu kembange, aoe

Rowa rawe temanten ketemu sore.


Aksara Jawanipun :

ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦧ꧀ꦭꦶꦩ꧀ꦧꦶꦁꦩ꧀ꦧꦶꦁꦩꦪꦩꦪꦪ

ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦥꦼꦊꦩ꧀ꦮꦸꦗꦸꦣꦺꦆꦁꦏ꧀ꦭꦶꦏ꧀ꦏꦼꦠꦺꦭ

꧋ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦏꦕꦁꦭꦤ꧀ꦏꦫꦥꦣꦏꦸꦥꦸꦤꦺ꧈ꦭ꧀ꦲꦏꦌ

ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦥꦿꦶꦁꦧ꧀ꦭꦱ꧀ꦧ꧀ꦭꦱꦤ꧀ꦏꦪꦕꦫꦔꦺ

꧋ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦗꦩ꧀ꦧꦸꦭꦤ꧀ꦫꦤ꧀ꦝꦸꦩꦼꦠꦸꦏꦫꦸꦏꦺ꧈ꦭ꧀ꦲꦏꦌ

ꦣꦱꦂꦧ꧀ꦭꦁꦒꦿꦺꦁꦱꦶꦏꦺꦴꦥꦶꦥꦼꦩꦕꦏꦶꦫ

ꦣꦼꦤ꧀ꦝꦼꦁꦏꦼꦤ꧀ꦛꦶꦁ

ꦣꦼꦤ꧀ꦝꦼꦁꦏꦼꦤ꧀ꦛꦶꦁꦛꦶꦁ

ꦱꦩ꧀ꦧꦺꦭ꧀ꦭꦺꦴꦤ꧀ꦛꦁꦛꦁ

ꦏꦏꦁꦩꦼꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦈꦭꦸꦁꦈꦭꦸꦔꦤ꧀

ꦗꦼꦤꦁꦠꦼꦭꦏꦒꦼꦤ꧀ꦝꦶꦱ꧀ꦩꦮꦶꦏꦭꦥ꧈ꦄꦎꦮ

ꦕꦎꦱꦺꦤꦠꦼꦩꦤ꧀ꦠꦺꦤ꧀ꦏꦿꦼꦤ꧀ꦠꦼꦒ꧀ꦏꦮꦸꦭ

ꦧꦼꦔꦸꦏ꧀ꦮꦤꦏꦼꦕꦶꦥꦶꦂꦮꦸꦔꦸꦏꦼꦩ꧀ꦧꦔꦺ꧈ꦄꦎꦮꦺ

ꦫꦺꦴꦮꦫꦮꦺꦠꦼꦩꦤ꧀ꦠꦺꦤ꧀ꦏꦼꦠꦼꦩꦸꦱꦺꦴꦫꦺ




Turi-Turi Putih

ꦠꦸꦫꦶꦠꦸꦫꦶꦥꦸꦠꦶꦃ


Ditandur neng kebon agung

Duwe bojo ora tau mulih

Sabane mung turut warung

Mbok ira mbok ira

Mbok ira kembange apa

Kembang-kembang mlathi

Ditandur neng tamansari

Anak bojo kudu diopeni

ing tembene bisa migunani

Mbok ira mbok ira

Mbok ira kembange apa


Aksara Jawanipun :

ꦣꦶꦠꦤ꧀ꦝꦸꦂꦤꦺꦁꦏꦼꦧꦺꦴꦤ꧀ꦄꦒꦸꦁ

ꦣꦸꦮꦺꦧꦺꦴꦗꦺꦴꦎꦫꦠꦻꦴꦩꦸꦭꦶꦃ

ꦱꦧꦤꦺꦩꦸꦁꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦮꦫꦸꦁ

ꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦆꦫꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦆꦫ

ꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦆꦫꦏꦼꦩ꧀ꦧꦔꦺꦄꦥ

ꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦩ꧀ꦭꦛꦶ

ꦣꦶꦠꦤ꧀ꦝꦸꦂꦤꦺꦁꦠꦩꦤ꧀ꦱꦫꦶ

ꦄꦤꦏ꧀ꦧꦺꦴꦗꦺꦴꦏꦸꦣꦸꦣꦶꦎꦥꦼꦤꦶ

ꦆꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦼꦤꦼꦧꦶꦱꦩꦶꦒꦸꦤꦤꦶ

ꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦆꦫꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦆꦫ

ꦩ꧀ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦆꦫꦏꦼꦩ꧀ꦧꦔꦺꦄꦥ



Filosofi Tembang Kembang-Kembang & Turi-Turi Putih

Tembang Jawa Kembang-Kembang (bunga-bunga) memiliki filosofi yang kaya, terutama dalam konteks budaya dan tradisi Jawa. Tembang ini sering dikaitkan dengan upacara adat dan melambangkan berbagai aspek kehidupan, seperti harapan, kesucian, dan perjalanan hidup manusia. 


Makna Filosofis Tembang Jawa Kembang-Kembang

- Kembang Setaman.

Kombinasi berbagai jenis bunga dalam upacara adat Jawa, melambangkan keharuman ilmu dari leluhur dan harapan agar kebaikan mereka terus berlanjut. 

- Kembang Kantil.

Melambangkan harapan agar selalu ingat (kumanthil) pada ajaran leluhur dan meraih kesuksesan lahir batin melalui laku (perbuatan). 

- Kembang Melati.

Melambangkan kesucian hati dan ketulusan dalam bertindak dan berbicara, serta dianggap disukai oleh roh leluhur. 

- Kembang Kenanga.

Menggambarkan semangat untuk meraih keunggulan dan meneladani perilaku baik para leluhur. 

- Kembang Mawar.

Melambangkan hati yang tulus dan ikhlas dalam menjalani hidup, serta dikaitkan dengan proses kelahiran manusia. 

- Tembang Dhandhanggula (Kembang Tepus).

Dalam tembang Dhandhanggula, "Kembang Tepus" mengajarkan tentang asal-usul manusia dan proses penciptaan. 


Tembang Jawa Lain :

Tembang Jawa seperti Maskumambang, Mijil, Kinanti, Asmaradana, Gambuh, Durma, Pangkur, dan Pocung juga menggambarkan fase-fase kehidupan manusia, mulai dari kelahiran hingga kematian. 


Pesan Moral.

Tembang Kembang-Kembang mengajarkan pentingnya introspeksi diri, mengingat asal-usul, serta berupaya menjalani hidup dengan baik dan bermanfaat, selaras dengan ajaran agama dan budaya Jawa. Tembang ini juga mengingatkan bahwa kehidupan di dunia ini singkat dan penting untuk mempersiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya.


Tembang Jawa Turi-turi Putih memiliki filosofi pengingat kematian dan pentingnya menuntut ilmu serta mengikuti ajaran agama. Tembang ini mengajarkan tentang kesadaran akan kefanaan hidup di dunia dan pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati. Selain itu, tembang ini juga mengandung pesan tentang pentingnya mencari ilmu, khususnya dari guru yang baik, dan tidak tersesat dalam menjalani hidup. 


Berikut adalah beberapa poin filosofi dalam tembang Turi-turi Putih :

1. Pengingat Kematian.

Lirik "turi putih ditandur" (tanaman turi putih ditanam) melambangkan kain kafan yang digunakan untuk membungkus jenazah. Hal ini mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan meninggal dan kembali ke alam baka. 

2. Kefanaan Dunia.

Tembang ini juga mengajarkan bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara dan tidak kekal, termasuk jabatan, kekayaan, dan kesenangan duniawi. 

3. Pentingnya Ilmu dan Guru.

Tembang ini menyiratkan pentingnya mencari ilmu dari guru yang baik dan mengikuti ajaran agama agar tidak tersesat dalam menjalani hidup. 

4. Menyiapkan Bekal Akhirat.

Tembang ini juga menjadi pengingat agar manusia selalu berbuat baik dan beramal saleh selama hidup, sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. 


Secara keseluruhan, Turi-turi Putih adalah tembang yang sarat makna filosofis tentang kehidupan, kematian, dan pentingnya mencari ilmu serta beramal saleh. Tembang ini mengajak manusia untuk selalu ingat akan akhirat dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. 


Keterangan :

Tembang dolanan adalah lagu tradisional Jawa yang biasanya dinyanyikan oleh anak-anak sambil bermain. Lagu-lagu ini memiliki lirik sederhana yang mudah diingat dan seringkali mengandung nilai-nilai moral serta filosofi kehidupan. 


Pengertian Tembang Dolanan (Lagu Anak-anak).

Tembang dolanan adalah jenis lagu anak-anak yang dinyanyikan saat bermain atau sebagai pengiring permainan. 


Bahasa Jawa.

Lirik lagu-lagu ini umumnya menggunakan bahasa Jawa, meskipun ada juga yang menggunakan bahasa Indonesia dengan gaya bahasa Jawa. 


Nilai Moral dan Filosofi.

Tembang dolanan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral, ajaran budi pekerti, dan filosofi hidup yang relevan untuk anak-anak. 


Pelestarian Budaya.

Tembang dolanan berperan penting dalam melestarikan budaya Jawa dan kearifan lokal. 


Contoh Tembang Dolanan.

Beberapa contoh tembang dolanan yang populer antara lain:

- Cublak-cublak Suweng.

Lagu ini menceritakan tentang mencari harta yang tersembunyi, namun sebenarnya mengajarkan tentang mencari kebahagiaan sejati. 


- Gundul-gundul Pacul.

Lagu ini bercerita tentang seorang pemimpin yang kurang bertanggung jawab, tetapi juga bisa dimaknai sebagai ajakan untuk rendah hati. 


- Lir-ilir.

Lagu ini berisi ajakan untuk bangun dari tidur dan semangat dalam menjalani kehidupan, serta memiliki makna religius yang dalam. 


- Jaranan.

Lagu ini menggambarkan tentang permainan kuda lumping yang populer di Jawa. 


- Padhang Bulan.

Lagu ini menceritakan tentang bermain di bawah sinar bulan, mengajarkan tentang keindahan alam dan kebersamaan. 


- Jamuran.

Lagu ini menceritakan tentang permainan mencari jamur, yang bisa juga dimaknai sebagai ajakan untuk bersabar dan teliti. 


- Dhondhong Apa Salak.

Lagu ini bercerita tentang berbagai macam buah-buahan, dan bisa juga dimaknai sebagai ajakan untuk mengenal berbagai hal di sekitar kita. 


Pentingnya Tembang Dolanan.

- Media Pembelajaran.

Tembang dolanan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk anak-anak, karena mereka belajar sambil bermain dan menyanyi. 

- Pengembangan Karakter.

Nilai-nilai moral yang terkandung dalam tembang dolanan dapat membantu membentuk karakter anak-anak yang baik. 

- Pelestarian Budaya.

Tembang dolanan adalah bagian penting dari budaya Jawa dan perlu dilestarikan agar tidak hilang tergerus zaman. 


Dengan demikian, tembang dolanan bukan sekadar lagu anak-anak biasa, tetapi juga merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur dan memiliki peran penting dalam pendidikan dan pelestarian budaya Jawa. 




Imajiner Nuswantoro

ꦆꦩꦗꦶꦤꦺꦂꦤꦸꦱ꧀ꦮꦤ꧀ꦠꦺꦴꦫꦺꦴ




Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)