ULAH ASMARA PAMBUKANING RASA WANITA (MEMBUAT ORGASME PADA WANITA)
Tanda-Tanda
Wanita Mengalami Orgasme saat bersenggama (hubungan intim)
Pemahaman terhadap tanda-tanda bahwa seorang wanita telah mencapai orgasme dalam hubungan menjadi penting bagi seorang pria, karena orgasme memiliki peran penting bagi wanita. Bagi wanita, mencapai orgasme tidak semudah bagi pria. Wanita membutuhkan lebih banyak waktu dan rangsangan dari pasangan untuk mencapai orgasme. Oleh karena itu, pasangan harus memahami bagaimana wanita dapat mencapai orgasme selama berhubungan seksual. Orgasme adalah puncak dari siklus respons seksual. Menurut Klinik Cleveland, orgasme adalah fase yang singkat dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik.
Terdapat
beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seorang wanita mencapai orgasme, di
antaranya :
1.
Tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan meningkat
tiba-tiba dan cepat.
2.
Kontraksi otot.
3.
Kejang pada otot-otot di kaki.
4.
Pelepasan ketegangan seksual yang tiba-tiba dan kuat.
5.
Mungkin terjadi ruam atau kemerahan di seluruh tubuh
(flushing).
6.
Selain tanda-tanda tersebut, ada juga tanda-tanda
khusus pada wanita ketika mencapai orgasme, seperti kontraksi pada otot-otot
vagina dan rahim.
Ada
bahwa terdapat dua titik orgasme pada wanita, yaitu klitoris dan titik G-spot. Klitoris
adalah titik orgasme pertama, dan hampir 99 hingga 100 persen wanita memiliki
titik ini dan akan mengalami orgasme jika dirangsang (orgasme klitoral).
Bahwa
titik orgasme kedua pada wanita adalah G-spot. Ketika G-spot dirangsang, wanita
akan merasakan perbedaan rangsangan dibandingkan dengan rangsangan klitoral.
Wanita juga dapat mengeluarkan cairan atau mengalami ejakulasi yang mirip
dengan pria.
Namun,
jika wanita mengalami kedua jenis orgasme ini secara bersamaan, maka orgasmenya
akan menjadi orgasme seluruh tubuh. Seluruh tubuhnya, bahkan hingga sel-selnya,
akan mengalami orgasme.
9 Cara bagi Wanita agar Mengalami Orgasme
Banyak
pasangan yang sering salah sangka bahwa orgasme merupakan sebuah keniscayaan
dalam bercinta. Nyatanya, seseorang perlu berjuang agar memperoleh orgasme ini.
Pada
wanita, kadang tak seluruh kegiatan bercinta bisa berujung pada orgasme
terutama yang memuaskan. Perlu ada sebuah upaya agar wanita bisa mencapai
puncak keniikmatan ini.
Menurut
pakar seks, Jenny Block, Ph.D, terdapat sejumlah tips yang bisa diikuti agar
wanita memperoleh orgasme ini. Dilansir dari Glamour, berikut sejumlah cara
yang bisa diikuti wanita agar memperoleh orgasme dalam bercinta.
Kenali
Anatomi Tubuh
Memahami
kondisi anatomi tubuh seperti posisi vagina bisa menentukan posisi apa yang
kamu lakukan dalam bercinta. Hal ini juga bisa membuatmu memahami posisi apa
yang paling memuaskanmu.
Bicara
dengan Pasangan
Sesi
bercinta merupakan masa-masa romantis yang membutuhkan banyak dialog dan
pembicaraan dengan pasangan. Kamu bisa membicarakan hal yang ingin kamu alami
pada pasangan atau posisi favoritmu dalam bercinta.
Foreplay
Berperan Penting
Foreplay
merupakan salah satu kunci penting dalam sesi bercinta dan juga untuk orgasme.
Ketika hanya sekadar melakukan penetrasi, orgasme bakal lebih sulit diperoleh.
Perkuat
Pinggul
Memperkuat
pinggul bisa meningkatkan kualitas seks serta peluang orgasme. Kamu bisa
melakukan olahraga seperti pilates untuk memperoleh hal ini. Kamu juga bisa
memperkuat dinding vagina untuk meningkatkan peluangmu mengalami orgasme yang
dahsyat.
Perhatikan
Klitoris
Banyak
wanita tidak mengalami orgasme hanya dari penetrasi semata. Klitoris memiliki
peran sangat penting dalam orgasme yang dialami wanita ini.
Gerakkan
Pinggul
Hanya
diam tak bergerak saat bercinta bisa membuat peluang orgasme yang kamu alami
mengecil. Lakukan gerakkan bersama dengan pasangan bisa membuatmu lebih
terangsang sehingga mudah orgasme.
Jangan
Terburu-Buru
Terburu-buru
saat bercinta bisa membuat kamu kesulitan mengalami orgasme. Buat waktu yang
longgar dalam sesi bercinta yang kamu lakukan agar kamu mudah memperoleh
orgasme.
Jangan
Ragu Berteriak
Berteriak
dan melenguh ketika bercinta bisa sangat mengganggu dalam memperoleh orgasme.
Hal ini bisa meningkatkan gairahmu dan membuatmu lebih terlibat serta menikmati
sesi percintaan.
Fokus
pada Bercinta
Lupakan
semuah hal lain dan hanya fokus pada seksi bercinta yang kamu jalani. Hal ini
bisa membuatmu menjalaninya sepenuh hati serta menikmati sesi bercinta hingga
memperoleh orgasme.
Sejumlah
hal tersebut dijamin bisa membuat sesi percintaan yang kamu lakukan berakhir
dengan memuaskan. Memperoleh orgasme merupakan hal yang penting dialami dalam
sesi percintaan.
Ulah Asmara Dalam Membuka Dan Mempercepat Orgasme Perempuan
Dalam Serat Centhini Jilid 2 Pupuh 107 Asmadana
Dalam
masyarakat Jawa adab dan tatacara sebelum melakukan hubungan asmaragama juga diajarkan sebagai contoh; ritualisasi
seksual juga diungkapkan dalam Serat Centhini, termasuk soal tata krama dalam
melakukan hubungan seksual antar-suami-istri. Dalam berhubungan, misalnya,
harus empan papan. Maksudnya, mengetahui situasi, tempat, dan keadaan, tidak
tergesa-gesa, dan juga merupakan keinginan bersama.
Selain
mendasarkan diri pada tata krama menurut budaya Jawa, tata krama ini juga
mendasarkan diri pada hadits Nabi Muhammad SAW. Misalnya, sebelum melakukan
hubungan seksual, seyogianya mandi terlebih dahulu. Setelah itu berdandan dan
memakai wewangian. Sebelum mulai, berdoa lebih dulu dengan mengucapkan
syahadat.
Selain
itu masyarakat Jawa juga mengenal kalender seksual. “Ini berkaitan dengan
masalah rasa perempuan, yang berhubungan dengan organ genital seksualnya. Satu
asumsi bahwa setiap hari organ genital seksual yang sensitif pada perempuan,
selalu berpindah tempat, sesuai dengan tinggi rendahnya bulan. Ini berdasar
pada kalender Jawa. “Dengan mendasarkan pada kalender seksual, pasangan dapat
mencapai puncak kepuasan secara bersama-sama,”
Dalam
Serat Centhini Jilid 2 Pupuh 107 Asmaradana pada 1 – 28 terdapat pemberlajaran diuraikan secara gamblang soal “ulah asmara” yang berhubungan
dengan lokasi genital yang sensitif dalam kaitannya dengan permainan seks.
Misalnya, cara membuka atau mempercepat orgasme bagi perempuan, serta mencegah
agar lelaki tidak cepat ejakulasi.
Selain diungkap mengenai tata cara, etika, dan ritualisasi, dalam Pupuh
Asamaradana tersebut juga diulas pula bentuk-bentuk serta pose hubungan seksual
yang seharusnya dilakukan. Semua itu dimaksudkan agar pasangan dapat mencapai
kepuasan bersama-sama. “Hubungan seksual tidak hanya sekadar pemuasan nafsu
lelaki maupun perempuan, tetapi juga sebagai bentuk ungkapan perasaan cinta
kasih, proses prokreasi, dan seks sekaligus sebagai wahana ibadah,” berikut
suntingan teks dan terjemahannya :
ASMARADANA
Wusnya
wanci lingsir ratri | Ki Saloka Kartipala | Palakarti katigane | samya aso
mring modinan | de para waranggana | mantuk maring têngganipun | sadhiya lamun
kampiran ||
Sudah
waktunya menjelang malam, mereka bertiga Ki Saloka Kartipala Palakarti pulang
beristirahat di tempatnya masing-masing dengan para waranggana (penyanyi,
penari) dan bersedia apabila mereka datang kerumahnya.
Kang
kantun anèng pandhapi | gunême tan ana kêmba | gupruk gar-gêr sru gujênge | Mas
Cêbolang lon lingira | Kiyai Amongtrustha | paranta darunanipun | pra apsari
asih trêsna ||
Dan
yang masih ada di pandapa, saling bercakap-cakap dan saling sendau gurau,
sedangkan Mas Cebolang bertanya dengan nada yang pelan kepada Kyai Amongtrusha, bagaimana asal muasalnya para apsari
(waranggana) mempunyai rasa kasih dan sayang.
Niku
anak wontên kalih | saking isarat myang tingkah | kang kalêbêt tyasing wadon | kasiyat
saking pandhita | Lukmanulyakin nama | bab kêmate apulang-hyun | dununge rasèng
wanita ||
Yaitu
ada dua hal : syarat-syarat tertentu
(jamu), tingkah laku (tata krama) dan juga termasuk perasaan/hatinya wanita,
merupakan sebuah ajaran dari Pandhita yang bernama Lukmanulyakin, sedangkan bab
nikmatnya berulah asmara berada pada rahasia rasa wanita.
Ing
dalêm saari-ratri | awit suruping Hyang Arka | tumêkèng pêndhak surupe | rahsa
angalih panggonan | anut lampahing tanggal | sapisan nêmbêlas gathuk | têkèng
tanggal tigangdasa ||
Di
dalam sehari semalam mulai terbenamnya matahari sampai dengan terbenamnya lagi,
rasa itu akan berpindah tempatnya mengikuti berububahnya tanggal satu sampai
dengan tanggal enam belas selasai dan selanjutnya sampai tanggal tiga puluh.
Lamun
ayun pulang rêsmi | anuju tanggal sapisan | awit arasên bathuke | tanggal
pindho awit ngaras | pupusêr tanggal tiga | wiwit mijêt wêntisipun | kanan
kering karo pisan ||
Apabila
hendak berulah asmara pada tanggal satu di daerah kening harus dilakukan
cumbuan dengan mencium atau menjilat, tanggal dua di daerah puser, tanggal
tiga di daerah betis kanan dan kiri.
Ping
pat mijêt lêngên kalih | kaping lima awit ngaras | ing prêmbayun kalih cêcêg |
Ki Têngara Mas Cêbolang | Nurwitri sami latah | de tanggal kaping nêmipun |
kawit ngaras slaning imba ||
Yang
keempat di daerah lengan kira dan kanan , kelima disekitar panyudara, telinga
kanan dan kiri, dan Ki tengara, Mas Cebolang serta Nurwitri sama-sama latahnya,
sedangkan pada tanggal keenam berpindah di daerah diantara alis.
Tanggal
kaping pitu awit | ngaras slaning payudara | ping wolu ngaras lathine | ing
nginggil lawan ing ngandhap | tanggale kaping sanga | mijêt pupu kalihipun |
sarta angusap walikat ||
Sedangkan
tanggal ketujuh di terletak diantara sela-selanya payudara kanan kiri,
kedelapan terdapat pada bibir atas dan bawah, dan pada tanggal sembilan
berpindah di betis kanan dan kiri serta di sekitar pundak (belikat).
Tanggal
ping sadasa awit | garapên wêtênge ika | ping sawlas ngaras granane | ping
rolas ngusap walikat | tanggal ping tigawêlas | wiwit angaras prêmbayun |
jumbuh lan tanggal ping lima ||
Tanggal
sepuluh beralih di daerah perut,
kesebelas terdapat hidungnya, keduabelas di daerah pundak (belikat), tanggal
tiga belas terletak didaerah payudara, sama pada saat tanggal ke lima belas.
Kaping
kawanwêlas wiwit | ngaras lathi ngusap suryan | ping gangsalwêlas wus pantog |
wiwit ngaras kalih imba | puniku yèn linakyan | kalangkung utamanipun | awit
punika wanita ||
Yang
keempat belas mulai mencium bibir dan mengusap wajah, yang kelima belas selesai
dan mulai di mulai lagi pada kedua alisnya, itu yang harus diperlakukan dan
alangkah mulianya sebagai seorang wanita.
Pakolèh
rahsa kang luwih | nikmat kalawan manpangat | de kapêndêng panggonane | dèn
ungsir têmah glis mêdal | katarik gunging trêsna | pun wadon mring kakungipun |
tan darbe cipta liyanya ||
Akan
mendapat rasa nikmat yang lebih dan bermanfaat apabila dilakukan pada
tempatnya, agar supaya cepat keluar karena tertarik dengan besarnya rasa cinta
seorang wanita terhadap pasangannya serta tidak mempunyai perasaan lainnya
kecuali terhadap pasangannya.
Trênyuh
tyas mung ciptèng laki | tamat kang saking prêtingkah | wontên malih saking
êmèl | bilih nuju among raras | punika kang winaca | Alahuma jannibinus |
saetan mara jattana ||
Belas
kasihnya hannya pada pasangannya, selesai sudah pelajaran tersebut, dan ada lagi rapal atau doa bila
sedang ulah asmara dan ini yang wajib dibaca
Alahuma jannibinus syaetan mara jattana.
Yèn
badhe bêtah kêpati | ron lêgundhi ron widurya | myang babakan trênggulune |
pinipisa ingkang lêmbat | ginalintir inguntal | lah punika èsmunipun | winaca
ping kalih wêlas ||
Apabila
mengingingkan bertahan lama dalam berulah asmara; inilah ramuannya daun
legundi, daun widuri dan babakan pule, ditumbuh halus lalu di buat seperti pil
dan dikeringkan, dan sebelum berulah asmara (bermain cinta) diminum dan
selanjutnya dengan membaca rapal atau doa sebanyak dua belas kali.
Kumala
sahaheka di | kun payakun ilaika | datuka muka natane | -ka Allahuma yamuka |
nunujra rumnya ala | huyamuka datbiramu | ika sangkrama rakiman ||
Kumala
sahaheka di kun payakun ilaika datuka muka nataneka Allahuma yamuka nunujra
rumnya ala huyamuka datbiramu ika sangkrama rakiman.
Yêkti
kuwat dakarnèki | sartane tan nuntên mêdal | wontên mèl pangampêt manèh | kaol
saking tiyang sabrang | bilih ayun sahuwat | winacaa kaping têlu | yêkti dangu
wêdalira ||
Pastilah
kuwat zakarnya serta tidak akan cepat keluar (orgasme) dan ada lagi rapal atau
doa untuk menahannya, kaol dari orang manca nagara bila hendak berhubungan agar
rapal atau doa tersebut dibaca tiga kali pasti akan bertahan lama keluarnya
(orgasme).
Ari
panas rênggang bumi | ari hujan rapêt kisma | utawi dènusapake | marang
darbèking wanita | rapêt kadi parawan | yèn arsa miyoskên gupuh | mung winalik
êmèlira ||
Ari
panas rênggang bumi, ari hujan rapêt kisma” (cuaca yang panas membuat bumi
pecah-pecah dan saat cuaca hujan tanah akan merapat kembali) apabila rapal
tersebut diusap-usapkan pada kemaluan wanita akan menjadi rapet (kencang)
kembali seperti masih perawan, dan apabila berkeinginkan cepat mengahiri
permainan ulah asmara hannya dengan membalik rapal atau doannya.
Pami
botên akaronsih | nanging sagêd trusing rahsa | amung gêmriming mundrine |
pinidih niki mèlira | kunta ngalai mukadas | brai mung punika sampun | yêkti
kumyus marawayan ||
Apabila
tidak menginginkan bercinta tetapi ingin mendapatkan rasa yang nikmat (wanita)
hannya dengan memilin/mengusap puting susunya, inilah rapal atau doanya “kunta
ngalai mukadas brai” cukup sudah pasti akan terasa bergetar dan melambung
diawang-awang.
Utamine
sahuwati | lawan wadone priyangga | aywa raosan salire | tuwin ywa angalêmbana
| sakawit amaosa | tangawud sawuse putus | lajêng maos Bissêmilah ||
Yang
terbaik saat melakukan ulah asmara (bercinta) dengan pasangannya janganlah
membicarakan semua hal jangan memuja, lebih baik membaca istifar dan setelah
selesai dilanjutkan dengan membaca bismillah.
Hirakêmanirakimin
| nuntên amaos rabana | rabini rabi inni-ne | wêdaling kang punang rahsa |
(m)bun-bunan tiniyupa | ywa ambêkan kaping têlu | ing batin maos punika ||
Hirrahmanirrahim,
selanjutnya membaca rabana rabini rabiinni-ne, pada saat keluarnya rasa cinta,
tiyuplah ubun-ubunnya tiga kali dengan menahan nafas, dan dalam batinnya sambil
mengucapkan doa berikut ini :
Bismilah
rahmanir rahkim | macan putih ana (n)dhadha | umêtu banyu uripe | ing urip
sajroning toya | lailaha ilolahu | Mukhamad Rasulolahu | wontên malih
sarat-sarat ||
Bismillahirrahmanirrahim
macan putih ana dhadha umetu banyu uripe, ing urip sajroning toya laillaha
ilallahu Muhammad Rasulullahu” dan masih ada lagi syarat-syarat yang lain.
Mawi
lapal sinêrat ing | dhaharan ron dalancang | punika anak wêrdine | parimbonira
binuka | sadaya samya miyat | katrinya anurun guyup | winantu sukaning driya ||
Dengan
lapal yang tertulis di makanan yang bungkus dengan daun dalancang, yang
mengandung maksud; agar membuka primbonnya, semuanya tampak dan ketiga mematuhi
dengan rasa gembira tanpa ada paksaan.
Mas
Cêbolang tanya malih | èstri mrih saekapraya | kadiparan ing sarate |
Amongtrustha mèsêm lingnya | anak pratingkah kasar | ing sawusira pulang hyun |
têka kèndêlna kewala ||
Mas
Cebolang bertanya kembali, bagaimana agar wanita menuruti segala kemauan? Apa
syaratnya? Amongtrustha tersenyum, apabila ada prilaku yang kasar setelah
melakukan ulah asmara (bercinta) diamkanlah saja.
Aywa
nganggo dènbêrsihi | nulya kagêm rambah-rambah | marang wong wadon sanèse |
sadaya ingkang kaambah | adat kang wus kalakyan | nadyan nganti èstri wolu |
sadaya anunggal karsa ||
Jangan
sampai dibersihkan, selanjutnya dapat digunakan berungkali dengan perempuan
lainnya, semua yang pernah dilakukan dan kebiasaan yang sudah terjadi meskipun
mempunyai istri sampai delapan tetapi semuanya satu kehendak (saling bisa
menerima/memahami).
wontên
ingkang alus malih | pangèdhêpan pangasiyan | miwah saeka kaptine | ananging
punika sarat | kêdah mangsuk ing angga | sadhengaha tingkahipun | watone klêbêt
dhadharan ||
Ada
lagi cara yang lebih halus lagi yaitu lewat kedhipan mata atau pengasihan agar
menurut seia sekata tetapi ada syarat
yang harus dilakukan yaitu merasuk di
badan dan bagaimanapun caranya agar syarat tersebut dapat dimasukkan kedalam
makanan.
Kumpule
kêrokan dhiri | wontên kalihwlas pangenan| pasung myang kalamênjinge | kukulung
ati kalawan | kêkèlèk kalihira | tuwin têkukaning sikut | ingkang têngên miwah
kiwa ||
Ada
empat belas tempat di badan yang harus digosok, mulai dari muka dan leher,
uluhati dan kedua ketiak serta lipatan lengan kanan dan kiri (siku).
Têkukan
gêl-ugêl kalih | èpèk-èpèk kalih pisan | slaning jêmpol asta karo | kalawan
kalih walakang | têkukan dhêngkul samya | tungkak kalih myang slanipun |
jêmpolan suku kalihnya ||
Pergelangan
tangan kanan kiri, kedua telapak tangan, diantara ibu jari kanan kiri serta di
kedua pangkal paha, kedua lipatan lutut
serta dua tumit dan diantara dua jempol kaki.
Jangkêp
kalihwêlas warni | nulya winoran kalawan | ing rahsane pribadine | wus kumpul
dadya satunggal | tinrap pèk-èpèk kiwa | asta kanan ngudhêg gupuh | maos Ya
Allah Mukhamad ||
Lengkap
sudah kedua belas macam, selanjutnya disatukan dengan rasa pribadinya, setalah
terkumpul jadi satu, ditaruh di telapak tangan kiri sedangkan tangan kanan
mengaduk-aduk dengan membaca Ya Allah Muhammad.
La
makbuda ilolahi | la nujudda ilolaha | ping tiga nulya winorke | dhaharan myang
(n)juk-unjukan | ingasungakên marang | pun êndi kang dadya kalbu | Insa Allah
asih trêsna ||
La
makbuda ilallahi la nujudda ilallaha tiga kali selanjutnya dicampur dengan
makanan dan minuman, serta harus menyakinkan diri apa yang telah diniatkan
Insya Allah rasa cinta dan kasih sayang akan didapatkan.
Taksih
kathah ingkang warni | nanging punika wus cêkap | winantu lawan bêgjane |
sadaya nuwun turira | wus wanci gagat enjang | Amongtrustha lingira rum |
prayoga sami bibaran ||
Masih
banyak macamnya tetapi ini sudah cukup, dan semua kembali pada
keberuntungannya, semua mengucapkan trimakasih
dan waktu telah memasuki pagi hari Amongtrusha berucap sambil tersenyum
dan sebaiknya sama-sama membubarkan diri.
Demikianlah
sedikit uraian tentang ulah asmara dalam membuka dan mempecepat orgasme pada
wanita, yang saya sadur dari Serat Centhini jilid 2 pupuh 107 yang terangkum
dalam metrum macapat sekar Asmaradana, mudah-mudahan dengan sekelumit
cerita masalah seks sebagaimana
pandangan masyarakat Jawa yang selama ini kita terima dapat menambah wawasan dan
kebebasan yang sama dalam mengungkapkan pengalaman seksualnya, padahal selama
ini penggambaran wanita Jawa yang selalu digambarkan bersifat pasrah, dan nrima
kepada lelaki bahkan cenderung pemalu dan tertutup.

