HIKAYAT TAJUL MULUK DAN NASKAH ASLINYA

0

HIKAYAT TAJUL MULUK DAN NASKAH ASLINYA



 

RINGKASAN HIKAYAT TAJUL MULUK JILID I

Raja Zainul Muluk dari negari Syarikatan mempunyai empat orang putra. Sesudah kawin lagi dengan putri Kande Lilan baginda mendapat seorang putra lagi dan diberi nama Tajul Muluk. Menurut ahli nujum, Tajul Muluk akan menjadi seorang raja besar, tetapi baginda sendiri akan menjadi buta bila melihat anaknya itu. Sebab itulah baginda membuang Tajul Muluk yang masih bayi itu ke dalam hutan bersama ibunya Kande Lilan.

Pada suatu hari ketika Zainul Muluk sedang berburu, secara kebetulan melihat anaknya. Baginda tidak mengenal anaknya yang sudah berusia tujuh tahun itu. Pada saat itulah mata baginda buta. Tajul Muluk dituduh mencelakakan mata raja. Ia ditangkap lalu dibuang ke dalam jurang. Menurut ahli nujum obat mata baginda ialah bunga Meungkawali. Keempat putranya disuruh mencari bunga mujarab itu dan barangsiapa yang berhasil akan diangkat menjadi raja menggantikan baginda. Dalam perjalanan mencari bunga Meungkawali mereka bertemu dengan Tajul Muluk yang ternyata masih hidup meskipun sudah dibuang ke dalam jurang. Mereka tidak mengetahui bahwa Tajul Muluk adalah adik mereka sendiri.

Tajul Muluk turut serta mencari bunga obat mata ayahnya. Ketika sampai di negeri Buni Yaman keempat bersaudara itu dipenjarakan oleh Ratu Janu Hati akibat kalah main catur. Dalam permainan berikutnya Tajul Muluk dapat mengalahkan Janu Hati sehingga ia diangkat menjadi raja negeri Buni Yaman sesuai dengan taruhan yang sudah disepakati. Janu Hati menjadi permaisurinya dan keempat saudaranya dibebaskan. Tatapi Tajul Muluk bersumpah tidak akan mendekati istrinya sebelum ia menemukan obat mata ayahnya. Dengan bantuan Janu Hati akhirnya Tajul Muluk sampai di negeri Peulinggoe Pura yang diperintah oleh raja Muzafasyah yaitu ayah putri Meungkawali.

Dalam usaha mendapatkan bunga sakti itu Tajul Muluk harus kawin dengan putri Mahmuda yaitu anak ratu Hamilah yang bertanggung jawab atas bunga Meungkawali. Dengan susah payah akhirnya Tajul Muluk dapat memasuki mahligai putri Meungkawali dan memetik bunganya yang disebut bunga Meungkawali. Sesudah agak lama Tajul Muluk tinggal bersama putri Mahmuda ia teringat akan nasib ayahnya yang dalam keadaan buta itu.

Dengan menunggang seekor kuda terbang bersama Mahmuda ia menuju negeri Syarikatan. Mereka singgah di Buni Yaman. Kemudian melanjutkan perjalanan bersama keempat saudaranya. Sebelum sampai di Syarikatan bunga Meungkawali dirampas oleh Hamidasyah yaitu abang Tajul muluk yang tertua dan ia sendiri dipukul dengan batu sampai pingsan. Disangkanya Tajul Muluk sudah mati. Bersama ketiga orang adiknya Hamidasyah melanjutkan perjalanan hingga sampai di istana orang tuanya.

Baginda Zainul Muluk segera diobati dengan bunga Meungkawali sampai sembuh. Dengan bantuan ratu Hamilah Tajul Muluk sembuh kembali dan dipertemukan dengan kedua isterinya. Ia diterbangkan ke Syarikatan. Di suatu tempat agak jauh dari istana ayahnya, ia tinggal di sebuah istana yang dibangun oleh Dewi Hamilah. Dalam waktu singkat banyak penduduk datang bermukim di sekitar istana Tajul Muluk. Adapun putri Meungkawali tatkala terbangun dari tidurnya heran melihat bunganya sudah hilang berikut cincinnya. Ia pergi mencarinya. Di negeri Syarikatan, Meungkawali menyamar sebagai penjaga kuda raja.

Pada suatu hari raja Zainul Muluk berkunjung ke istana Tajul Muluk bersama keempat orang putranya. Ikut pula penjaga kudanya, Meungkawali. Dalam pertemuan itulah, atas keterangan Janu Hati berbuka rahasia bahwa sebenarnya yang menemukan bunga Meungkawali adalah Tajul Muluk. Dalam kesempatan itu pula Meungkawali bertemu dengan Tajul Muluk dan jatuh hati kepadanya. Tajul Mulukpun kagum melihat kecantikan Meungkawali. Tetapi Meungkawali segera terbang ke negerinya. Di sana ia memarahi Dewi Hamilah yang telah membantu Tajul Muluk memetik bunganya. Hamilah mengatakan bahwa ia sengaja memberi jalan kepada Tajul Muluk supaya ia jatuh cinta kepadanya.

 

RINGKASAN HIKAYAT TAJUL MULUK JILID II

Selang berapa lama kemudian Tajul Muluk pulang ke negeri orang tuanya bersama Putri Meungkawali. Kande Lilan amat terharu menerima kedatangan putranya yang disangkanya sudah tidak ada lagi. Demikian pula Janu Hati dan Mahmuda. Beberapa waktu kemudian, perdana menteri negeri Syarikatan bernama Bahrum mempersunting Putri Ruhul Afda menjadi istrinya.

Raja Budiu Indra dari negeri Beureuma Sakti pada suatu ketika dapat menaklukkan negeri Peulinggoe Pura, dan pada suatu kesempatan ia dapat menculik Putri Meungkawali. Karena mengetahui Tajul Muluk mengikuti Meungkawali, Raja Budiu amat murka. Tajul Muluk dilempar jauh-jauh dan Meungkawali disihir menjadi patung setengah batu dan setengah manusia.

Di negeri Kasab, Tajul Muluk berkenalan dengan Putri Lidan Bumi yang kemudian menjadi istrinya, dan diangkat pula sebagai raja negeri itu menggantikan Geunta Ali. Dalam mencari Meungkawali Tajul Muluk dibantu oleh Hantu Hitam. Di negeri Iram Dami, Tajul Muluk bertemu dengan Putri Cahya Mala. Putri itu jatuh cinta kepadanya dan sesudah mengalahkan Dewa Sakti, Tajul Muluk menikah dengannya serta diangkat pula menjadi raja Iram’Dami menggantikan Raja Beureuman Kayuti.

Dalam usaha mencari Meungkawali selanjutnya, Tajul Muluk bertemu dengan anak Raja Budiu Indra bernama Dhien Peuduka. Putri ini sangat mencintai Tajul Muluk yang menyebabkan ayahnya amat murka. Tajul Muluk dapat mengalahkan pasukan Budiu Indra dan Dhien Peuduka menjadi istrinya. Akhirnya dengan bantuan Beureuman Kayuti, Putri Meungkawali diketemukan dan berkat ilmu saktinya putri itu kembali lagi seperti sediakala. Dengan membawa empat orang putri yaitu Meungkawali, Dhien Peuduka, Cahya Mala, dan Lidam Bumi, tak lama kemudian Tajul Muluk sampai di Syarikatan. Di sana mereka disambut dengan meriah oleh keluarga istana termasuk Putri Janu Hati dan Mahmuda.

Semua putri menyembah Lilan Kande dan Baginda Raja Zainul Muluk. Keempat orang putri masing-masing Cahya Mala, Lidam Bumi, Janu Hati, dan Mahmuda kemudian dinikahkan oleh Tajul Muluk dengan keempat saudaranya. la hanya memiliki Meungkawali dan Dhien Peuduka. Tiada berapa lama kemudian Meungkawali melahirkan seorang putra dan diberi nama Syamsul Kamar.

Tersebutlah seorang raja dari negeri Cina bernama Mureh. Pada suatu malam ia bermimpi mendapat setangkai bunga. Menurut ahli nujum raja akan mendapat seorang putri bernama Meungkawali. Tetapi putri itu akan direbut kembali oleh suaminya yang sakti bernama Tajul Muluk. Dengan armadanya yang besar raja Cina berangkat menuju Syarikatan. Sampai di sana balatentara Cina mendapat perlawanan hebat dari Tajul Muluk. Pertempuran seru terjadi. Tajul Muluk dibantu oleh pasukan sakti Muzafasyah dan raja-raja lain.

Dalam peperangan itu adik raja Cina bernama Eumpieng Beusoe tewas. Dengan ilmu saktinya panglima perang Cina bernama Beureuman Dewi dapat menawan Tajul Muluk bersama Meungkawali. Mereka dibawa ke negeri Cina. Syamsul Kamar mengikuti ayahnya ke negeri Cina, ia bersama panglima-panglima perang lainnya. Pasukan Cina dibuat tidak berdaya. Raja Cina terbunuh dalam peperangan itu. Negerinya ditaklukkan dan Beureuman Kayuti menggantikannya sebagai raja.

Sesudah semuanya selesai barulah Tajul Muluk, bersama Meungkawali beserta sejumlah pengikutnya pulang ke Syarikatan. Di sana mereka hidup dalam keadaan damai. Tiada berapa lama kemudian Syamsul Kamar menggantikan ayahnya sebagai raja negeri Syarikatan.


NASKAH ASLI HIKAYAT TAJUL MULUK



























































































































































































































































































































































 


 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)