KERE MUNGGAH BALE & REZEKI TAK DISANGKA-SANGKA

0

Kere Munggah Bale & Rezeki tak Disangka-sangka

Kere yaitu miskin (kaum duafa).

Munggah yaitu naik (pangkat, derajat, sugih blegedhu dhadhakan).

Bale yaitu pendapa atau baleirung alias tempatnya bendara atau majikan atau kaum elit maksudnya orang miskin tiba-tiba menjadi kaya, atau orang yang taraf kehidupannya meningkat menjadi miliyader.

Kalau di Bahasa Indonesia mungkin disebut orang kaya baru.

Misalnya :

Pembantu menikahi juragannya maka si pembantu dianggap kere munggah bale.

Mendapat dari rejeki, perniagaan / perdagangan / jualbeli / warisan, dapat hadiah, rejeki dari online misalnya game online, you tuber, blogger, tiktok, swafoto (selfie) lewat non-fungible token (NFT) dan lain-lain, tapi semuanya tidak gratis hanya bermimpi keberhasilan dengan penuh perjuangan, sabar, tekun, ulet, belajar dan belajar dan ikhtiar serta doa.

 

Kere Munggah Bale

Kata kere berarti orang yang sangat miskin dan gembel.

Karena dia sangat miskin maka kalau tidur dia hanya beralaskan tikar. Itupun bukan tikar yang baru, tetapi tikar bekas yang sudah lusuh.

Tidak ada kemampuan baginya untuk memiliki tempat tidur atau amben atau bale untuk alas tidurnya, sehingga ketika dia berobah menjadi tidur di atas dipan atau bale sudah menjadi bahan gunjingan.

Menjadi bahan sindiran karena dipan yang dipakainya bukan atas usaha dan keringatnya sendiri tetapi karena nasib dia dijadikan isteri atau suami oleh orang kaya.

Bisa dikatakan dia menjadi orang kaya mendadak.

Sindiran itu biasanya datang dari orang yang iri atas nasib baik yang menimpa orang miskin itu.

Terkadang ucapan itu juga datang dari orang yang menyindirnya karena mantan miskin itu lupa kepada teman-teman lamanya.

Bisa juga sindiran itu datang dari seseorang karena si miskin yang naik peringkat itu tidak pernah menunjukkan terima kasihnya kepada orang yang mengangkatnya.

Dia bergaya seakan pergantian posisi itu diperoleh semata karena usaha dan prestasinya sendiri.

Namun kalau kita berfikir jernih dan percaya kepada kekuasaan Tuhan, maka hal itu tak perlu kita permasalahkan.

Tuhan Maha Kuasa untuk berbuat segalanya termasuk merobah nasib seseorang.

Bisa jadi Tuhan membekalinya dengan rupa yang cantik atau wajah tampan yang menjadikan orang tertarik kepadanya yang kemudian memperistri atau mempersuaminya.

Bisa jadi dia telah berjasa menolong orang yang kemudian mengangkat nasibnya sebagai balas budi.

Bisa jadi anak atau cucunya berkecukupan dan mengajaknya untuk hidup bersama.

Bisa juga dia memiliki kepandaian dan potensi yang terlihat oleh seseorang yang kemudian menfasilitasinya untuk mengembangkan potensi itu sehingga hal itu dapat mengangkat nasibnya.

Dan tentu masih banyak lagi kemungkinan yang lain.

Jadi pitutur ini tidak mesti kita maknai sebagai sindiran, tetapi bisa juga kita maknai sebagai motivasi agar orang mempunyai harapan dan tidak berkecil hati apalagi marah karena nasibnya yang sedang tidak baik, karena Tuhan berkuasa untuk merobah nasib seseorang. Bersabarlah dan selalulah memohon kasih dan sayangNya.

QS. Ali Imran ayat 26 :

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

 


Ayat Al-Quran Tentang Pintu Rezeki, Allah SWT Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang membahas tentang pintu rezeki. Ayat-ayat ini menegaskan bahwa rezeki dari Allah SWT tidak terbatas pada apapun dan sudah ditetapkan rezeki untuk setiap makhluknya.

Rezeki setiap makhluk sudah diatur sedemikian rupa, demikian juga rezeki bagi manusia. Rezeki bukan hanya berupa harta, tetapi juga meliputi kesehatan, nikmat iman Islam dan juga dapat berupa keluarga yang harmonis.

Bahwa Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluknya, tetapi rezeki tersebut terkadang tidak datang dengan sendirinya. Rezeki tidak datang pada orang-orang yang pasif dan tidak melakukan upaya apapun.

Manusia dibekali akal dan pikiran sehingga bisa digunakan untuk berusaha mencari dan menjemput rezeki. Iringi juga dengan rasa syukur dan ikhlas serta keyakinan penuh bahwa Allah akan memberikan rezeki dari pintu yang tak disangka-sangka.

Dalam Al-Quran, Allah berfirman melalui surat Ibrahim ayat 7 tentang tambahan nikmat bagi hambanya yang senantiasa bersyukur.

Surat Ibrahim Ayat 7 :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

 

Ayat Al-Quran tentang Rezeki

Surat Hud ayat 6 :

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīn

Artinya : Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

Surat At-Talaq Ayat 3 :

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrā

Artinya : Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Surat An-Najm ayat 39-41 :

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ

ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ

Wa al laisa lil-insāni illā mā sa'ā, Wa anna sa'yahụ saufa yurā, ṡumma yujzāhul-jazā`al-aufā

Artinya : Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

 

Al Baqarah 245 :

مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَٱللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۜطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Man żallażī yuqriḍullāha qarḍan ḥasanan fa yuḍā'ifahụ lahū aḍ'āfang kaṡīrah, wallāhu yaqbiḍu wa yabṣuṭu wa ilaihi turja'ụn

Artinya : Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

 

Surat Nuh ayat 10-12

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā, Yursilis-samā`a 'alaikum midrārā, Wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj'al lakum jannātiw wa yaj'al lakum an-hārā

Artinya : Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

"Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebaik-baiknya, maka Allah akan memberikan rezeki sebagaimana Dia berikan kepada burung, ia keluar pada waktu pagi dalam keadaan perut yang kosong dan pulang petang dengan perut kenyang." (HR. Ahmad).

Tidak ada keraguan atas kehendak-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang beriman yang dilimpahkan rezeki yang halal dan berkah.

 

Ayat Surat At Thalaq, Rezeki Datang dari Arah Tak Disangka-sangka

Banyak sekali ayat-ayat dalam Al Quran yang memiliki berbagai keistimewaan luar biasa, salah satunya ayat seribu dinar (Potongan Surat At Thalaq) dan Surat Al Waqiah.

Kisah Ayat Seribu Dinar, Amalan Pengundang Rezeki, Ada Cerita Nabi Khidir dan Seorang Saudagar

Bagi yang belum pernah mendengar ayat seribu dinar perlu anda ketahui bahwa ayat ini adalah bagian akhir ayat 2 dan seluruh ayat 3 dalam surat At Thalaq.

Dinamakan ayat seribu dinar adalah karena khasiat ayat seribu dinar yang konon jika dibaca akan memudahkan kita dalam mencari rezeki.

Berikut ini bunyi ayat seribu dinar

Al Quran Surah At – Talaq ayat 2-3 :

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)

“Wa mayyattaqillaa ha yaj-‘al lahuu makhraja – wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib – wa mayyatawakkal ‘a- lallaahi fahuwa hasbuh – innallaaha baalighu amrihi – qad ja ‘a lallaahu li kulli syai in-qadra

Artinya : “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rezeki yang tidak diduga-duga. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya dijamin-Nya, sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintah-Nya dan Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu.”

 

Kisah ayat seribu dinar

At Thalaq Ayat Seribu Dinar

Jika ditelusuri dari jejak sejarah, diceritakan pada zaman dahulu ada seorang lelaki yang bekerja sebagai pedagang.

Suatu malam lelaki itu bemimpi ditemui Nabi Khidir as. Dalam mimpinya, lelaki itu diisyarati oleh Nabi Khidir as untuk bersedekah sebanyak seribu dinar.

Awalnya lelaki, itu tidak mengindahkan isyarat mimpi ini. Kemudian datang mimpi yang kedua dan ketiga dengan jalan mimpi yang sama.

Lelaki itu kemudian berfikir bahwa mimpi yang ia alami merupakan kebenaran.

Setelah bersedekah sebanyak seribu dinar, lelaki itu bermimpi lagi bertemu dengan Nabi Khidir as.

Lalu lelaki itu diajari oleh beliau Nabi Khidir as ayat 2-3 surat At – Talaaq untuk diamalkan oleh lelaki itu.

Sesuai dengan isyarat Nabi Khidir, lelaki itu istiqomah mengamalkan ayat ini.

Suatu ketika, lelaki itu hendak pergi berdagang ke pulau seberang menaiki sebuah kapal.

Ternyata barang dagangan yang ia bawa juga ikut terseret ombak bersamanya ke tepi pantai, dan ajaibnya tidak ada yang rusak sedikitpun.

Musibah yang telah ia lalui, membuatnya sadar akan kebesaran Allah, dan membuatnya yakin akan fadhilah dari ayat yang selalu ia amalkan.

Lelaki itu lalu memutuskan untuk menetap dan berdagang di negeri itu, dengan terus mengamalkan ayat yang diajarkan Nabi Khidir as.

Kesuksesan yang ia raih dalam berniaga, membuatnya menjadi saudagar kaya dan ia menjadi raja di negeri itu.

Sungguh rezeki yang tidak disangka-sangka seperti yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian ayat ini dikenal dengan ayat seribu dinar, sesuai dengan kisahnya.

Manfaat Ayat Seribu Dinar dan Surat Al Waqiah Pembuka Pintu Rezeki  :

1.   Ayat seribu Dinar dan Surat Al Waqiah . Karena dianggap sebagai pembuka pintu rezeki jika diamalkan setiap hari. Ternyata sebutan itu benar adanya. Dalam beberapa hadis dikatakan jika Ayat At Thalaq bisa membukakan pintu rezeki. Abdullah bin Mas'ud berkata jika Nabi pernah mengatakan, membaca surah Al-Waqiah setiap malam bisa dijauhkan dari kefakiran. “Saya mendengar Nabi bersabda: "Barang siapa membaca surah al waqiah setiap malam, ia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya.’ Ibnu Masud berkata, “aku telah memerintahkan anak perempuanku membacanya setiap malam," (HR. Abu Ubaid dalam Fadhoil Al quran dan Baihaqi). Di dalam surah yang terdiri dari 96 ayat ini juga menerangkan tentang balasan bagi orang mukmin dan kafir saat hari kiamat.

2.   Dijauhkan dari kemiskinan. Pahala besar akan didapatkan seseorang yang membaca surah ini setiap malam. Selain itu, membaca surah Al-Waqiah secara rutin bisa menjauhkan seseorang dari kemiskinan untuk selama hidupnya. Apalagi membaca surah Makiyyah ini sebanyak 14 kali setelah menunaikan ibadah sholat Asar atau sekali duduk, maka kekayaan yang didapat oleh orang tersebut akan berlimpah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Ady dikatakan : “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan,".

3.   Mendatangkan syafaat di hari kiamat. Bagi orang yang rajin membaca maka akan mendapatkan syafaat di hari kiamat yang sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

4.   Dijadikan hartawan yang dermawan. Agar seseorang bisa menjadi orang kaya yang selalu mengucap syukur, maka amalan dari Surat Al Waqiah ini dibacakan sebanyak 3 kali sesudah selesai menunaikan sholat subuh. Tak hanya itu, seseorang juga harus membacanya 3 kali sesudah menunaikan sholat Isya.

5.   Mengajarkan ilmu tauhid. Tauhid merupakan sebuah konsep yang diyakini umat Islam yang menyatakan keesaan Allah SWT sebagi Tuhan semesta alam. Dalam Surat Al Waqiah ini memang tidak secara langsung menerangkan ayat tentang kekayaan, rezeki dan hal semacamnya. Namun surah ini mengajarkan tentang tauhid, yang membuat seseorang percaya pada Allah SWT. Tak hanya itu, surah ini juga membimbing seseorang agar semakin yakin atas semuanya yang sudah diatur dengan baik oleh Allah SWT termasuk dalam urusan rezeki.

6.   Diberikan ketenangan. Meski tak mengetahui secara pasti arti dan makna dari surah ini, seseorang yang membacanya dijanjikan ketangan jiwa dan raga. Imam Muhammad Al-Baqir berkata :“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117).

 

Rezeki tak Disangka-sangka

Bahwa rezeki bisa datang kapan saja dan tidak disangka-sangka, tak seperti gaji bulanan yang pasti dapat setiap tanggal waktunya.

Meski ada rezeki yang datang kapan saja atau tidak disangka-sangka, namun bukan berarti manusia tidak berbuat dan berharap semuanya bisa datang sendiri begitu saja.

Mencari rezeki adalah suatu keharusan, meski kapan datangnya bisa saja secara tiba-tiba atau tidak disangka-sangka.

Terdapat doa yang bisa dipanjatkan usai mengerjakan sholat Jumat dan hendak kembali mencari rezeki. Doa ini dibacakan oleh salah satu sahabat nabi, yaitu Arrak bin Malik dengan bunyi firman Allah QS. Al-Jumu’ah: 10 :

اَللَّهُمَّ، أَجِبْتُ دَعْوَتَكَ وَصَلَّيْتُ فَرِيْضَتَكَ، وَانْتَشَرْتُ كَمَا أَمَرْتَنِيْ فَارْزُقْنِيْ مِنْ فَضْلِكَ، وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ. (رواه ابن ابي حاتم)

Allahumma ajibtu da'wataka washilaitu faridhotuka wantasyarat kamaa amartanii, farzuqnii min fadlika wa anta khairurraaziqiin.

Artinya : "Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Dari firman Allah SWT tersebut, menginspirasi kita semua untuk selalu senantiasa produktif, energik dan efisien dalam menggunakan waktu. Selain itu, juga dilarang keras untuk bermalas-malasan.

Firman Allah SWT : (QS. Al-Mulk ; 15).

هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ ذَلُوۡلًا فَامۡشُوۡا فِىۡ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِهٖ‌ؕ وَاِلَيۡهِ النُّشُوۡرُ

Huwal lazii ja'ala lakumul arda zaluulan famshuu fii manaakibihaa wa kuluu mir rizqihii wa ilaihin nushuur

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Rezeki tak disangka-sangka itu datang saat :

1.      Saat kita bertakwa.

2.      Saat kita dalam emosi positif.

3.      Saat bertawakkal.

Surat At Thalaq Ayat 3

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Artinya : Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Tafsir al-Mukhtashar :

Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak terdetik di dalam hatinya dan tidak ada dalam perhitungannya.

Barang siapa bersandar kepada Allah dalam segala urusannya, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.

Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya, tidak lemah untuk berbuat sesuatu dan tidak ada sesuatu yang luput dari-Nya.

Allah sudah membuat batasan untuk segala sesuatu yang akan selesai pada batasnya. Kesusahan ada batasnya, kesenangan ada batasnya, masing-masing dari keduanya tidak kekal menimpa manusia

Tafsir al-Wajiz :

Dan memberinya rejeki dengan berbagai persiapan melalui arah yang tidak diketahui. Barang siapa menyerahkan urusannya kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya.

Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menerapkan hukum, kehendak, dan takdirNya terhadap makhlukNya.

Sungguh Allah telah menciptakan bagi tiap-tiap sesuatu kesejahteraan yang sudah ditakdirkan, jumlah dan masanya tidak lebih dari takdir yang telah ditentukan itu.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)