ALAM KADHEWATAN

0

ALAM KADHEWATAN

(Jalan Terlahir Kembali di Alam Bahagia) 



Raga jinem
Netra merem
Pikiran lerem
Ati tentrem
Tan ana suara
Tan ana pangrasa
Kahanan sirep ing sepi
Kaheningan deres mili
Suksma nrabas ngimpi
Nuju dhasaring jaladri
Lakuning layaping aluyut
Sangsaya angelangut
Amiyak warana pedhut
Katon sepi
Alam sonya ruri
Tanpa tepi
Tanpa dhiri pribadhi
Amung padhang
Sumunar terang
Cahya gumilang
Nang kene udu pungkasan
Nanging wiwitaning
lelampahan
Anuju kaswargan
Alam kadhewatan


Yang Murni itu hanya Atma (Atman), Sukma Sejati.  Jiwa anda itu  lahir di Bumi sudah satu paket Yaitu Sukma Sejati bersama saudaranya 4 hawa Nafsu agar terlahir menjadi Manusia. Hawa Nafsu adalah piranti-piranti hidup manusia yang anda bawa  sejak lahir sebagai manusia.  Anda  tidak  bisa meminta dan tidak dapat menolaknya. Sampai disini pasti faham. Tetapi Anda memiliki, menyimpan keinginan agar kelak setelah Kematian ingin terlahir kembali di Alam Bahagia atau Surga bukan?    

Ajaran Jawa Warisan Leluhur, 

Ada dua cara agar terlahir kembali di Alam Bahagia (Surga) :

1. Cara Pertama, Lengser Keprabon Madek Pandhita. Bila anda telah mapan secara ekonomi, telah mencapai usia 56-60 tahun, maka, anda harus berani Melepas Jabatan, melepas pekerjaan untuk membersihkan dosa-dosa anda, menjernihkan Jiwa,  menjadi Brahmana, menjauhkan diri dari hiruk-pikuk kehidupan duniawi yang berpotensi menimbulkan konflik, timbul rasa  benci,  amarah, iri, bahkan timbul angkara murka di hari tua anda. Orang-orang dahulu, para Raja, para Ksatria menyingkir dari Keramaian,  bertapa di Lereng atau di Puncak Gunung yang indah, hingga Kematian 

menjemputnya. Mereka terus hening membersihkan diri, menjernihkan Jiwanya, terus menumpuk Energi Batin agar kelak Jiwanya mampu melesat ke Langit Tingkat 7 (Dimensi Atas) setelah Jiwa lepas dari Raga. Seperti dicontohkan oleh Resi Wiyasa, Begawan Wibisana, Sri Krisna, para Pandawa, dll, dalam munuju moksa atau minimal terlahir kembali, manitis di Alam Bahagia atau terlahir di Alam  Kadhewatan.

2. Cara Kedua, apabila anda secara ekonomi belum mapan, tidak bisa meninggalkan keluarga karena harus mencari Nafkah, maka jadilah Satria Pinandhita, Satria Mbathara, seperti Resi Bhisma, masih berperang menjadi Senopati,  tetapi hatinya suci sebagai Brahmana. Anda harus mampu Tapa Ngrame, tetap hening bertapa menahan diri di tengah-tengah banyaknya  godaan nafsu, kenikmatan ragawi, amarah, kebencian, angkara murka.    Cara kedua ini juga merupakan Jalan menuju Alam Kadhewatan (Surga).


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)