ATI SEGORO

0

ATI SEGORO

Ati segoro, begitu kata orang Jawa: hati bagai samudera. Makin luas hatinya berarti makin halus pula rasa-nya

Ati segoro, begitu kata orang Jawa: hati bagai samudera. Makin luas hatinya berarti makin halus pula rasa-nya. Dalam literatur Jawa, rasa adalah inti terdalam manusia, kebenaran tertinggi. Makin halus rasanya, berarti makin dekat orang itu pada inti kebenaran, makin tinggi tingkat spiritual-nya. Dan makin halus rasa seseorang, dia akan menjadi makin momot, makin luas ruang hatinya, sehingga bagai samudera yang bisa menampung ribuan sungai yang mengalir kepadanya tanpa menjadi penuh maupun kotor.

Dalam masyarakat desa sering kita dengar istilah parikan atau paribasan yaitu usus kali ati segara yang berarti usus sungai hati lautan. adapun maknanya adalah kita sebagai orang hidup hendaknya bersikap sabar dalam menghadapi segala coba dan ujian, tabah dan berlapang dada dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Kita tidak harus menjadi yang terbaik dalam setiap aktifitas ataupun melakukan kegiatan melainkan harus berusaha dengan sebaik-baiknya. sabar dan tabah menghadapi cobaan menjadi senjata pertahanan dalam setiap menapaki jalan kehidupan.

Beruntunglah bagi anda jika banyak sekali  masalah dalam kehidupan, karena dari benturan-benturan masalah tersebut anda akan lebih dewasa serta dapat berpikir dan melakukan tindakan dengan bijak dalam menghadapi suatu masalah. Orang yang terbiasa hidup dalam titik kenyamanan biasanya hidupnya akan biasa-biasa saja, kurang ada tantangan karena segalanya telah ada, berbeda dengan orang yang mau keluar dari titik kenyamanan untuk membawa suatu perubahan.

Peran sikap usus kali ati segara ditengah-tengah masyarakat sering kali diucapkan sebagai penenang, dan motivasi orang desa dalam menghadapi segala coba. yaitu orang tidak cepat marah dan putus asa dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Tuhan. Ususnya bagaikan sungai yang panjang dan hatinya seluas lautan, bersabar dan tetap ikhtiar untuk mencapai cita-cita dan tujuan dalam kehidupan. semangat pagi. 

 

Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta untuk tidak sendiri. Kita tidak ditakdirkan untuk sendiri. Banyak orang-orang di sekeliling kita yang care sama kita. Masa remaja merupakan masa dimana kita merasa paling bahagia. karena masa itu, kita diberi kesempatan untuk mengenal banyak hal. Terutama oramg-orang yang mau mendengar cerita susah senang kita. Dialah Sahabatmu. Punya teman banyak merupakan sebuah kebanggan tersendiri dimana di setiap jalan, di setiap tempat kita dapt bertemu dan say hello. Sebuah hubungan persahabatan diperlukan kerelaan hati untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing personil. Rasa pengertian yang tinggi juga mmapu memperkuat itu. Untuk jaman sekarang tak gampang untuk menemukan sesosok malaikat seperti itu. iya..memamg kita hanya manusia biasa yang tak sempurna yang gampang terpengaruh, emosi dan egois. Tapi akan terasa bahagia jika dirimu dianggap berharga oleh sahabatmu. kesediaan untuk hadir di setiap waktu. Terasa bahagia.

Akan tetapi akan terasa sakit dan sangat sakit ketika kita dikecewakan. Masih belum bisa percaya untuk menerima perlakuan dari sahabatmu yang membuat hatimu kecewa. Butuh waktu yang cukup lama untuk membenahi batu-batu yang runtuh dalam tembok ruamh persahabatan kalean. Banyak faktor sebagai penyebab retaknya dinding kekokohan persahabatn itu.

Berdoalah agar persahabatan kalian tetaap terjaga. :

1.      Suatu kebohongan yang tak beralasan juga akan menyulut api kekecewaan.

2.      Apapun bentuknya.

3.      Jadi kejujuran dan keterbukaaan juga dibutuhkan sebagai unsur-unsur penguat dinding persahabatan.

4.      Kita tak boleh egois.

5.      Kita juga harus instrospeksi diri ketika kita dikecewakan.

6.      Dia melakukan itu pasti ada sesuatu yang kuarang dari kita entah itu apa.

7.      Dia pasti punya alasan.

8.      Memang tak mudah untuk menerima sebuah kekecewaan. Semua ada waktunya. Jika saatnya tiba kita akan tahu apa yang harus dilakukan.

 

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya merdekanya jiwa dan sukma.

Artinya :

Dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa.

Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu).

Artinya : alam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup.

Semar bertubuh tambun: melukiskan keluasan hatinya.

Ati segoro, begitu kata orang Jawa: hati bagai samudera. Makin luas hatinya berarti makin halus pula rasa-nya. Dalam literatur Jawa, rasa adalah inti terdalam manusia, kebenaran tertinggi. Makin halus rasanya, berarti makin dekat orang itu pada inti kebenaran, makin tinggi tingkat spiritual-nya. Dan makin halus rasa seseorang, dia akan menjadi makin momot, makin luas ruang hatinya, sehingga bagai samudera yang bisa menampung ribuan sungai yang mengalir kepadanya tanpa menjadi penuh maupun kotor.

Sebaliknya makin kasar rasa seseorang, makin rendah tingkat spiritual-nya, makin kaku sikapnya, dan makin sulit menerima pandangan yang berbeda, tidak bisa hidup tenteram dengan kelompok lain, mau menang sendiri (sak karepe dewe) dan sembrono ilmu ngawur. Lebih celaka lagi, dengan mengatas-namakan agama dan Tuhan.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)