SANGKAN PARANING DUMADI SRI JOYOBOYO

0

 SANGKAN PARANING DUMADI 

SRI JOYOBOYO

 

 



Kisah Sangkan Paraning Dumadi media Wayang Kulit :





Aliran Kejawen ”Sangkan Paraning Dumadi Sri Jayabaya” adalah aliran kepercayaan yang mempercayai adanya silsilah manusia yang digabungkan dengan cerita dalam pewayangan. Berikut adalah sedikit penjelasannya.

 

Menurut kepercayaan ini, sebenarnya pohon silsilah itu ada tiga golongan, yaitu: sejarah silsilah manusia, sejarah silsilah banu jan (yang sama sekali tidak diketahui manusia) dan sejarah silsilah campuran manusia dan banu jan (inipun tidak banyak diketahui kecuali dari Nabi Sis as. 


SANGKAN PARANING DUMADI                             

Berikut ini adalah beberapa pengertian dari terjemahan yang mungkin berasal dari Kitab Sangkan Paraning Dumadi yang merupakan warisan leluhur Tanah Jawa.

 

Sebelum manusia itu lahir (dumadi) ke dunia adalah belum mempunyai nama (asmo/ asma/ nami/ aran/ jejuluk/ tetenger) yang bisa dikatakan belum ada. Dan setelah manusia itu lahir barulah akan diberi nama atau dengan kata lain mempunyai nama, dengan begitu artinya manusia itu asalnya tidak ada menjadiada dan kemudian pada akhirnya menjadi tidak ada lagi /sempurna.

 

Kemudian syarat-syarat agar supaya bisa mendapatkan tempat hidup sebenarnya (sejatine urip) yang kekal, adalah bukan karena kata-kata siapa tetapi hanya melulu karena pengetahuan yang benar-benar karena diberi penglihatan batin (kawruh). Dan sekali lagi syarat-syarat itu bukan karena manusia (oleh manusia), tetapi benar adalah karena (......) orang Jawa tidak berani menyebutnya karena dianggap njangkar (tidak sopan), yaitu Gusti yang menciptakan jagat gumelar (bumi dan seisinya).


Berikut ini adalah silsilah itu yang akhirnya menurunkan silsilah Raja Kadiri Jayabaya :

 

1.       Nabi Adam (Sang Hyang Janmawalijaya / Sang Hyang Adhama).

2.       Nabi Sis (Sang Hyang Syta).

3.       Sayid Anwar (Sang Hyang Nur Cahya).

4.       Sang Hyang Nurasa.

5.       Sang Hyang Wenang (Sang Hyang Wisesa)

6.       Sang Hyang Manik Maya (Betara Guru)

7.       Betara Brama / Sri Maha Punggung / Dewa Brama

8.       Betara Sadana (Brahmanisita)

9.       Betara Satapa (Tritusta)

10.   Bambang parikanan

11.   Resi Manumayasa

12.   Resi Sekutrem

13.   Begawan Sakri

14.   Begawan Palasara

15.   Begawan Abiyasa (Maharaja Sanjaya)

16.   Pandu Dewanata

17.   Dananjaya (R.Arjuna)

18.   R. Abimanyu

19.   Prabu Parikesit

20.   Prabu Yudayana

21.   Prabu Yudayaka (Jaya Darma)

22.   Prabu Gendrayana

23.   Prabu Jayabaya

24.   Prabu Jaya Amijaya

25.   Prabu Jaya Amisena

26.   Raden Kusumawicitra

27.   Raden Citrasuma

28.   Raden Pancadriya

29.   Raden Anglingdriya

30.   Prabu Suwelacala

31.   Prabu Sri Maha Punggung

32.   Prabu Kandihawan (Jayalengkara)

33.   Resi Gatayu

34.   Resi Lembu Amiluhur

35.   Raden Panji Asmara Bangun (Inu Kertapati)

36.   Raden Kudalaweyan (Mahesa Tandreman)

37.   Raden Banjaran Sari

38.   Raden Munding Sari

39.   Raden Munding Wangi

40.   Prabu Pamekas

41.   Raden Jaka Sesuruh (R. Wijaya / raja Majapahit)

42.   Prabu Taruma (Bhre Kumara)

43.   Prabu Hardaningkung (Brawijaya I)

44.   Prabu Hayam Wuruk

45.   Raden Putra

46.   Prabu Partawijaya

47.   Raden Angkawijaya (Damarwulan)

48.   Bethoro Kathong (Lembu Kanigoro)

49.   nDoro Prenggo



Ilustrasi Sangkan Paraning Dumadi :








Imajiner Nuswantoro




Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)