18 SIFAT KEPEMIMPINAN MAHA PATIH GAJAH MADA & 5 KEWAJIBAN SANG PEMIMPIN

0

 18 SIFAT KEPEMIMPINAN MAHA PATIH GAJAH MADA & 5 KEWAJIBAN SANG PEMIMPIN 







Memiliki 18 ILMU KEPEMIMPINAN yang harus di terapkan, diantaranya :


1. Wijaya

Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa yang tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan, karena hanya dengan jiwa yang tenang masalah akan dapat dipecahkan.


2. Mantriwira

Seorang pemimpin harus berani membela dan menengakkan kebenaran dan keadilan, tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun


3. Natangguan

Seorang pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut, sebagai tanggungjawab dan kehormatan.


4. Satya Bakti Prabu

Seorang pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yang lebih tiggi dan bertindak dengan penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa.


5. Wagmiwak

Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dengan tutur kata yang tertib dan sopan, serta mampu menggugah semangat masyarakatnya.


6. Wicaksaneng Naya

Seorang pemimpin harus pandai berdiplomasi dan pandai mengatur strategi dan siasat.


7. Sarjawa Upasama

Seorang pemimpin harus rendah hari, tidak boleh sombong, congkak mentang-mentang menjadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.


8. Dirosaha

Seorang pemimpin harus rajin dan tekun bekerja, pemimpin harus memusatkan rasa, cipta, karsa dan karyanya untuk mengabdi kepada kepentingan umum.


9. Tan Satresna

Seorang pemimpin tidak boleh memihak dan pilih kasih terhadap salah satu golongan atau memihak saudaranya, tetapi harus mampu mengatasai segala paham golongan. Sehingga dengan demikian akan mampu mempersatukan seluruh potensi masyarakatnya untuk menyukseskan cita-cita bersama.


10. Masihi Samasta Buwana

Seorang pemimpin harus mencintai alam semesta dengan melestarikan lingkungan hidup sebagai karunia dari Tuhan dan mengelola sumber daya alam dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan rakyat.


11. Sih Samasta Buwana

Seorang pemimpin harus dicintai oleh segenap lapisan masyarakat dan sebaliknya pemimpin harus mencintai rakyatnya.


12. Negara Gineng Pratijna

Seorang pemimpin senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan, maupun keluarganya.


13. Dibyacita

Seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya (akomodatif dan inspiratif).


14. Sumantri

Seorang pemimpin harus tegas, jujur, bersih dan berwibawa.


15. Nayaken Musuh

Seorang pemimpin harus dapat menguasai musuh-musuhnya, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, termasuk juga yang ada di dalam dirinya sendiri (nafsunya/sadripu).


16. Ambek Parama Arta

Seorang pemimpin harus pandai menentukan prioritas atau mengutamakan hal-hal yang lebih penting bagi kesejahteraan dan kepentingan umum.


17. Waspada Purwa Arta

Seorang pemimpin harus selalu waspada dan mau melakukan mawas diri (instropkesi) untuk melakukan perbaikan.


18. Prasaja

Seorang pemimpin harus berpola hidup sederhana (Aparigraha), tidak berfoya-foya atau serba gemerlap.

Selain itu, Gajah Mada juga mengamalkan ajaran dari Prabu Arjuna Sasrabahu dalam pewayangan, yang merumuskan ilmu kepemimpinan yang dikenal dengan Panca Titi Darmaning 


Berikut ilustrasi penyampaian wejangan Gajah Mada diperankan oleh Mbah Tumirah di petilasan Gajah Mada Lebak Jabung Jatirejo Mojokerto (wilayah KPH, Perum Perhutani Pemangkuan Hutan Jombang) : 


Bag. 1



Bag, 2



Bag. 3




Prabu atau lima kewajiban sang pemimpin yaitu :

1. Handayani Hanyakra Purana

Seorang pemimpin senantiasa memberikan dorongan, motivasi dan kesempatan bagi para generasi mudanya atau anggotanya untuk melangkah ke depan tanpa ragu-ragu.


2. Madya Hanyakrabawa

Seorang pemimpin di tengah-tengah masyarakatnya senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan dan mengambil keputusan dengan musyawarah dan mufakat yang mengutamakan kepentingan rakyat.


3. Ngarsa Hanyakrabawa

Seorang pemimpin sebagai seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan panutan-panutan yang baik sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakatnya.


4. Nir bala Wikara

Seorang pemimpin tidaklah selalu menggunakan kekuatan atau kekuasaan di dalam mengalahkan musuh-musuh atau saingan politiknya. Namun berusaha menggunakan pendekatan pikiran dan lobi, sehingga dapat menyadarkan dan disegani pesaing-pesaingnya.


5. Ngarsa Dana Upaya

Seorang pemimpin sebagai seorang kesatria harus senantiasa berada didepan dalam mengorbankan tenaga, waktu, materi, pikiran, bahkan jiwanya untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakatnya.


Terdapat pula beberapa kriteria yang harus dimiliki dalam kepemimpinan, sehingga semakin menunjang keberhasilan dari seorang pemimpin maupun mereka yang dipimpin. Diantaranya sebagai berikut :

1. Abikamika

Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi kebawah dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi atau golongan.


2. Prajna

Pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan panutan bagi rakyatnya.


3. Usaha

Pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif dan inovatif (pelopor pembaharuan) serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyatnya.


4. Atma Sampal

Pemimpin harus mempunyai kepribadian: berintegritas tinggi, moral yang luhur serta obyetif dan mempunyai wawasan yang jauh ke masa depan demi kemajuan bangsanya.


5. Sakya Samanta

Pemimpin sebagai fungsi kontrol harus mampu mengawasi bawahan (efektif, efisien dan ekonomis) dan berani menindak secara adil bagi yang bersalah tanpa pilih kasih (tegas).


6. Aksudra Pari Sakta

Pemimpin harus akomodatif, mampu memadukan perbedaan dengan jalan permusyawaratan dan pandai berdiplomasi, menyerap aspirasi dari bawahan dan rakyatnya.

Memperhatikan apa yang pernah diterapkan oleh Mahapatih Gajah Mada, maka menjadi jelaslah bahwa kepemimpinan itu sangatlah penting. Namun lebih penting lagi tentang bagaimana memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin yang baik dan menjadi seorang yang dipimpin secara benar. Gajah Mada memiliki strategi dan kemampuan yang sangat baik, sebab ia pun sadar bahwa untuk suksesnya pencapaian tujuan dari suatu perkumpulan, maka sangat tergantung dari proses kerjasama dan rasa saling membutuhkan diantara anggota dan pemimpinnya.

Jadi, untuk menjadi sebuah bangsa yang besar dan berwibawa, maka baiklah kita mengambil pelajaran dari semua yang telah dijabarkan oleh nenek moyang kita itu. Dari setiap prinsipnya, tidak satupun yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Semuanya sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang. Bahkan patut diterapkan sebagai tolak ukur keberhasilan.


RAHAYU, RAHAYU, RAHAYU NING JAGAT GUMELAR



Imajier Nuswantoro 



Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)