JEJEG - JUJUR - ADIL
SABDO PANDITO RATU TAN KENO WOLA WALI
Sabdo pandito ratu tan kena wola wali adalah pepatah Jawa yang berarti ucapan seorang pemimpin (raja) atau tokoh bijaksana (pandito) tidak boleh diubah-ubah, dibatalkan, atau plin-plan, menekankan pentingnya konsistensi, janji, dan wibawa seorang pemimpin atau tokoh yang dihormati. Ungkapan ini mengajarkan bahwa kata-kata mereka memiliki kekuatan dan konsekuensi, sehingga harus diucapkan dengan penuh pertimbangan dan ditepati.
Makna dan Konsep :
- Sabdo (Sabda) = Ucapan, perkataan.
- Pandito = Pendeta, orang bijak, guru spiritual.
- Ratu = Raja, pemimpin.
- Tan Kena Wola Wali = Tidak bisa dibolak-balik, tidak bisa diubah, tidak boleh plin-plan/bertentangan.
Inti dari Pepatah :
- Wibawa = Menjaga kehormatan dan wibawa pemimpin.
- Konsistensi = Menunjukkan keteguhan sikap dan perkataan.
- Tanggung Jawab = Menekankan bahwa setiap ucapan pemimpin membawa tanggung jawab besar.
Pegangan Raja Jawa Berdasarkan TRI SULA WEDA.
Senjata Bermata Tiga, Senjata ampuh dalam menghadapi kehidupan.
Trisula memiliki arti senjata bermata tiga (yang dikenal merupakan senjata Dewa). Trisula juga bisa diartikan sebagai tiga kekuatan yang menyatu dalam kehidupan ini.
Weda adalah bahasa Sankrit atau Sansekerta. Arti kata Weda sendiri adalah ilmu pengetahuan. Secara etimologi, kata Weda berakar dari bahasa Sansekerta Vid yang artinya mengetahui.
Apa saja sifat yang bisa diambil dari senjata Trisula Weda itu ?
Sesuai dengan tiga mata pada senjata Trisula, maka ketiga sifat yang perlu untuk dilakukan adalah
1. Jejeg
2. Jujur
3. Adil
1. Jejeg.
Jejeg memiliki arti berdiri tegak (memiliki pendirian yang kuat).
Tidak goyah sedikitpun meski diiming-imingi sesuatu.
Jejeg yang dimaksud disini adalah berani mengatakan yang benar itu adalah benar, yang salah adalah salah.
Jika seseorang sudah memiliki sifat Jejeg dalam hidupnya, maka ia tidak akan mudah terombang ambing dalam arus godaan kehidupan.
2. Jujur.
Mungkin sudah banyak yang mengetahui arti kata jujur. Jujur memiliki arti tidak pernah berbohong dan selalu mengatakan yang sebenarnya meskipun itu pahit.
3. Adil.
Meskipun Adil yang sejati hanya milik GUSTI SANGKAN PARANING DUMADI.
Namun manusia di dunia ini juga mempunyai sifat adil meski tidak absolut.
Adil yang dimaksud adalah tidak membela atau menyukai pihak-pihak tertentu. Semuanya sama.
Nah, sifat Adil dalam pengertian Trisula Weda itu juga bisa berarti bener (benar) dan Wicaksono (Bijaksana).
Artinya, Adil, benar dan bijaksana adalah satu rangkaian agar manusia bisa menjadi adil se-adil adilnya.
Jejeg, Jujur, Adil
Jejeg, jujur, adil adalah prinsip moral dan etika yang menekankan integritas tinggi. Jejeg berarti tegak, memiliki pendirian kuat, dan teguh pada kebenaran; jujur berarti tulus dan berani menyatakan benar atau salah; sedangkan adil adalah tidak memihak dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Prinsip ini sering dikaitkan dengan perilaku mulia, terutama bagi pemimpin atau hakim, untuk menciptakan kebenaran dan keadilan yang sejati.
- Jejeg (Tegak/Teguh) : Memiliki pendirian kuat dan konsisten.
- Jujur : Keberanian menyatakan yang benar adalah benar dan salah adalah salah.
- Adil : Menempatkan kebenaran pada tempatnya dan tidak membela pihak tertentu secara sepihak.
Konsep ini juga sering dikaitkan dengan falsafah bener, jejeg, jujur (benar, tegak, jujur) untuk mewujudkan perilaku mulia.
Imajiner Nuswantoro


