FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN

0

Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan

Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang. Sedangkan memfitnah adalah menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dan sebagainya).

Ayat yang membicarakan fitnah lebih kejam dari pembunuhan adalah, Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah: 191).

Dalam Islam, fitnah lebih bahaya dari pembunuhan itu terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah, makna fitnah dalam ayat apakah sama seperti yang dipahami oleh sebagian kita.

Dalam surat tersebut menjelaskan tentang fitnah yang dilepaskan oleh seseorang bisa sangat berbahaya, bahkan disebut lebih berat daripada pembunuhan. 

Fitnah itu lebih berat daripada pembunuhan (QS. al-Baqarah: 191) :

وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya :

Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.

Maka dari itu, fitnah adalah perkara yang wajib dihindari bagi seorang Muslim karena larangannya begitu jelas dan nyata.

Fitnah dalam Islam yang begitu berbahaya lantaran efeknya besar, khususnya bagi seseorang yang mendapatkan fitnah tersebut.

Berikut kitab-kitab hadis umumnya juga memuat khusus tentang fitnah :

1. Salah satu kitab hadis paling lengkap dan jadi rujukan, Kitab Sahih al-Bukhari, misalnya, memuat tak kurang dari 76 hadis tentang fitnah.

2.  Penyebutan yang demikian sering itu, baik dalam al-Qur’an maupun hadis, menunjukkan bahwa fitnah tergolong topik bahasan yang cukup penting di dalam Islam.

3. Bahayanya, fitnah bisa mengakibatkan perang saudara, kekejaman dalam masyarakat, serta kekacauan.

Itulah dalam Islam, fitnah kerap diartikan secara bahasa bermakna murtad atau musyrik. Padanan lain adalah ghibah dan"tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain yang belum tentu benar.

Fitnah diartikan sebagai murtad (keluar dari Islam),  perang saudara, kekejaman, kakacauan, ujian dan cobaan, serta perkataan jelek. Sementara fitnah dalam pengertian murtad terdapat dalam QS al-Baqarah ayat 193.

وَقٰتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ لِلّٰهِ ۗ فَاِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ اِلَّا عَلَى الظّٰلِمِيْنَ

Artinya :

Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.

Fitnah karena dapat menimbulkan keresahan sosial-keagamaan di kalangan masyarakat Islam

UIama tafsir terkemuka, Imam Ath-Thabari menyatakan bahwa yang dimaksud fitnah di sini adalah perbuatan syirik. Sehingga dikatakan bahwa syirik lebih besar dosanya dari pembunuhan. 

Imam Ath-Thabari juga menjelaskan bahwa asal makna dari fitnah adalah al-ibtila dan al-ikhtibar yaitu ujian atau cobaan. Sehingga maksud ayat kata Ibnu Jarir Ath-Thabari, Menguji seorang mukmin dalam agamanya sampai ia berbuat syirik pada Allah setelah sebelumnya berislam, itu lebih besar dosanya daripada memberikan bahaya dengan membunuhnya sedangkan tetap terus berada dalam agamanya.

Ada riwayat dari Muhammad bin Amr, telah menceritakan dari Abu Ashim, telah menceritakan dari Isa bin Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, ia berkata mengenai ayat fitnah lebih parah dari pembunuhan, Membuat seorang mukmin kembali menyembah berhala (murtad) lebih dahsyat bahayanya dibanding dengan membunuhnya.

Qatadah juga menyatakan, Syirik lebih dahsyat dari pembunuhan. Ar-Rabi dan Adh-Dhahak mengungkapkan hal yang sama seperti Qatadah. Ibnu Zaid menyatakan bahwa yang dimaksud fitnah dalam ayat adalah fitnah kekafiran (yaitu membuat orang kafir). (Tafsir Ath-Thabari, 2: 252-253) Sehingga yang dimaksud dengan fitnah dalam ayat ini adalah syirik. Dan membuat orang terjerumus dalam kesyirikan lebih dahsyat dosanya dari membunuhnya.

Disimpulkan pula bahwa kata fitnah dalam bahasa kita ternyata berbeda maksudnya dengan kata fitnah dalam Al-Quran atau bahasa Arab yang maknanya lebih luas. Moga kita semakin diberi tambahan ilmu dalam memahami Al-Quran.

Tafsir dan Asbabun Nuzul Al-Baqarah ayat 191 :

وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya :

Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.

Adapun dalam tafsir Tahlili Kementerian Agama dijelaskan, Asbabun Nuzul atau sebab  musabab turunnya ayat Fitnah itu lebih berat daripada pembunuhan. (QS. al-Baqarah: 191), berkaitan dengan fathul Makkah atau pembebasan kota Makkah.

Terjadi banyaknya fitnah sebelum dan selama proses awal-awal Islam itu hingga disebutkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Dalam tafsir itu dijelaskan, dari Ibnu 'Abbas disebutkan bahwa Rasulullah pada hari pembebasan kota Mekah bersabda, "bahwa negeri ini menjadi tanah haram semenjak Allah menciptakan langit dan bumi sampai hari kiamat nanti. Tidak pernah dihalalkan kecuali pada saat di siang hari ini dan saat itu ialah saatku ini. Tanah haram (tanah suci) Makkah itu menjadi tanah haram sampai hari kiamat tidak boleh dicabut tanam-tanaman dan tidak boleh dirusak padang luasnya.

Jika ada seorang diperkenankan berperang di Mekah dengan alasan bahwa Rasulullah pernah melakukan serupa itu, katakanlah kepadanya, bahwa Allah mengizinkan hal itu kepada Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kepada kamu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Di zaman itu ketika mendapatkan fitnah, orang-orang Mukmin diperintahkan pula mengusir kaum musyrik dari Mekah, karena kaum musyrik itu pernah mengusir mereka dari sana, dan keberadaan orang-orang musyrik di Mekah (tanah haram) berbahaya bagi kemurnian agama dan akan menimbulkan fitnah yang lebih besar bahayanya daripada berperang di tanah haram.

Maksud fitnah di sini ialah penganiayaan oleh kaum musyrik terhadap kaum Muslimin dengan pengusiran, penyiksaan, perampasan harta, serta merintangi pelaksanaan ibadah dan sebagainya. Sehingga keberadaan kaum Muslimin kala itu benar-benar dalam kondisi terjepit.

Itulah penjelasan tentang fitnah lebih kejam dari membunuh, yang berarti untuk berbuat fitnah saja sudah kejam, maka membunuh pun kadar dosanya juga besar.

 


APAKAH KITA HIDUP DI ZAMAN FITNAH ?

Bahwa umat sedang diselubungi fitnah dari seluruh penjuru, dan semoga Allah jauhkan dari kita bentuk jama’ dari fitnah yaitu cobaan dan digunakan untuk semua yang tidak disenangi.

Rasulullah telah memperingati kita dari fitnah sangat sering, dari Abu Hurairah RA. Bahwa Nabi Muhammad SAW berkata : bersegeralah beramal pada zaman fitnah seperti sepenggal malam yang gelap, dimana seorang beriman di pagi hari dan kafir di sore hari, dan beriman di sore hari dan kafir di pagi hari, menjual agamanya dengan barang dunia.

Di sebuah koran berita yang mengatakan bahwa di ruang angkasa sekarang tidak kurang dari tigabelas ribu channel satelit, sebagian besar adalah merusak dan menyampaikan pornografi, fitnah dan bala’ di banyak segi kehidupan, yang akan menghancurkan tegaknya Islam dan akhlak, mengajarkan manusia keburukan dan menjauhkan mereka dari Agama, yang akan mencabut dari sanubari mereka perasaan takut kepada Allah, dan mempermudah mereka berbuat mungkar, jalan kemaksiatan dan cinta syahwat, bagi siapa yang cerdas akan menjaga diri dan keluarganya dari keburukan satelit, layar dan acara-acaranya.

Apa yang disebarkan melalui online dari fitnah juga di siarkan melalui televisi yang demikian juga dengan internet  yang dibeli oleh pemuda untuk kemudaratan, karena di dalamnya disiarkan potongan video, pemandangan, pendapat dan pemikiran yang bersangatan jauh dari realita, karena mempromosikan hubungan terlarang antara dua jenis anak manusia dan menghancurkan  banyak hubungan keluarga sampai kepada perceraian, permusuhan dan fitnah.


FITNAH AKHIR ZAMAN DAN PERINGATAN ROSULLAH

Rasulullah SAW telah memberikan sejumlah peringatan mengenai tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Di antaranya adalah fitnah yang akan bertebaran di mana-mana.

Bahwa, ketika menjelang hari kiamat, maka akan banyak fitnah yang menyebar di dunia. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat (terjadi) banyak fitnah, bagaikan bagian malam yang gelap gulita. Seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman dan di sore harinya menjadi kafir. (Ada) yang di sore harinya dalam keadaan beriman, dan di pagi harinya menjadi kafir. Orang yang duduk di saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri di saat itu lebih baik daripada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan saat itu lebih baik daripada orang yang berlari. Maka, patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian, dan pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika (rumah) salah seorang dari kalian dimasuki (fitnah), maka jadilah seperti yang terbaik dari kedua anak Adam (Habil)." (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al Hakim)

 

Fitnah di Akhir Zaman

1.  Orang-Orang Mengingkari Aturan Syar'i.

Salah satu fitnah yang akan terjadi ketika menjelang datangnya hari kiamat adalah orang-orang akan melanggar aturan-aturan syar'i yang ada. Manusia sudah berani untuk menjual akhirat dan urusan agamanya demi mendapatkan harta dunia yang hanya sementara. Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda :

“Menjelang Kiamat, akan muncul fitnah-fitnah seperti potongan-potongan malam yang pekat. Kala itu, seseorang menjadi mukmin pada pagi hari, tetapi berbalik menjadi murtad pada sore harinya, menjadi mukmin di sore hari, tetapi berbalik menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual harta bendanya dengan secuil harta duniawi." (HR At Tirmidzi)

2. Terpecahnya Kaum Muslimin.

Fitnah kedua yang akan terjadi menjelang hari kiamat adalah terpecahnya kaum muslim. Ibnu Hajar al Asqalani, pernah mengatakan, "Fitnah pertama telah muncul dari arah timur. Hal itulah yang merupakan penyebab berpecah belahnya kaum Muslimin. Dari arah tersebut, yakni Irak, telah muncul kelompok Khawarij, Faridhah, Bathiniyah, Qadariyah, Jahmiyah, Muktazilah, Jabariyah, dan lain-lain."

Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya, fitnah itu berasal dari sini, beliau mengisyaratkan tangannya ke arah timur, dari arah tanduk setan muncul." (HR Muslim).

3. Manusia Menginginkan Mati agar Terbebas dari Ujian Besar.

Fitnah lainnya adalah ketika manusia ingin mengakhiri hidupnya karena musibah atau ujian yang menimpa dirinya. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Kiamat tidak akan datang sampai ada seorang laki-laki melewati kuburan seseorang lalu ia berkata alangkah baiknya sekiranya aku menepati tempatnya." (HR Ibnu Hibban). Dalam riwayat Muslim pun, disebutkan : "Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Dunia tidak akan lenyap sampai seorang laki-laki yang melewati sebuah kuburan lalu ia berguling-guling di atasnya dan berkata, 'Alangkah baiknya jika aku menempati tempat penghuni kubur ini.' (Ia berbuat demikian) bukan karena agama, melainkan karena adanya musibah."

4. Munculnya Banyak Al Harraj (Pembunuhan). Al harraj adalah pembunuhan akan banyak terjadi sebagai fitnah menjelang hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda : "Sungguh, menjelang hari kiamat akan muncul al harraj." Para sahabat bertanya, "Apa itu al harraj?' Rasulullah menjawab. "Pembunuhan, tetapi kalian bukan memerangi orang-orang musyrik, melainkan kalian saling membunuh satu sama lain, sampai-sampai seseorang membunuh tetangganya, saudaranya, pamannya, dan anak pamannya."

Para sahabat bertanya, "Apakah pada saat itu kami masih punya akal sehat?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya, akal seseorang pada zaman itu akan dicabut dan digantikan oleh manusia-manusia bodoh. Kebanyakan dari mereka itu benar, tetapi sebenarnya tidak."

5. Tersebar Luasnya Kebodohan. Fitnah yang satu ini tidak boleh terabaikan, karena akan banyak muncul kebodohan-kebodohan, sehingga ilmu yang ada pada diri manusia sangat kurang bahkan tidak ada. Pada saat itu, manusia hanya haus mengejar harta dunia dan lupa dengan ajaran Islam.

Abdullah bin Mas'ud dan Abu al Asy'ari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Sungguh, menjelang kiamat ada masa-masa di mana kebodohan diturunkan dan ilmu diangkat serta banyak terjadi al-harraj (pembunuhan)." (HR Bukhari dan Muslim).

6. Munculnya Dajjal.

Fitnah terakhir menjelang hari kiamat adalah munculnya Dajjal, hal ini akan menjadi fitnah terbesar yang akan terjadi. Rasulullah SAW bersabda, "Dan sungguh demi Allah, hari kiamat tidak akan terjadi sampai munculnya 30 tukang dusta. Yang paling akhir dari mereka itu si buta sebelah, Dajjal, terhapus mata kirinya. Munculnya tukang dusta yang terakhir ini tidak akan terjadi sampai kalian melihat perkara-perkara yang memuncak keadaannya pada diri kalian, dan kalian saling bertanya di antara kalian, "Apakah nabi kalian telah menceritakan kepada kalian sebagian darinya?" dan sampai gunung-gunung bergeser dari letak posisinya." (HR Ahmad).

  

MACAM-MACAM FITNAH AKHIR ZAMAN

Begitu mendengar kata akhir zaman, biasanya seorang Muslim akan langsung teringat akan hari kiamat. Hari kiamat merupakan saat di mana Allah SWT mendatangkan kehancuran total atas dunia yang fana ini.

Namun sebelum menghadapi kehancuran total, umat manusia akan diuji oleh Allah SWT dengan berbagai cobaan terlebih dahulu. Salah satunya adalah mengadapi berbagai macam fitnah akhir zaman.

Sebagaimana disampaikan oleh Nabi Muhamad SAW bahwa sesungguhnya salah satu di antara tanda-tanda kiamat adalah munculnya berbagai fitnah besar hingga bercampur aduknya antara kebenaran dengan kebatilan. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda:

“Akan datang tahun-tahun penuh kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianatan terhadap amanah yang diberi, orang yang jujur dikhianati, dan ruwaibidhah ikut berkomentar. Lalu ditanya, apa itu ruwaibidhah? Beliau menjawab: orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (HR. Abu Hurairah).

Hari Kiamat dan Tanda-Tandanya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menjelaskan ada beberapa fitnah yang akan terjadi di akhir zaman, antara lain sebagai berikut :

1.   Kerusakan di Seluruh Dunia. Akan terjadi kerusakan di berbagai belahan dunia karena banyak dari mereka yang masih hidup iri dengan orang yang sudah meninggal. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Imam Al Bukhari dari Al-A'raj dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah bersabda : "Kiamat tidak akan teriadi sampai seorang lelaki melewati kuburan seseorang lalu berkata: 'Aduhai, andaikan aku berada di tempatnya.” (HR. Bukhari).

2.   Kembalinya Penyembahan Berhala. Sebelum kiamat, manusia akan kembali ke zaman Jahiliyah, yaitu menyembah berhala. Hal ini sesuai dengan riwayat Imam Bukhari bahwasannya beliau berkata: "Abu al-Yaman mengabarkan kepada kami, Syu'aib menuturkan kepada kami dari az-Zuhri, Said bin Musayyab menceritakan kepadaku bahwa Abu Hurairah berkata: 'Aku pernah mendengar Rasulullah  bersabda: 'Kiamat tidak akan terjadi sampai pingsul oanita kabilah Daus berlengsak-lengsak di atas Dzi al-Khalashar. Dzi al-Khalashal adalah thighiyah (berhala) Daus yang mereka sembah pada masa jahiliyah." (HR. Bukhari).

3.   Kekayaan Melimpah yang Memancar dari Tanah Arab. Fitnah yang akan terjadi saat akhir zaman adalah adanya kekayaan yang melimpah dari Tanah Arab hingga menimbulkan perpecahan, perselisihan, dan pembunuhan antarsesama Muslim. Dari Abdullah bin Harits bin Naufal bahwa Ubay bin Ka'ab berkata :"Orang-orang senantiasa berselisih dalam mencari harta. Sesungguhnya, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Hampir saja Sungai Eufrat memperlihatkan gunung emas. Ketika manusia mendengarnya, mereka berlarian ke arahnya.’ Lantas seseorang yang berada di sisi beliau berkata: “Andaikan kita membiarkan manusia mengambilnya, niscaya semuanya akan mengambilnya. Beliau bersabda: Mereka saling bunuh deni emas itu sehingga setiap seratus orang, terbunuh 99’.” (HR. Muslim).

 

Cara Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

Abu Fatiah al-Adnani memberitahukan dalam buku Fitnah & Petaka Akhir Zaman bahwa Rasulullah SAW mengajarkan beberapa cara yang perlu umat manusia lakukan dalam menghadapi fitnah akhir zaman, yaitu:

Bergabung dengan Umat Muslimin

Rasulullah SAW mengingatkan kepada seluruh umat manusia, apabila telah terjadi fitnah akhir zaman mereka harus bergabung dengan jama’atul Muslimin. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam hadits dari Hudzaifah yang bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Orang-orang menanyakan kepada Rasulullah tentang kebaikan, sedangkan aku menanyakan kepada beliau tentang kejelekan-karena khawatir aku akan menjumpainya kukatakan: Wahai Rasulullah, dulu kami berada dalam kejahiliahan dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini, maka adakah kejelekan lagi setelah kebaikan ini?

Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya lagi: Setelah kejelekan itu, adakah kebaikan lagi? Beliau menjawab: Ya, dan di sana ada kabut. Aku bertanya : Apakah kabutnya? Beliau bersabda: Satu kaum yang mengambil petunjuk selain petunjukku, engkau mengetahui hal itu dari mereka sementara kalian mengingkarinya.

Aku bertanya lagi: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan lagi? Beliau menjawab: Ya, para penyeru di atas pintu-pintu Jahannam, siapa menyambut seruan mereka, mereka akan lempar ia ke dalamnya. Aku katakan: Wahai Rasulullah, sebutkan kepada kami ciri mereka?

Beliau bersabda: Mereka satu kulit dengan kita, dan berkata-kata dengan bahasa kita. Aku bertanya: Lantas apa yang engkau perintahkan seandainya aku menemuinya? Beliau bersabda: Lazimilah Jama'ah kaum muslimin dan imam mereka.

Aku bertanya lagi: Jika mereka tidak memiliki jama'ah maupun imam? Beliau bersabda: Jauhilah semua kelompok itu, meskipun engkau harus menggigit akar pepohonan sampai kematian mendatangimu dan engkau tetap berada dalam hal itu.” (Muttafaq Alaihi).

 

Meminta Perlindungan kepada Allah SWT

Seorang Muslim hendaklah kembali kepada Allah SWT dan senantiasa meminta perlindungan kepada-Nya dalam menghadapi fitnah akhir zaman. Rasulullah pun selalu memohon perlindungan kepada Allah dan memerintahkan umatnya mengerjakannya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَدْعُو: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Rasulullah SAW berdoa, ‘Ya Allah aku meminta perlindungan padamu dari azab kubur, dan dari azab neraka dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian dan dari fitnah al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari).

 

 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)