SUJUD SYUKUR

0

Sujud syukur

 

Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih atas rezeki tidak terduga yang diberikan oleh Allah SWT. Saat melakukan sujud syukur, hendaknya kita jangan asal-asalan.

Ketika kita mendapatkan rezeki dan nikmat luar biasa dari Allah SWT, terkadang kita secara sadar langsung melakukan sujud syukur tepat di tempat kita berdiri saat itu juga. Sujud syukur dilakukan sebagai ungkapan bahagia atas rezeki dan nikmat yang kita terima secara tidak terduga dari Allah SWT.

Sujud syukur tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ada tata cara, niat, serta bacaannya yang perlu kita lakukan, agar sujud syukur yang kita lakukan tidak sia-sia. Bagaimana hukum, niat, doa dan tata cara melakukan sujud syukur? Simak penjelasannya berikut ini.

 

Hukum sujud syukur

Sujud syukur hukumnya sunah. Yakni, sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahala, namun jika tidak dikerjakan tidak akan mendapatkan dosa. Nabi Muhammad SAW pernah melakukan sujud syukur saat ia mendapat berita yang menggembirakan hatinya. Hal tersebut diriwayatkan dalam hadist berikut ini.

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ

Artinya: "Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ketika beliau mendapatkan hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala."

 

Hadist tentang sujud syukur

Selain hadist yang telah disebutkan dalam poin sebelumnya, sujud syukur juga diperkuat dengan hadist shahih lainnya. Berikut ini beberapa hadist tentang sujud syukur beserta artinya.

Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pernah melakukan sujud yang panjang, kemudian beliau mengangkat kepalanya, lantas beliau bersabda,.

إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَتَانِى فَبَشَّرَنِى فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَسَجَدْتُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شُكْراً

Artinya :

Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam baru saja mendatangiku lalu memberi kabar gembira padaku, lalu berkata, “Allah berfirman : ‘Siapa yang bershalawat untukmu, maka Aku akan memberikan shalawat (ampunan) untuknya. Siapa yang memberikan salam kepadamu, maka Aku akan mengucapkan salam untuknya’. Ketika itu, aku lantas sujud kepada Allah sebagai tanda syukur.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Al-Hakim, 1:735).

Dari Al-Bara’ bin ‘Aazib bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pernah mengutus Ali ke Yaman, lalu Al-Bara’ mengatakan,

فَكَتَبَ عَلِىٌّ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِإِسْلاَمِهِمْ ، فَلَمَّا قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْكِتَابَ خَرَّ سَاجِدًا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ

Artinya :

Ali menuliskan surat pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisi keislaman mereka (penduduk Yaman). Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat tersebut, beliau tersungkur untuk bersujud.” (HR. Al-Baihaqi 2:404).

 

Waktu yang tepat untuk sujud syukur

Sujud syukur dapat dilakukan kapan pun. Terutama ketika kita baru saja mendapat nikmat dan kabar gembira dari Allah SWT. Ada pun waktu-waktu yang tepat untuk melakukan sujud syukur adalah sebagai berikut.

1.     Ketika memenangkan perlombaan yang sedang kita ikuti.

2.     Mendapatkan rezeki yang datangnya tak disangka-sangka.

3.     Ketika selamat dari musibah.

4.     Ketika anak kita baru lahir dengan keadaan selamat dan sehat.

5.     Selepas lulus ujian.

6.     Mendapat pekerjaan baru atau naik jabatan.

 

Syarat sujud syukur

Untuk melaksanakan sujud syukur terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat ini harus terpenuhi agar sujud syukur lebih afdol dan diterima oleh Allah SWT.

Ada pun syarat-syarat sujud syukur adalah sebagai berikut.

1.     Suci dari hadas besar dan kecil.

2.     Berwudhu.

3.     Menutup aurat.

4.     Menghadap kiblat

 

Tata cara sujud syukur

Untuk melaksanakan sujud syukur, ada beberapa tata cara yang harus diikuti. Tara caranya adalah sebagai berikut.

1.     Membaca niat. Sebelum melaksanakan sujud syukur, ada niat yang harus dibaca dalam hati dengan posisi berdiri sempurna menghadap kiblat. Bacaan niat sujud syukur adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ سُجُوْدَ الشُّكْرِ سُنَةَ للهِ تَعَالَى

Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya : Saya niat melakukan sujud syukur sunah karena Allah Ta’ala.

2.      Melakukan takbiratul ihram.

3.     Melakukan sujud syukur satu kali.

Membaca doa sujud syukur saat posisi sujud.

Bacaan doa sujud syukur adalah sebagai berikut.

سُبْحَانَ اللّهِ والْحَمْدُللّهِ وَ لا اِلهَ اِلَّا اللّهُ وَ اللّهُ اَكْبَرُلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بالله العلي العظيم 

Subhaanallohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohuakbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

Artinya :

Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung.

4.     Duduk di antara dua sujud.

5.      Mengucapkan salam

 

Doa sujud syukur

Bukan hanya gerakan, saat sujud syukur, ada beberapa bacaan yang harus dibaca. Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk syukur kita terhadap Allah SWT. Ada pun bacaan doa saat sujud syukur adalah sebagai berikut.

1.     Membaca Tasbih, Tahmid, dan Tahlil

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi, wa laa ilaaha illallaah, wallahu akbar.

Artinya :  

Maha Suci Allah. Segala puji kepunyaan Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

2.     Membaca zikir syukur

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo sam’ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaa ro kallaahu ahsanul khooliqiin.

Artinya :

Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.

3.     Membaca Surat An-Naml Ayat 19

 رَبِّ اَوۡزِعۡنِیۡۤ اَنۡ اَشۡکُرَ نِعۡمَتَکَ الَّتِیۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَیَّ وَ عَلٰی وَالِدَیَّ وَ اَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًا تَرۡضٰىہُ وَ اَدۡخِلۡنِیۡ بِرَحۡمَتِکَ فِیۡ عِبَادِکَ الصّٰلِحِیۡنَ  

Robbi au zi’nii an asykur ni’matakallatii an ‘amta ‘alayya wa ‘alaa waa lidayya wa an a’mal shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika gii ‘ibaadikasshoolihiin.

Artinya :

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh.” (QS. An-Naml ayat 19)

 

Doa Sujud Tilawah dan Tata Caranya

وَنَحْنُ نَقُولُ: لَا بَأْسَ بِسَجْدَةِ الشُّكْرِ وَنَسْتَحِبُّهَا وَيُرْوَى عَنْ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ سَجَدَهَا، وَعَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - وَهُمْ يُنْكِرُونَهَا يَكْرَهُونَهَا وَنَحْنُ نَقُولُ لَا بَأْسَ بِالسَّجْدَةِ لِلَّهِ تَعَالَى فِي الشُّكْرِ.

Kita berkata bahwa sujud syukur itu tak apa-apa dilakukan, bahkan kita mengatakan hukumnya mustahab (disukai). Hal itu karena telah diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau melakukan sujud syukur, Abu Bakar, Umar juga melakukannya. Dasar dalil yang mereka gunakan adalah hadits Nabi shallaallahu alalihi wa sallam berikut ini :

عَن أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرُ سُرُورٍ - أَوْ: بُشِّرَ بِهِ - خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ

Dari Abi Bakrah radhiyallahuanhu bahwa Nabi shallaallahu alalihi wa sallam bila mendapatkan hal-hal yang membuatnya bergembira atau diberi kabar gembira, beliau bersujud syukur kepada Allah. (HR. Abu Daud dan Tirmizy).

Selain itu juga ada hadits dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahuanhu tentang komentar Rasulullah SAW atas sujud syukur yang beliau kerjakan :

سَجَدَهَا دَاوُدُ تَوْبَةً وَأَسْجُدُهَا شُكْرًا

Nabi Daud bersujud karena bertaubat. Sedangkan Aku bersujud karena bersyukur. (HR. An-Nasa'i). Sedangkan ulama Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah menyebutkan bahwa sujud syukur tidak disyariatkan, didukung oleh Ibrahim An-Nakhai.

Al-Hanafiyah mengatakan bahwa sujud syukur itu hukumnya tidak disukai (karahah) dan tidak melahirkan pahala.

Meninggalkan sujud syukur malah lebih utama.

Sebelum melaksanakan sujud syukur perlu diperhatikan beberapa syarat.

Sebagian ulama mensyaratkan harus suci dari hadats kecil dan besar, persis seperti syarat shalat. Namun sebagian yang lain tidak mensyarakatnya. Imam an-Nawawi as-Syafi’i (w. 676 H) menyebutkan bahwa syarat sah sujud syukur itu sama seperti syarat sah shalat :

ويفتقد سجود الشكر إلى شروط الصلاة. وكيفيته ككيفية سجود التلاوة خارج الصلاة

Sujud syukur itu butuh seperti apa yang disyaratkan dalam shalat, tata cara sujud syukur itu sama dengan sujud tilawah diluar shalat di antaranya  Adapun syarat sujud syukur yakni :

1.     Suci dari najis.

2.     Suci dari hadas besar maupun kecil.

3.     Menghadap kiblat dan menutup aurat.

 

Berikut bacaan sujud syukur yang bisa diamalkan.

1.     Dari ‘Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam sujud tilawah di malam hari beberapa kali bacaan :

 سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.

Artinya :

Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta] (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan An Nasa’i). Hadits ini dishahihkan oleh At-Tirmidzi, Al-Hakim, An-Nawawi, Adz-Dzahabi, Ahmad Muhammad

2.     Dari Hudzaifah, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika sujud beliau membaca :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

Subhaana robbiyal a’laa”

Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi (HR. Muslim)

3.     Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ketika ruku’ dan sujud :

 سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.

Artinya :

Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku (HR. Bukhari dan Muslim).

4.     Dari ‘Ali bin Abi Tholib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud membaca :

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ 

Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.

Artinya :

Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta (HR. Muslim)

5.     Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata bahwa ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihat diriku sendiri di malam hari sedangkan aku tertidur (dalam mimpi). Aku seakan-akan shalat di belakang sebuah pohon. Tatkala itu aku bersujud, kemudian pohon tersebut juga ikut bersujud. Tatkala itu aku mendengar pohon tersebut mengucapkan :

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِى بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَضَعْ عَنِّى بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِى عِنْدَكَ ذُخْرًا وَتَقَبَّلْهَا مِنِّى كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Allahummaktub lii bihaa ‘indaka ajron, wa dho’ ‘anniy bihaa wizron, waj’alhaa lii ‘indaka dzukhron, wa taqqobbalhaa minni kamaa taqobbaltahaa min ‘abdika dawuda. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

6.     Dinukil dari mazhab As-syafi'iyah bahwa Al-Imam An-Nawawi menganjurkan membaca lafadz yang diambil dari ayat Al-quran berikut ini saat sujud tilawah :

30 سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولاً

Maha suci Allah Tuhan kam, sesungguhnya janji tuhan kami pasti dipenuhi (QS. Al-Isra' : 108)

 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)