KAPITALISME BANGSA SENDIRI - Soekarno

0

 KAPITALISME BANGSA SENDIRI - Soekarno 



POINT Consultant




Gagasan "Kapitalisme Bangsa Sendiri" merupakan salah satu poin krusial dalam pemikiran ekonomi-politik Ir. Soekarno (Bung Karno) dan doktrin Marhaenisme.

Bung Karno secara tegas mengingatkan bahwa musuh rakyat kecil (kaum Marhaen) bukan hanya kapitalisme modal asing/kolonial, melainkan juga sistem ekploitasi yang dilakukan oleh kapitalis dari bangsa sendiri.


1. Hakekat "Kapitalisme Bangsa Sendiri" menurut Soekarno

Bagi Bung Karno, kapitalisme adalah sistem struktur sosial-ekonomi yang pada dasarnya melahirkan pemerasan manusia atas manusia (l'exploitation de l'homme par l'homme).

- Persamaan Sifat Eksploitasi: Watak dasar kapitalisme yaitu akumulasi modal sebesar-besarnya di tangan segelintir orang dengan menekan kaum buruh/rakyat kecil—tetap sama, baik pemilik modal itu orang asing (kolonial) maupun warga negara sendiri. 

- Bahaya Kamuflase Nasionalisme: Kapitalisme bangsa sendiri sering kali berkamuflase di balik jargon nasionalisme untuk menjustifikasi praktik monopoli, perampasan lahan, atau pemerasan tenaga kerja. Bung Karno menegaskan bahwa nasionalisme yang sejati harus bersifat Sosio-Nasionalisme yakni nasionalisme yang memperjuangkan keadilan sosial dan menolak pemerasan, dari mana pun asalnya. 

- "Kaum Marhaen harus memusuhi kapitalisme, termasuk kapitalisme bangsa sendiri, karena membawa kesengsaraan terhadap rakyat." — Ir. Soekarno 


2. Peta Konsep Pemikiran Ekonomi-Politik Bung Karno


POINT Consultant




3. Konsekuensi Doktrinal dalam Pembangunan Nasional

Dalam mewujudkan Indonesia Merdeka yang berdikari secara ekonomi, ajaran Bung Karno mengenai penolakan terhadap kapitalisme bangsa sendiri berimplikasi pada beberapa prinsip utama:

- Anti-Penghisapan (Anti-Exploitation): Kemerdekaan politik (jembatan emas) tidak boleh sekadar mengganti warna kulit para penindasnya—dari kapitalis kolonial menjadi pengusaha lokal yang oligarkis.

- Ekonomi Demokrasi (Gotong Royong): Struktur perekonomian tidak boleh dikuasai oleh konglomerasi atau pemegang modal individu, melainkan disusun atas dasar usaha bersama (koperasi dan peran strategis negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat).

- Pemberdayaan Kaum Marhaen: Pemilik alat produksi skala kecil (petani, nelayan, pekerja mandiri) harus dilindungi dan diberdayakan agar tidak tergilas oleh ekspansi modal besar swasta domestik.



KAPITALISME BANGSA SENDIRI - Soekarno


   
 

By POINT Consultant



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)