KALKI AWATARA

0

 KALKI AWATARA



Imajiner Nuswantoro



Kalki Awatara adalah penjelmaan (awatara) kesepuluh dan terakhir dari Dewa Wisnu dalam agama Hindu yang diramalkan akan turun pada akhir zaman Kaliyuga (zaman kegelapan). 

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kalki Awatara:

1. Arti dan Simbol

- Arti Nama: Berasal dari kata kalka (keburukan atau dosa), Kalki berarti "pemusnah kejahatan", "penghancur kebodohan", atau penegak keadilan. 

- Wujud Penggambaran: Umumnya dilukiskan sebagai seorang ksatria yang menunggang kuda putih (sering disebut kuda bersayap bernama Devadatta) dan memegang pedang berkilat untuk membasmi kejahatan. 

2. Waktu dan Tempat Kemunculan

- Waktu: Akhir zaman Kaliyuga, ketika moralitas dan kebenaran (dharma) merosot drastis.

- Tempat Kelahiran: Diramalkan lahir di sebuah desa bernama Shambala (Śambalā).

- Silsilah Menurut Kitab: Terlahir dari keluarga brahmana, dengan ayah bernama Vishnuyasa (Wisnuyasa) dan ibu bernama Sumati.

3. Tujuan Utama

- Memusnahkan segala bentuk kejahatan dan raksasa/tokoh kebernuran bernama Kali.

- Menegakkan kembali tatanan kebenaran (dharma).

- Memulai era baru yang penuh kebajikan, yaitu zaman Satyayuga. 


Pandangan dan Kontroversi

Dalam perkembangan sejarah, ada sebagian kecil penafsiran luar (seperti pandangan kontroversial oleh sebagian penulis komparatif) yang mencoba mencocokkan ciri-cirinya dengan figur historis tertentu.


Dalam ajaran agama Hindu, Kalki (Dewanagari: कल्कि; IAST: Kalki; juga ditulis sebagai Kalkin dan Kalaki) adalah awatara Wisnu kesepuluh sekaligus yang terakhir, yang akan datang pada akhir zaman Kaliyuga (zaman kegelapan dan kehancuran) saat ini. Nama kalki seringkali dipakai sebagai metafora untuk kekekalan dan waktu. Berbagai tradisi memiliki berbagai kepercayaan dan pemikiran mengenai kapan, bagaimana, di mana, dan mengapa Kalki muncul. Asal mula nama tersebut diperkirakan berasal dari kata Kalka yang bermakna “kotor”, “busuk”, atau “jahat” dan oleh karena itu “Kalki” berarti “Penghancur kejahatan”, “Penghancur kekacauan”, “Penghancur kegelapan”, atau “Sang Pembasmi Kebodohan”. Dalam bahasa Hindi, kalki avatar berarti “inkarnasi hari esok”.

Penggambaran yang umum mengenai Kalki yaitu Beliau adalah awatara yang mengendarai kuda putih (beberapa sumber mengatakan nama kudanya Devadatta [anugerah Dewa] dan dilukiskan sebagai kuda bersayap). Kalki memiliki pedang berkilat yang digunakan untuk memusnahkan kejahatan dan menghancurkan iblis Kali, kemudian menegakkan kembali dharma dan memulai zaman yang baru.

Salah satu sumber yang pertama kali menyebutkan istilah Kalki adalah Wisnu Purana, yang diduga muncul setelah masa Kerajaan Gupta sekitar abad ke-7 sebelum Masehi. Wisnu adalah Dewa pemelihara dan pelindung, salah satu bagian Tri Murti, dan merupakan penengah yang mempertimbangkan penciptaan dan kehancuran sesuatu. Kalki juga muncul di salah satu dari 18 kitab Purana yang utama, Agni Purana. Kitab purana yang memuat khusus tentang Kalki adalah Kalki Purana. Di sana dibahas kapan, dimana, bagaimana, dan mengapa Kalki muncul.


Penafsiran tentang ramalan Kalki

Banyak penulis masa kini yang mencoba menghubungkan tokoh dalam sejarah kini dengan Kalki. Perhitungan tradisional tentang jangka waktu Kaliyuga yaitu selama 432.000 tahun dan dimulai tahun 3102 SM, membuat klaim-klaim tersebut sulit diterima. Beberapa sarjana seperti Sri Yukteswar Giri dan David Frawley mengklaim bahwa ada siklus pertengahan dalam siklus 432.000 tahun.

Shree Veera Brahmendra Maha Swami, menulis “Divya Maha Kala Jnana” (Pengetahuan Suci tentang Waktu) sekitar 1000 tahun yang lalu, mengklaim bahwa Kalki akan muncul saat Bulan, Matahari, Venus, dan Yupiter berada dalam garis lurus; beberapa kejadian tidak langka dan yang berikutnya diduga akan terjadi pada tahun 2012 atau selebihnya.

Pandit Ved Prakash Upadhyay berpendapat dalam bukunya Kalkii Autar aur Muhammad Sahib bahwa Muhammad cocok dengan semua ramalan tentang Kalki. The book Muhammad in the Hindu Scriptures claims Muhammad to be Kalki based on research from all Vedas, Puranas and Upanishads. Tetapi tidak ada kutipan dalam Kalkipurana atau Purana lainnya yang membandingkan Muhammad dengan Kalki dan bahkan klaim tersebut diabaikan karena dianggap tidak lengkap dan kebetulan belaka.

Ismaili Khojas, suatu kelompok Muslim Shia dari Gujarat dan Sindh dan pengikut Aga Khan, meyakini sepuluh penjelmaan Wisnu. Menurut mereka, Imam Ali, menantu Nabi Muhammad merupakan Kalki.

Pengikut agama Bahá’í menafsirkan ramalan kedatangan Kalki sebagai referensi kedatangan Bahá’u’lláh, yang berperan penting dalam perkembangan agama Bahá’í di India.Jamaah Ahmadiyyah percaya bahwa Mirza Ghulam Ahmad merupakan Kalki awatara.

Dalam bukunya yang berjudul The Aquarian Message, Samael Aun Weor mengklaim diri sebagai Kalki awatara.

Dalam buku The Avatar of What Is oleh Carolyn Lee PhD dan Holy Madness oleh Georg Feuerstein, mereka menunjukkan klaim bahwa Adi Da adalah Kalki awatara.

Dalam Dasam Granth, Guru Gobind Singh menulis bahwa Kalki adalah Vivek Buddhi (pikiran cerdas dan spiritual) yaitu Gurmat. Ketika dosa-dosa (Manmatt/Manmukhs) muncul hanya Gurmat yang berlaku sebagai Kalki dan melenyapkan seluruh Manmatt di dunia.

Bhagavan Sri Swamini Jai Sathya yang semula dikenal sebagai Sri Suryanarayana Jayanthi Kumaraswami mengumumkan bahwa Kalki awatara telah lahir di Bumi. Swamiji mengklaim bahwa Kalki awatara akan muncul kembali dalam wujud seorang wanita dengan mengendarai kuda putih, membawa sebilah pedang untuk membersihkan seluruh kejahatan dan mengajari Kebenaran Illahi kepada umat manusia.

Organisasi yang berbasis di Singapura telah terdaftar dengan nama Sri Kalki Peedum Society pada tahun 1998. Anggota Sri Kalki Peedum Societypercaya bahwa Guru Sri Kalki Jothi mereka merupakan awatara Wisnu kesepuluh, Kalki awatara.




MENGENAL : KALKI AWATARA, SANG PEMUSNAH DI AKHIR JAMAN

“Aku adalah waktu, penghancur besar dunia-dunia” (Bhagavad-gita 11.23).

Dalam Hindu, jaman dibagi menjadi empat era, yaitu

Satya Yuga, melalui Treta Yuga dan Dvapara Yuga menjadi Kali Yuga . Waktu sekarang banyak dipercaya sebagai jaman Kali Yuga, yang dimulai pada 3102 SM dengan berakhirnya Perang Kurukshetra (atau perang Mahabharata).

Dikenal ada dua ‘Kali’ dalam mitologi Hindu. Yang pertama adalah Dewi Kali atau Kaali atau Durga yang merupakan shakti – Dewa Siwa, sementara yang kedua adalah Iblis Kali, Asura terkuat yang menguasai ‘waktu’. Asura Kali inilah yang dipercaya menguasai Kali-Yuga (Zaman Kali, abad kegelapan, abad ketidakadilan).

Dalam satu versi Pasukan Kalki dan pasukan Kali konon akan bertemu dan bertarung. Ketika Kali terdesak, ia akan melarikan diri ke dalam istananya dan akan menghilang dalam pusaran waktu, menuju Kali Yuga berikutnya.


Kalki pun belum bisa membunuh Kali dalam pertempuran nanti.

Dalam Hindu juga dikenal 10 awatara, meskipun Kalki dikatakan Awatara Terakhir, namun dalam Bhagawat Gita 4.7-8 dikatakan ” Setiap kali terjadinya kebajikan ditekan kejahatan, Aku (Tuhan) memanifestasikan diri (turun/lahir sebagai Awatara). Untuk membangun kebajikan, untuk menghancurkan kejahatan, untuk menyelamatkan yang baik, Aku (Tuhan) datang dari Yuga ke Yuga (Jaman ke Jaman)”.

Kalki diramalkan akan lahir pada akhir masa Kali Yuga. sesuai dengan kepercayaan Hindu soal siklus yang selalu berulang, maka Kali Yuga dianggap sebagai jaman ketidakbenaran, yang akan kembali berganti menjadi Satya Yuga jaman keemasan dan adalah tugas Kalki untuk merestorasi zaman Kali menjadi zaman Satya.

Kalki diramalkan akan lahir di sebuah tempat bernama Shambala. Apakah ini adalah nama tempat yang sudah ada ataukah tempat ini belum ada, tidak bisa dipastikan. Orangtua Kalki sendiri diramalkan akan bernama Vishnuyasha, seorang brahmana.

Awatara keenam Wisnu, yakni Parasurama adalah seorang Chiranjiwin kaum abadi. Ia berumur panjang dan akan hidup sampai akhir Kali Yuga. Pada masa ini, Parasurama akan turun gunung dan akan menjadikan Kalki muridnya serta akan membantu Kalki guna mendapatkan anugerah senjata pedangnya.

Kalki adalah sang pemusnah, dalam Kalki Purana disebutkan,bagaimana Awatara Kalki akan turun ke bumi serta tuganya “Jiwa-jiwa yang jatuh ini gemar mendiskusikan argumentasi yang kering, dan mereka menggunakan agama sebagai mata pencaharian, mengajarkan Veda sebagai profesi untuk mencari uang. Mereka jatuh dari standar pelaksanaan tirakat-tirakat suci. Mereka menjual anggur dan hal-hal menjijikkan lain termasuk daging. Mereka bertabiat bengis, dan selalu ingin memuaskan nafsu perut dan kelamin. Karena hal ini, mereka memburu istri orang lain dan selalu dalam keadaan mabuk. Mereka tidak dilahirkan dari pasangan ayah-ibu yang menikah dengan benar, dan ukuran tubuh mereka pendek namun selalu melakukan perbuatan berdosa, misalnya menipu. Mereka umumnya tinggal di tempat keramat, dengan usia hidup hanya enam belas tahun, bergaul dengan orang-orang buangan, dan hanya menganggap saudara ipar laki-lakinya sebagai teman dan keluarga.”

Kalki akan menunggangi kuda putih bernama Devadatta dan dengan senjata berwujud pedang, pemberian Siwa, Kalki akan melakukan hal yang agak mirip dengan Parasurama : pembantaian massal. Bedanya yang ia bantai sekarang bukan hanya raja-raja, tapi juga orang-orang batil dari semua golongan bahkan brahmana juga termasuk.

Konon jiwa-jiwa yang dibunuh oleh Kalki akan langsung terbebas dan mencapai tingkat kesadaran yang umumnya dicapai pertapa setelah matiraga selama bertahun-tahun. Karena itu jiwa-jiwa yang dibunuh oleh Kalki tidak akan masuk ke Yamaloka / Naraka melainkan langsung bersatu dengan Atman (Kesatuan Jiwa).

Pembantaian massal dan pemusnahan itu akan berhenti setelah nyaris seluruh penduduk muka bumi punah. Kalki hanya akan menyisakan sedikit orang benar untuk memulai abad baru. Ia sendiri akan menjadi raja di sebuah tempat dan setelah Kali Yuga benar-benar berakhir, Kalki akan kembali ke Vaikuntha.


Imajiner Nuswantoro


Imajiner Nuswantoro


KALKI AWATARA (AWATARA KE SEPULUH / TERAKHIR)

Kalki Awatara adalah inkarnasi kesepuluh dan terakhir dari Dewa Wisnu dalam kepercayaan Hindu yang dinubuatkan akan turun pada akhir zaman (Kali Yuga) untuk membasmi kejahatan dan menegakkan kembali kebenaran (dharma). 

Berikut adalah ringkasan lengkap mengenai Kalki Awatara:

1. Konsep dan Waktu Kemunculan

- Arti Nama: Kata "Kalki" berasal dari akar kata Sanskerta yang sering diartikan sebagai penghancur kejahatan, kegelapan, atau kebodohan.

- Waktu Turun: Ia diyakini akan muncul pada penghujung zaman Kali Yuga (zaman kegelapan dan kemerosotan moral saat ini) ketika kejahatan merajalela.

- Tujuan Kedatangan: Kehadirannya menandai berakhirnya Kali Yuga dan mengawali kembali siklus zaman baru yang suci, yaitu Satya Yuga. 

2. Atribut dan Penggambaran

- Wujud Visual: Sering digambarkan sebagai seorang ksatria orkes muda yang memancarkan cahaya, menunggangi kuda putih (bernama Dewadata atau Devadatta).

- Senjata: Digambarkan menggenggam pedang terhunus (seperti pedang Nandaka atau Ratnamaru) untuk menumpas adharma. 

- Status dalam Dasa Awatara: Menjadi penutup dari sepuluh awatara utama Dewa Wisnu, di mana sembilan awatara sebelumnya (seperti Rama dan Kresna) sudah pernah turun ke dunia. 

Kali ini penulis akan membahas tentang awatara terakhir Sri Wisnu. Awatara ini belum muncul, dan dipercayai baru akan muncul di akhir zaman nanti. Nama Awatara ini adalah Kalki, Sang Penunggang Kuda.



RAMALAN KELAHIRAN

"Setelah itu, menjelang pergantian dua yuga (Kali Yuga dan Satya Yuga),

Tuhan Pencipta alam semesta akan menjelma sebagai Kalki dan

menjadi putra Vishnuyasha. Pada waktu itu, para penguasa di bumi

ini telah merosot menjadi perampas semata." (Bhagavata-purana, 1.3.25)

Kalki diramalkan akan lahir pada akhir masa Kali Yuga. sesuai dengan kepercayaan Sanatana Dharma (Hinduisme) soal siklus yang selalu berulang, Kali Yuga (Zaman Ketidakbenaran) akan kembali berganti menjadi Satya Yuga (Zaman Keemasan) dan adalah tugas Kalki untuk merestorasi zaman Kali menjadi zaman Satya.

Kalki diramalkan akan lahir di sebuah tempat bernama Shambala. Apakah ini adalah nama tempat yang sudah ada ataukah tempat ini belum ada, tidak bisa dipastikan. Orangtua Kalki sendiri diramalkan akan bernama Vishnuyasha, seorang brahmana.



Imajiner Nuswantoro



BERGURU PADA PARASURAMA

Awatara keenam Wisnu, yakni Parasurama adalah seorang Chiranjiwin – kaum abadi. Ia berumur panjang dan akan hidup sampai akhir Kali Yuga. Pada masa ini, Parasurama akan turun gunung dan akan menjadikan Kalki muridnya serta akan membantu Kalki melakukan suatu lelaku guna mendapatkan senjata pedangnya. (Mengenal Parasurama)



TUGAS

Hampir semua Raja/Kepala/Pejabat negara, adalah orang-orang tidak beradab. Mereka serakah, berwatak keras dan pemarah, mengabdi pada kepalsuan dan kebatilan. (cocok pada jaman sekarang)

(Bhagavata Purana 12.1.38).

Dalam Brahmā-Vaivarta Purāṇa (Prakṛtī Khaṇḍa, Bab 7.60, Ayat 58-59) tentang bagaimana kondisi menjelang akhir Zaman Kaliyuga dan apa saja kegiatan dan tujuan kedatangan Kalki:


"Pada saat itu akan ada kekacauan di bumi. Di mana-mana ada pencuri dan perampok. Pada saat itu, di rumah brāhmaṇa bernama Viṣṇuyaśa, Tuhan Śrī Nārāyaṇa akan muncul dalam salah satu ekspansi kekal-Nya dalam wujud Kalki yang Agung sebagai putra brāhmaṇa itu. Dengan mengendarai seekor kuda yang gagah dan memegang pedang di tangan-Nya, Dia akan membinasakan semua mleccha (orang-orang licik, egois dan tidak beradab) di muka bumi. Demikianlah bumi akhirnya bebas dari para mleccha dan setelah itu Tuhan akan menghilang kembali ke kediaman-Nya."


Dalam ayat-ayat ini kita bisa menyimpulkan bahwa Tuhan Kalki akan datang sebagai penegak hukum atau ksariya. Pada masa itu bumi akan dipenuhi orang-orang yang tidak mengerti logika dan kitab suci. Mereka terlalu bodoh dan dungu, tidak bisa diajarkan pengetahuan rohani tentang tujuan sejati kehidupan. Mereka tidak dapat mengerti apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara hidup yang benar. Karena itu, mereka pasti tidak bisa mengubah cara hidup mereka karena kebodohan yang sangat kasar. Karena itu, Tuhan Kalkideva tidak muncul untuk mengajari manusia tentang prinsip-prinsip agama namun hanya untuk menghukum, membinasakan dan membersihkan bumi dari para penjahat. 

Segala sesuatu akan menjadi sangat buruk ketika Zaman Kali terus berlanjut. Bumi akan menjadi seperti salah satu planet neraka di mana setiap makhluk yang dilahirkan akan ditakdirkan untuk menderita. Ada korupsi dalam pemerintahan dan para pelindung negara sehingga mereka tidak lebih baik daripada pencuri. Rakyat tidak akan mendapatkan perlindungan pemerintah. Mereka akan menjadi korban kejahatan tanpa perlindungan. Setiap orang akan bertengkar. 

Dunia akan berubah menjadi medan pertempuran dan ladang pertengkaran yang terjadi terus-menerus (persis seperti yang terjadi di Bali saat ini, Zaman Kali yg baru berlangsung kurang lebih 5.000 tahun saja sudah begini keadaan dunia, apalagi nanti). Pada akhirnya, setelah 432.000 tahun sejak awal Zaman Kali (3108 sebelum Masehi), Sri Visnu akan muncul dalam inkarnasi-Nya sebagai Penghukum Tertinggi, Kalki.

Bahkan mereka yang dikenal sebagai golongan dvijati yang lahir dua kali secara rohani kehilangan sifat-sifat yang baik, tidak beretika dan sibuk melayani golongan rendah yang biadab dan bodoh.” Ini berarti bahwa orang-orang yang tekun dalam rohani terpaksa melayani mereka yang memiliki kekayaan untuk bertahan hidup.



Imajiner Nuswantoro


Uraian tentang kaum brāhmaṇa yang merosot di masa depan dijabarkan lebih lanjut dalam Bab 1 Kalki Purāṇa:


Kutarka vāda vahulā dharma vikayino’ dhamaḥ |

veda vikayino’ brātva rasa vikrayinas tahtā || 1.25 ||

māṁsa vikrayinaḥ krūraḥ śiśnodara-parāyaṇāḥ |


paradara rata matta varṇa saṅkara kārakaḥ || 1.26 ||

hṛśvākaraḥ pāpasāraḥ satha mata nivasinaḥ |

ṣodaśābdāyuṣaḥ śyāla bandhavā nicasaṅgamaḥ || 1.27 ||


"Jiwa-jiwa yang jatuh ini gemar mendiskusikan argumentasi yang kering, dan mereka menggunakan agama sebagai mata pencaharian, mengajarkan Veda sebagai profesi untuk mencari uang. Mereka jatuh dari standar pelaksanaan tirakat-tirakat suci. Mereka menjual anggur dan hal-hal menjijikkan lain termasuk daging. Mereka bertabiat bengis, dan selalu ingin memuaskan nafsu perut dan kelamin. Karena hal ini, mereka memburu istri orang lain dan selalu dalam keadaan mabuk. Mereka tidak dilahirkan dari pasangan ayah-ibu yang menikah dengan benar, dan ukuran tubuh mereka pendek namun selalu melakukan perbuatan berdosa, misalnya menipu. Mereka umumnya tinggal di tempat keramat, dengan usia hidup hanya enam belas tahun, bergaul dengan orang-orang buangan, dan hanya menganggap saudara ipar laki-lakinya sebagai teman dan keluarga."

Kalki akan menunggangi kuda putih bernama Devadatta dan dengan astra berwujud pedang, pemberian Siwa, Kalki akan melakukan hal yang agak mirip dengan Parasurama : pembantaian massal. Bedanya yang ia bantai sekarang bukan hanya raja-raja, tapi juga orang-orang batil dari golongan lainnya (brahmana juga termasuk).

Konon jiwa-jiwa yang dibunuh oleh Kalki akan langsung terbebas dan mencapai tingkat kesadaran yang umumnya dicapai pertapa setelah matiraga selama bertahun-tahun. Karena itu jiwa-jiwa yang dibunuh oleh Kalki tidak akan ‘diperam’ oleh Yama di Naraka melainkan langsung bersatu dengan Atman (Kesatuan Jiwa).

Pembantaian massal itu akan berhenti setelah nyaris seluruh penduduk muka bumi punah. Kalki hanya akan menyisakan sedikit orang benar untuk memulai abad baru. Ia sendiri akan menjadi raja di sebuah tempat dan setelah Kali Yuga benar-benar berakhir, Kalki akan kembali ke Vaikuntha.



KALI

Ada dua ‘Kali’ dalam mitologi Sanatana Dharma. Yang pertama adalah Dewi Kali atau Kaali atau Durga yang merupakan shakti – pasangan Siwa, sementara yang kedua adalah Iblis Kali, Asura terkuat yang menguasai ‘waktu’. Asura Kali inilah yang dipercaya menguasai Kali-Yuga (Zaman Kali, abad kegelapan, abad ketidakadilan). Dalam satu versi Pasukan Kalki dan pasukan Kali konon akan bertemu dan bertarung. Ketika Kali terdesak, ia akan melarikan diri ke dalam istananya dan akan menghilang dalam pusaran waktu, menuju Kali Yuga berikutnya. Kalki pun belum bisa membunuh Kali dalam pertempuran nanti.

Tunggangan Kalki, Devadatta, punya nama yang mirip dengan bhikku sekaligus sepupu Siddharta yang memecah sangha yang didirikan Buddha.  

Kalki adalah satu-satunya Awatara Wisnu yang memiliki tunggangan spesifik, yang tidak dimiliki awatara-awatara lainnya.


"Aku adalah waktu, penghancur besar dunia-dunia" (Bhagavad-gita 11.23).

Nama lain : Kalkin, Kalaki

Arti Nama : Keabadian, Masa / Zaman, Penghancur Kejahatan

Ras : Manusia Awatara, Awatara Wisnu

Senjata : Pedang (Astra Parabrahman)

Wahana : Devadatta (Kuda Putih)

Masa Kemunculan : Akhir Kali Yuga

Lawan utama : Kali

Catatan : 

Meskipun dikatakan Awatara Terakhir, namun dalam Bhagawat Gita 4.7-8 dikatakan Setiap kali terjadinya kebajikan ditekan kejahatan, Aku (Tuhan) memanifestasikan diri (turun/lahir sebagai Awatara). Untuk membangun kebajikan, untuk menghancurkan kejahatan, untuk menyelamatkan yang baik, Aku (Tuhan) datang dari Yuga ke Yuga (Jaman ke Jaman).

Artinya bahwa Tuhan akan menjelma menjadi Awatara ketika Dharma sudah terdesak.




KAKI AWATARA BUKANLAH NABI MUHAMMAD 

Om Swastyastu,

Dalam artikel ini penulis akan membahas sedikit saja tentang perbedaan antara Nabi dengan Awatara karena akhir-akhir ini banyak sekali milisi ataupun forum diskusi di medsos yang mengklaim bahwa Nabi Muhammad adalah Kalki Awatara, yang sesungguhnya hal itu adalah salah besar.

Mari kita ulas beberapa saja dan tidak perlu menyeluruh, hingga jelas dapat kita bedakan bahwa Nabi Muhammad bukanlah Kalki Awatara. Ketahuilah :

Jelas umat Islam menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (bahkan tarmasuk para Nabi yang lainnya) adalah Utusan Allah (Tuhan) bukan Allah, seperti yang tersurat dalam kalimat Syahadat berikut : "Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah” artinya "Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah".

"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” - (QS. Adz Dzariyat : 56).

Sementara umat Hindu meyakini Awatara itu adalah Manifestasi Hyang Widhi (Tuhan) sendiri yang menjelmakan diri-Nya ke dunia untuk menyelamatkan umat dan dunia, maka Awatara bukan Utusan atau Nabi - (Awatara Purana) dan seseungguhnya Hindu sendiri punya Utusan Tuhan (Nabi) namanya para Rsi bukan Awatara.

Satu pernyataan ini saja sebenarnya sudah dapat mematahkan kebenaran tulisan artikel ngawur yang mencoba untuk menyesatkan bahwa Nabi adalah Awatara.

Penjelasan lain, Kalki Awatara merupakan Awatara ke 10 sebagai Awatara terakhir yang diramalkan oleh umat Hindu sebagai penyelamat dunia.

Jika kita ulas lebih jauh, dalam kitab suci Weda sesungguhnya banyak terdapat ayat-ayat yang berisi ramalan bukan saja tentang Awatara yang adalah penjelmaan Tuhan itu sendiri (bukan Utusan), bahkan Weda juga meramalkan tokoh-tokoh dari "agama lain" seperti Nabi Muhammad, Yesus dan Buddha (baca kitab Atharva Weda dan Bhavishya Purana). 


Contoh :

Dalam Bhagavad Gita 4.7 dan 4.8 tersurat :

Sri Krshna menjelaskan maksud kemunculan penjelmaan-penjelmaan Tuhan.


yadä yadä hi dharmasya

glänir bhavati bhärata

abhyutthänam adharmasya

tadätmänaà såjämy aham

Artinya :

"Kapan pun dan di mana pun pelaksanaan Dharma merosot dan hal-hal yang bertentangan dengan Dharma merajalela, pada waktu itulah Aku sendiri menjelma, wahai Putra Bharata."


pariträëäya sädhünäà

vinäçäya ca duñkåtäm

dharma-saàsthäpanärthäya

sambhavämi yuge yuge

Artinya :

"Untuk menyelamatkan orang saleh, membinasakan orang-orang jahat, dan menegakkan kembali prinsip-prinsip Dharma, Aku menjelma pada setiap zaman."


Kemunculan Nabi Muhammad sebenarnya juga telah diramalkan dalam kitab Atharva Weda, Kanda 20, Sukta 127, Mantra 1 - 3. Dalam kitab Bhavishya Purana, Parva 3, Kandha 3, Adhya 3, Sloka 5, dimana Nabi Muhammad diramalkan dalam ayat, sebagai berikut :


etan mitrantare mleccha

acaryena samanvitah

Mahamad iti Khyatah

siyyagrasva samanvitah

Artinya : 

"Seorang guru (acarya) akan datang, namanya Mahamad (maksudnya Muhammad). Beliau akan mengajarkan agama pada kaum Mleccha (buta huruf). Kata Mleccha merujuk pada bahasa Sansekerta berarti orang yang tidak mempelajari kekusastraan Weda, maka ia dikatakan orang-orang yang berdosa hingga disamakan dengan orang asing bagi Arya Dharma.

Maka, penyebutan nama Awatara yang akan muncul adalah menggunakan standar yang tersurat dalam Weda bukan kitab agama lain. Ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran identitas Awatara sejati dan menghindari penipuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengklaim Awatara sebagai Utusan Tuhan. Jadi telah ada cara untuk menguji kesejatian seorang Awatara, seperti dalam contoh sloka di atas, bahwa nama “Mahamad” tersebut dalam ayat itu. Beliau diramalkan sebagai orang yang suci diantara kaum buta huruf.

Kalau ada yang mengklaim bahwa Kalki tidak lain adalah Nabi Muhammad, itu karena dalam Bhagavata Purana Kalki juga diramalkan akan menghunus pedang, menunggang kuda berwarna putih, dan membinasakan orang-orang biadab yang sudah sangat merosot. Persamaannya, Nabi Muhammad juga lebih banyak menggunakan pedang dalam menyebarkan ajaran Islam pada masa itu. Nabi Muhammad juga harus menggunakan cara Kalki, karena memang yang harus dihadapi adalah suku-suku Arab yang sudah tidak bisa lagi diajarkan agama secara damai. LM

Kesalahan berikut bagi mereka yang mengklaim bahwa Nabi Muhammad adalah Kalki Awatara adalah terletak pada masa kemunculannya. Dimana, dalam kitab-kitab Weda dijelaskan bahwa zaman Kali atau Kali Yuga mulai sejak Sri Krishna mengakhiri lila atau kegiatan rohani di bumi ini yakni pada tahun 3102 Sebelum Masehi. Selanjutnya, Bhakti Vedanta menjelaskan Kali Yuga akan berlangsung selama 432.000 tahun dan saat ini kita baru memasuki tahun 5107 dari jumlah tahun itu. Angka 5107 itu diperoleh dengan menjumlahkan angka 3102 (mulainya Kali Yuga) dengan angka 2005 (tahun Masehi). Dengan demikian, saat ini kita baru memasuki tahun-tahun awal Kali Yuga, artinya masih kurang 427.000 tahun lagi mencapai Kali Yuga berakhir. Sedangkan Nabi Muhammad lahir pada tanggal 29 Agustus 570 Masehi atau sekitar tahun 3672 Kali. Sehingga angka itu jelas membuat Nabi Muhammad tidak dapat kita terima sebagai Kalki Awatara karena ramalan dalam Weda tidak pernah salah. Contoh, Bhagavata Purana meramalkan kemunculan Buddha pada awal Kali Yuga dan memang Sang Buddha lahir pada tahun 623 SM yang memang merupakan tahun-tahun awal Kali Yuga.

Bhagavata Purana juga menyebutkan bahwa Kali Yuga akan berlangsung selama 432.000 tahun baru kemudian akan terjadi pralaya (kiamat). Sehingga kalau ada orang yang meramalkan bahwa dunia akan kiamat pada tanggal 9-9-1999 dan sebagainya, maka kita tidak perlu khawatir, karena ramalan itu tidak sesuai dengan apa yang tersurat dalam Weda, terbukti dunia belum kiamat hingga saat ini. Km

Sedari hal itu, satu hal yang saat ini perlu kita lakukam adalah mengasihani orang-orang yang mengklaim Nabi Muhammad adalah Kalki Awatara dan menyerukan agar orang Hindu beralih agama Islam dan memuja Nabi Muhammad itu. Sebab, pengetahuan mereka tentang Weda belumlah lengkap, sehingga kesimpulan yang mereka perolehpun juga tidak tepat. Jelas-jelas salah besar kalau mereka menganggap Nabi Muhammad adalah Kalki Awatara.

Selain tentang jadwal kemunculannya, ada pakem lain yang membuat klaim itu tidak bisa diterima. Faktanya adalah ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah sedangkan ayah Kalki diramalkan akan bernama Vishnuyasa.

Nabi Muhammad lahir di kota Madinah sedangkan Kalki akan terlahir di desa Sambala. Kalki diramalakan akan membinasakan para Mleccha sedangkan Nabi Muhammad telah mengajarkan Mleccha.

Demikianlah, terlalu banyak bukti yang bisa kita ajukan untuk memperkuat penolakan kita bahwa Nabi Muhammad bukan Kalki Awatara seperti yang diusulkan oleh orang-orang ngawur yang kurang berpengetahuan itu. Dalam hal ini, mereka baru bisa main filosofi dari pemaknaan nama saja sudah berani main klaim. Ingatlah, nama yang sama saja belum tentu obyeknya sama apalagi baru hanya main filosofi makna saja.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om




AVATARA

 


10 AVATARA TURUN KE BUMI DENGAN WUJUD MASING-MASING


 


10 AVATARA DARI ZAMAN KE ZAMAN


 


AVATARA DEWA WISNU


 


KALKI PURAN


 


DINAMIKA HINDU DI INDONESIA


 


ENSIKLOPEDIA


 






Imajiner Nuswantoro



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)