Serat Centhini :
(Kaweruh Tosan Aji - Kaweruh Salaki Rabi - Suluk Tambangraras - Centhini Latin - Centhini Jampi Dan Kitab Tibb - Kaweruh Candrasengkala)
Serat Centhini (juga dikenal sebagai Suluk Tambanglaras) adalah salah satu karya sastra terbesar dan ensiklopedia kebudayaan Jawa yang ditulis sekitar tahun 1814-1823 di Surakarta atas perintah Pakubuwono V. Karya ini terdiri dari 12 jilid dan 722 tembang, yang memuat ilmu pengetahuan, spiritualitas (tasawuf Jawa), adat istiadat, sejarah, hingga flora-fauna.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai Serat Centhini :
- Isi dan Kandungan: Serat Centhini dianggap sebagai ensiklopedia komprehensif yang mencakup pengetahuan Jawa, termasuk agama, kebatinan, dunia keris, tata cara membangun rumah, ramalan, primbon, serta kisah perjalanan.
- Kisah Utama: Narasi utamanya mengikuti kisah perjalanan putra-putri Sunan Giri (seperti Syekh Amongraga) yang berkelana menjelajahi Pulau Jawa setelah kerajaannya ditaklukkan, di mana mereka mempelajari berbagai adat, budaya, dan kearifan lokal.
- Penulis: Serat ini disusun oleh pujangga istana Surakarta, yaitu Ranggasutrasna, Yasadipura II, dan R. Ng. Sastradipura.
- Nilai Adiluhung: Sebagai mahakarya (serat adiluhung), Serat Centhini merepresentasikan pola pikir, tingkah laku, dan nilai-nilai moral masyarakat Jawa dari kalangan bangsawan hingga rakyat jelata.
- Bentuk Sastra: Ditulis sepenuhnya dalam bentuk tembang macapat (suluk), yang membuatnya memiliki nilai seni sastra yang tinggi.
Secara ringkas, Serat Centhini adalah "ensiklopedia berjalan" yang melestarikan kekayaan intelektual dan spiritual Jawa kuno.
1. Serat Centhini - Kaweruh Tosan Aji
2. Serat Centhini - Kaweruh Salaki Rabi
3. Serat Centhini - Suluk Tambangraras
4. Serat Centhini - Centhini Latin
5. Serat Centhini - Centhini Jampi Dan Kitab Tibb
6. Serat Centhin - Kaweruh Candrasengkala
Imajiner Nuswantoro

.jpg)