AKSARA / HURUF ALIFURU DARI MALUKU

0

 AKSARA / HURUF ALIFURU DARI MALUKU


Huruf dalam lambang Maluku


Aksara Alifuru adalah sistem tulisan yang berasal dari Maluku, menggunakan simbol-simbol kebudayaan suku Alifuru yang umumnya digunakan untuk menulis Bahasa Tana dalam upacara adat. Aksara ini berakar dari simbol tradisional, bukan sistem tulisan asli masyarakat lisan, dan sering dianggap kurang praktis untuk komunikasi sehari-hari. 

Karakteristik dan Asal Usul
- Fungsi: Digunakan khusus dalam ritual tradisional dan bahasa tana (bahasa asli/adat).
- Sumber: Simbol-simbolnya diambil dari lambang kebudayaan masyarakat adat Alifuru di Kepulauan Maluku (seperti di Pulau Seram).
- Bentuk: Berbeda dengan aksara tradisional Indonesia yang umumnya abugida, Aksara Alifuru bersifat alfabetis dan sering kali dianggap sebagai ornamen hias yang dikonversi menjadi conscript (sistem tulisan buatan).
- Konteks Alifuru: Istilah Alifuru merujuk pada penduduk asli Maluku (terutama di pedalaman), yang sering dikaitkan dengan sejarah penamaan oleh bangsa asing (Belanda/Portugis) bagi kelompok masyarakat yang belum memeluk agama Samawi. 
Meskipun digunakan dalam beberapa konteks adat, aksara ini sering dianggap bukan aksara tradisional yang berfungsi penuh secara sejarah, melainkan simbol yang dijadikan aksara. 


Aksara Alifuru adalah sistem penulisan yang berasal dari wilayah Maluku di Indonesia . Huruf-huruf dalam aksara ini berasal dari simbol-simbol tradisional yang digunakan dalam budaya masyarakat Alifuru, dan terutama digunakan untuk menulis bahasa tanah bahasa upacara yang digunakan secara eksklusif selama ritual tradisional.


Sejarah
Secara historis, masyarakat Alifuru tidak mengembangkan sistem penulisan formal dan lebih mengandalkan tradisi lisan dan cerita rakyat untuk transmisi budaya. Simbol-simbol yang ditemukan dalam aksara Alifuru sangat mirip dengan ikonografi tradisional yang digunakan oleh masyarakat. Namun, mengadaptasi simbol-simbol ini ke dalam sistem penulisan terstruktur merupakan inovasi yang relatif baru dan tidak memiliki preseden historis yang jelas (Pattiiha, 2018). 
Dari sudut pandang praktis, aksara Alifuru sering dianggap tidak efisien dan merepotkan untuk komunikasi biasa. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip umum yang mendasari pengembangan sistem penulisan, yang biasanya memprioritaskan kegunaan dan kejelasan.

Bahasa yang bermula dari pedalaman Nusa Ina yang dianggap sebagai pulau pertama orang maluku berdiam sebelum tersebar ke seontero maluku. Sedangkan bahasa ambon atau bahasa sehari-hari orang Maluku disebut dengan bahasa Melayu Ambon, yang dipergunakan hampir oleh sebagian besar orang maluku ini dalam komunikasi sehari-hari.

Sampai sekarang tidak kurang dari 117 Bahasa Tana yang terdapat di seluruh maluku ini, dan ada beberapa yang mengalami kepunahan, kebanyakan bahasa-’Bahasa Tana’ yang mengalami kepunahan adalah Bahasa Tana yang dipergunakan oleh desa-desa kristen baik di pulau ambon maupun di sebagian kecil pulau seram. Bahasa Tana pada komunitas kristen pernah dicatatat oleh Geogius Rumphius pada tahun 1987, yaitu di desa Hative dan Hitu, dalam laporannya ia mengatakan bahwa bahasa Ambon (hative dan hitu) sangat berbeda sekali dengan bahasa pulau-pulau yang berdekatan dengannya seperti ternate, makassar dan banda. dan dua bahasa ini yang telah dicatat oleh om george itu sudah punah tanpa jejak sampai sekarang. sedangkan pada komunitas Islam selain masih bertahan juga beberapa hari yang lalu baru diluncurkan “kamus Bahasa Tana Asilulu – Inggris oleh James T. Collins yang telah melakukan penelitian cukup lama tentang punahnya Bahasa Tana di Pulau Ambon ini.






Aksara ALIFURU (alfabet)
Ini yang Basudara dong tulis akang Iko atas" jalan for orang inja",ada juga yang terpangpang di tiang tiang"BAILEO".
SEKILAS anak" adat sekarang mereka pikir ini hanyalah lambang" tertentu
Miris sekali....
negri" tertua di daratan seram,anak" kasta Alifuru mereka punya BENDERA pusaka terpangpang tulisan(Alfabet) tersebut sampai sekarang
danselalu saja ada bahasa yang menyebut ini hanyalah mitos kata kasar yang mereka sllu bilang "sejarah putar bale"
bahasa kotor yang kaluar dari mulut orang yang tidak tau perjalanan awal peradaban bangsa,kasta ALIFURU.
Pengaburan sejarah Beta pikir dia Masi jalan
banyak budaya luar,adat istiadat dari luar yangu muncul di media sosial dengan bangganya dong sebut 
ini budaya Maluku
ini budaya leluhur Maluku ALIFURU

aneh
contoh kecil :
antraksi orang PELAUW
Jang pernah tempelkan sebutan "CAKALELE" atas tarian/atraksi tersebut.
karna itu bukan Budaya asli orang Maluku
CAKALELE perang beda dengan atraksi/tarian Semata.
TARIAN perang orang Maluku (CAKALELE)
beda jauh dengan Basudara di PELAUW punya. 
Sumber Referensi : Postingan di Facebook tentang Aksara ALIFURU, https://www.facebook.com/share/p/16uHthYDMn/


Berikut  AKSARA / HURUF ALIFURU DARI MALUKU :

















Imajiner Nuswantoro



Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)