Ngelmu - Pralambang - Mantra
Ngelmu
Ngelmu (bahasa Jawa) adalah konsep mendalam mengenai pencarian pengetahuan, tidak sekadar kognitif, tetapi pemahaman spiritual dan aplikatif yang dicapai melalui laku (praktik/perjuangan keras). Falsafah ngelmu iku kalakone kanthi laku menegaskan bahwa ilmu baru bernilai jika dijalankan, dihayati, dan diwujudkan untuk kesejahteraan bersama.
Berikut adalah detail mengenai konsep "Ngelmu":
Definisi & Filosofi: Berasal dari kata ngel (sulit) dan mu (sinemu/tinemu: ditemukan), yang bermakna ilmu adalah sesuatu yang sulit didapat, memerlukan dedikasi, usaha keras, dan pengorbanan.
"Ngelmu Iku Kalakone Kanthi Laku": Ungkapan Jawa yang berarti ilmu hanya dapat diraih/terwujud melalui tindakan atau perbuatan nyata. Ilmu harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ngelmu vs Kawruh: Kawruh lebih merujuk pada pengetahuan teoretis atau logika. Sebaliknya, ngelmu lebih dalam, melibatkan pemahaman batin, rasa, dan pengalaman spiritual.
Tujuan Ngelmu: Mencapai budi luhur, kesempurnaan hidup, serta mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mengendalikan hawa nafsu (angkara murka).
Metode: Selain belajar secara formal atau teoritis, ngelmu didapat melalui tirakat, olah rasa, dan praktik langsung (pengalaman hidup).
Ngelmu juga sering dikaitkan dengan kearifan lokal Jawa, seringkali bermakna ajaran spiritual tertentu.
Pralambang
Pralambang (dari bahasa Jawa) berarti lambang, simbol, atau kiasan yang memiliki makna mendalam, seringkali digunakan untuk menyampaikan ajaran moral, filosofi, atau harapan tertentu. Pralambang tidak hanya berupa simbol fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku manusia agar sesuai dengan makna di balik simbol tersebut, seperti dalam tradisi atau budaya.
Makna: Pralambang merujuk pada simbol, perumpamaan, atau refleksi filosofis.
Pengaruh: Pralambang dapat memberi pengaruh kepada manusia untuk melakukan apa yang ada dalam makna simbol tersebut.
Contoh: Dalam prosesi pernikahan adat Jawa, balangan gantal (melempar sirih) adalah pralambang pertemuan jodoh dan kasih sayang antara mempelai pria dan wanita Muntuk.
Penggunaan: Sering digunakan dalam konteks sastra (misalnya karya Kahlil Gibran - Aditya Wacana), budaya, dan tradisi.
Mantra adalah rangkaian kata atau suku kata yang dipercaya memiliki kekuatan magis, spiritual, atau ghaib, sering digunakan dalam tradisi lisan, adat, atau kepercayaan tertentu. Berasal dari bahasa Sanskerta (man = pikiran, tra = pembebasan), mantra berfungsi untuk menenangkan pikiran, pengobatan, atau mempengaruhi situasi, sering kali diucapkan oleh dukun/pawang.
Berikut poin penting mengenai mantra:
Karakteristik: Berbentuk puisi lama dengan rima dan irama, sering kali bersifat magis dan terikat pada kepercayaan.
Fungsi: Digunakan sebagai alat pengobatan, pengesHahan adat, serta memelihara norma sosial.
Contoh & Jenis: Mantra pengasihan, penawar, dan keselamatan. Contoh lain adalah mantra Om dalam Hindu/Buddha.
PenggunaanModern: Istilah ini juga merujuk pada lagu atau album (seperti Mantra Mantra dari Kunto Aji atau Mantra dari Jennie).
Mantra juga diartikan sebagai metode untuk membebaskan pikiran dari ikatan duniawi.
Ngelmu

.jpg)