JINEMAN GARA-GARA (BOCAH BAJANG NGGIRING ANGIN)

0

 JINEMAN GARA-GARA 

(BOCAH BAJANG NGGIRING ANGIN)


 





Jineman Untuk Gara-Gara

Setiap latihan karawitan, tidak lupa Pak Prapto selalu membunyikan Jineman untuk Gara-Gara.

Lalu sebenarnya  apa yang menjadi keunikan dari Syair Jineman tersebut :


Bocah Bajang nggiring angin

Anawu banyu segara

Ngon-ingone kebo dhungkul

Sa sisih sapi gumarang


ꦧꦺꦴꦕꦃꦧꦗꦁꦔ꧀ꦒꦶꦫꦶꦁꦄꦔꦶꦤ꧀‌

ꦄꦤꦮꦸꦧꦚꦸꦱꦼꦒꦫ꧈

ꦔꦺꦴꦤ꧀ꦆꦔꦺꦴꦤꦺꦏꦼꦧꦺꦴꦣꦸꦁꦏꦸꦭ꧀‌

ꦱꦱꦶꦱꦶꦃꦱꦥꦶꦒꦸꦩꦫꦁ


Bojah bajang menggiring angin

Menguras air lautan

Peliharaannya kerbau bodoh

Beriringan dengan sapi gumarang


Anak bajang adalah gambaran dari manusia yang lemah, bodoh, rapuh dan berdosa, disatu sisi, namun disisi lain, ada Roh yang hidup di dalam kerapuhannya.

Menghidupi Roh yang sempurna di dalam pribadi yang lemah, membutuhkan perjuangan yang tak berkesudahan.

Diibaratkan anak bajang menggiring angin dengan sebatang lidi dan menguras samodra dengan tempurung kelapa, yang tidak akan pernah selesai.

Kecuali Sang Empunya Kehidupan sudah menganggap cukup.

Seolah Semar mewartakan kepada seluruh isi hutan belantara itu, mengabarkan kepada seluruh penghuni dunia, bahwa manusia dikaruniai kelemahan yang ada pada wujud seekor kerbau, namun di sisi lain juga memiliki kelebihan layaknya sapi gumarang yang cerdas dan bertanduk tajam.

Dan untuk menggapai kesempurnaan hidup haruslah diupayakan mengharmoniskan antara sifat yang serba kurang, lemah dan cacat di satu sisi dan sifat yang serba sempurna di sisi yang lain.

Manusia membutuhkan perjuangan panjang, sepanjang umur manusia itu sendiri, seperti bocah bajang nggiring angin dan nawu segara, menggiring angin dan menguras lautan, tiada pernah akan selesai.




Imajiner Nuswantoro 


 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)