GAMPINGROWO ALAS TRIK BUAH MAJA YANG PAHIT Tulisan Artikel : Ki Bayuaji Ditulis ulang Oleh : Imajiner Nuswantoro

0

GAMPINGROWO ALAS TRIK BUAH MAJA YANG PAHIT 


 

https://syehhakediri.blogspot.com/2024/09/gampingrowo-alas-trik-buah-maja-yang.html

Dongeng Arkeologi & Antropologi Surya Majapahit

Dongeng adalah cerita prosa rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi atau fiktif. Fungsi dongeng adalah sebagai hiburan, dan sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Hal itu disebabkan karena cerita dalam dongeng banyak yang melukiskan sebuah sindiran, dan kebenaran berisikan pelajaran moral.

Dongeng adalah salah satu cerita rakyat (folktale) yang cukup beragam cakupannya serta berasal dari berbagai kelompok etnis, masyarakat, atau daerah tertentu di berbagai belahan dunia Pada mulanya dongeng berkaitan dengan kepercayaan masyarakat primitif terhadap sesuatu yang bersifat supranatural dan mengimplementasikannya dalam kehidupan manusia, seperti animisme, dinamisme dan lain-lain. Istilah dongeng dapat dipahami sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal atau fantasi.

 

Dongeng adalah hiburan yang menyenangkan untuk anak dan memberikan manfaat positif bagi anak. Dongeng adalah sebuah sarana pendidikan karakter yang dampaknya sudah dirasakan sejak zaman dahulu kala. Nenek moyang dan orangtua terdahulu membuat dongeng untuk anak-anak dengan tujuan menyisipkan unsur pendidikan moral didaktis dan sebagai sarana hiburan. Oleh karena itu, dongeng bisa menjadi wahana untuk mengasah imajinasi, alat pembuka cakrawala anak, mencerdaskan anak dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dongeng juga menjadi salah satu media komunikasi untuk menyampaikan beberapa pelajaran dari pesan moral yang didapatkan sehingga diharapkan anak dapat menerapkan apa yang sudah didengarkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ciri :

·       Dongeng merupakan salah satu prosa yang tidak benar-benar terjadi dan disesuaikan dengan kenyataan.

·       Ukuran teks dongeng relatif pendek.

·       Bersifat anonim (tidak diketahui siapa pengarangnya) sehingga sering terjadi perubahan-perubahan dalam alur cerita disesuaikan dengan penalaran pendongengnya. Maka dari itu, dongeng banyak versi dan bisa diklaim oleh beberapa daerah tertentu.

·       Diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya.

·       Tidak terikat waktu dan tempat. Bisa terjadi di mana saja tanpa aya kewajiban pelataran tertentu.

·       Selalu menampilkan tokoh antagonis dan protagonis.

·       Dituturkan secara lisan (orality).

·       Bersifat imajinatif sehingga bisa menyajikan cerita yang aneh, ajaib dan tidak masuk akal.

·       Mengandung pesan moral yang bermanfaat bagi kehidupan.

 

Jenis :

·       Legenda adalah dongeng yang menceritakan asal mula suatu tempat. Contohnya adalah Sasakala Tangkuban Perahu, Asal Mula Rawa Pening dan Legenda Danau Toba.

·       Mite adalah dongeng yang bercerita tentang para dewa dan mitos yang berkembang di masyarakat. Contohnya dongeng Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul.

·       Cerita Rakyat adalah dongeng yang berasal dari suatu daerah tertentu, misalnya Malin Kundang dari Sumatera Barat.

·       Cerita binatang contohnya adalah Si Kancil dan Buaya, Serigala dan Tiga Babi Kecil, dan Sang Kodok. Cerita binatang bisa dibedakan dalam tiga tipe, yaitu etiological tale, fable, dan beast epic. Etiological tale ialah cerita tentang asal-usul terjadinya suatu binatang berdasarkan bentuk atau rupa binatang itu sekarang ini. Fable ialah cerita binatang yang mengandung pendidikan moral. Binatang diceritakan mempunyai akal, tingkah laku, dan juga bicara seperti manusia, sedangkan beast epic adalah siklus cerita binatang dengan seekor binatang sebagai pelaku utamanya.

 

Manfaat :

·       Bisa mendukung perkembangan daya imajinasi anak

·       Meningkatkan kemampuan berbahasa untuk anak usia dini.

·       Untuk mendukung perkembangan tumbuhnya nilai-nilai moral anak.

·       Membentuk karakter positif anak.

·       Sebagai sarana hiburan dan penyembuh trauma psikologis bagi anak.

·       Meningkatkan tingkat konsentrasi anak.

·       Merangsang pengetahuan dan rasa ingin tahu pada anak.

·       Menumbuhkan dan mengembangkan minat baca pada anak.

·       Merekatkan hubungan intuisi antara orang tua dan anak dalam kegiatan mendongeng.

 

Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat pada masa lalu dan diwariskan secara turun-temurun, baik secara lisan maupun tertulis. Cerita rakyat merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri cerita rakyat :

·       Bersifat tradisional

·       Disebarkan secara lisan, yakni dari mulut ke mulut

·       Memiliki banyak versi karena menyebar secara lisan

·       Menceritakan asal-usul sesuatu, suatu tempat, seorang tokoh atau manusia, hewan-hewan, benda, bahkan hal-hal gaib

·       Mengajarkan tentang nilai-nilai dan kebijaksanaan yang diperoleh oleh leluhur

·       Mencerminkan akar budaya dan identitas suatu masyarakat

 

Sekilas sambutan dari penulis Ki Bayuaji :

Namanya saja “Dongeng”,  bisa dipercaya, silahkan juga jika tidak percaya. Tetapi, jika yang mendongengnya seseorang yang pakar dalam bidangnya, saya kira bisa dipakai sebagai bahan kajian atau pembanding. Meskipun mungkin belum bisa dipakai sebagai sebagai pustaka dalam artikel ilmiah.

Blog ini dituliskan mengingat banyaknya tulisan Ki Bayuaji (nama di dunia maya) yang kami sendiri belum tahu seperti apa Ki Bayuaji ini. Tetapi, melihat perbendahaan naskah dan analisisnya yang tajam, saya kira beliau adalah salah satu pakar sejarah yang dimiliki tanah air kita.

Tulisan-tulisan Ki Bayuaji ini disunting dari tulisan yang sudah diunggah di http://pelangisingosari.wordpress.com/dongeng-arkeologi-antropologi/. Pada blog tersebut, tulisan Ki Bayuaji hanya menempati “gandok” (istilah yang biasa digunakan di blog tersebut) di pojok yang jika tidak jeli tidak bisa melihat bahwa ada “gandok” tersebut diantara “gandok-gandok” yang lain.

Tulisan beliau cukup menarik, karena ada beberapa sisi yang belum pernah diungkap pada naskah yang lain, termasuk pada buku-buku sejarah yang digunakan dalam peljaran sejarah. Sebagian berupa analisis kritis, sebagian mungkin karena temuan-temuan baru baik dari hasil kajian orang lain yang terbaru maupun kajian beliau sendiri.

Mudah-mudahan, informasi ini dapat dipakai sebagai bahan renungan sejarah di masa yang lalu.



Lereng Gunung Kawi, Agustus 2011.

Tulisan Artikel : Ki Bayuaji

Ditulis ulang Oleh : Imajiner Nuswantoro


Berikut penulis artikel sajikan DONGENG ARKEOLOGI & ANTROPOLOGI SURYA MAJAPAHIT, GAMPINGROWO ALAS TRIK BUAH MAJA YANG PAHIT, Tulisan Artikel : Ki Bayuaji, Ditulis ulang Oleh : Imajiner Nuswantoro dalam bentuk pdf (Free download) :

 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)