Ceritane Joko Dolog ꦕꦼꦫꦶꦠꦤꦺꦗꦺꦴꦏꦺꦴꦣꦺꦴꦭꦺꦴꦒ꧀

0

 Ceritane Joko Dolog 

ꦕꦼꦫꦶꦠꦤꦺꦗꦺꦴꦏꦺꦴꦣꦺꦴꦭꦺꦴꦒ꧀




꧋ꦕꦿꦶꦠꦫꦏꦾꦠ꧀ꦆꦏꦶꦄꦱꦭꦺꦱꦏꦗꦮꦠꦶꦩꦸꦂ꧉

꧋ꦚꦿꦶꦠꦏꦏꦺꦥꦸꦠꦿꦶꦄꦪꦸꦗꦼꦤꦼꦔꦼꦣꦺꦮꦶꦥꦸꦂꦧꦮꦠꦶꦱꦶꦁꦩꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦆꦁꦈꦗꦸꦁꦒꦣꦸꦃ(ꦱꦺꦴꦮꦺꦫꦧꦻꦪ)꧉

꧋ꦄꦏꦺꦃꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦱꦶꦁꦏꦼꦥꦺꦔꦶꦤ꧀ꦔ꧀ꦭꦩꦂꦣꦼꦮꦼꦏꦼ꧈ꦏꦭꦺꦧꦸꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦧꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦱꦏꦩꦣꦸꦫ꧈ꦭꦤ꧀ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦗꦏꦠꦫꦸꦤꦱꦏꦏꦼꦣꦶꦫꦶ꧉

꧋ꦮꦺꦴꦁꦭꦺꦴꦫꦺꦴꦩꦻꦴꦣꦶꦥꦫꦶꦔꦶꦱꦾꦫꦠ꧀ꦝꦼꦤꦶꦁꦄꦣꦶꦥꦠꦶꦗꦪꦺꦔꦿꦤꦏꦁꦒꦺꦴꦔ꧀ꦒꦮꦺꦥꦼꦩꦸꦏꦶꦩꦤ꧀ꦏꦤ꧀ꦛꦶꦩ꧀ꦧꦧꦠ꧀ꦊꦩꦃꦆꦁꦄꦭꦱ꧀ꦏꦸꦭꦺꦴꦤ꧀ꦯꦸꦫꦨꦪ꧉

꧋ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦧꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦱꦿꦼꦒꦼꦥ꧀ꦩ꧀ꦧꦧꦠ꧀ꦄꦭꦱ꧀‌ꦤꦔꦶꦁꦗꦏꦠꦫꦸꦤꦱꦏꦏꦼꦣꦶꦫꦶ꧈ꦭꦶꦕꦶꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦛꦶꦩ꧀ꦧꦸꦗꦸꦏ꧀ꦗꦺꦴꦏꦺꦴꦗꦸꦩ꧀ꦥꦸꦠ꧀ꦱꦸꦥꦪꦧꦶꦱꦔꦭꦲꦏꦺꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦱꦶꦠꦸꦧꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴ꧉

꧋ꦤꦔꦶꦁꦒꦺꦴꦫꦺꦴꦃꦗꦏꦠꦫꦸꦤꦏꦼꦧꦺꦴꦁꦏꦂ꧉ꦄꦏ꦳ꦶꦫꦺꦄꦣꦶꦥꦠꦶꦔꦶꦥꦠ꧀ꦆꦥꦠꦶꦗꦏꦠꦫꦸꦤꦣꦝꦶꦉꦕ꧉

꧋ꦱꦭꦗꦺꦔꦶꦥꦸꦤ꧀‌ꦉꦕꦥꦸꦤꦶꦏꦣꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦺꦧꦠ꧀ꦗꦺꦴꦏꦺꦴꦣꦺꦴꦭꦺꦴꦒ꧀꧈




Ceritane Joko Dolog 

Crita rakyat iki asale saka Jawa Timur. 

Nyritakake putri ayu jenenge Dewi Purbawati sing manggon ing Ujung Gaduh (Soerabaia). 

Akeh pangeran sing kepengin nglamar dheweke, kalebu Pangeran Situbondo saka Madura, lan Pangeran Jaka Taruna saka Kediri. 

Wong loro mau diparingi syarat dening Adipati Jayengrana kanggo nggawe pemukiman kanthi mbabat lemah ing alas kulon Surabaya. 

Pangeran Situbondo sregep mbabat alas, nanging Jaka Taruna saka Kediri, licik kanthi mbujuk Joko Jumput supaya bisa ngalahake Pangeran Situbondo. 

Nanging goroh Jaka Taruna kebongkar. Akhire Adipati ngipat-ipati Jaka Taruna dadi reca. 

Salajengipun, reca punika dipunsebat Joko Dolog.





Kisah Joko Dolog

Cerita rakyat ini berasal dari Jawa Timur. Mengisahkan seorang putri cantik bernama Dewi Purbawati yang hidup di Ujung Galuh (Soerabaia). Banyak pangeran yang ingin melamarnya termasuk Pangeran Situbondo dari Madura, dan Pangeran Jaka Taruna dari Kediri. Keduanya diberi syarat oleh Adipati Jayengrana untuk membuat pemukiman dengan membuka lahan di hutan barat Soerabaia. Pangeran Situbondo bekerja keras membuka hutan, tetapi Jaka Taruna berbuat licik dengan menghasut Joko Jumput untuk mengalahkan Situbondo. Akan tetapi, kebohongan Jaka Taruna terbongkar. 

Akhirnya Adipati mengutuk Jaka Taruna menjadi patung.  Kemudian, patung itu dikenal Joko Dolog.




Noesantara Tempo Doeloe 

Potret lawas 1910  Ptasasti Joko Dolok  yang masih telantar di lapangan gagal di angkut kebelanda,konon kapal tenggelam di perairan Tanjoeng perak.

Pada alas sandar Joko Dolog terdapat prasasti dengan bahasa Sanskerta yang dinamakan sebagai prasasti Wurare berisi 19 bait yang mengandung lima makna sejarah yang berkembang pada masa itu, yakni mengenai perebutan kekuasaan terhadap pembagian tanah Jawa menjadi Janggala dan Panjalu, yang mana akhirnya keduanya dapat disatukan kembali oleh Raja Wisnuwardhana.  

Arca Joko Dolog merupakan peninggalan dari kerajaan Singhasari, dan merupakan perwujudan dari raja terakhir Kerajaan Singosari, yakni raja Kertanagara yang memiliki gelar lengkap paduka Sri Maharajadhiraja Kertanagara Wikrama Dharmmottunggadewa. 

Arca Joko Dolog dipahat oleh seseorang yang bernama Nada, dan pembuatannya dilakukan sekitar tiga tahun sebelum Raja Kertanegara meninggal karena dibunuh oleh tentara Jayakatwang adipati Gelang-gelang kini Madiun yang memberontak pada Singasari. Arca Joko Dolog memiliki panjang 166 cm, lebar 138 cm, serta tebal 105 cm. 

Arca Joko Dolog digambarkan dengan kepala gundul serta dibuat dengan posisi duduk dan bersikap Bhumisparsa mudra, yang melambangkan memanggil bumi sebagai saksi, dimana tangan kiri berada di atas pangkuan, sedangkan tangan kanan menelungkup di atas lutut.

Prasasti Wurare pada Arca Joko Dolog juga bertuliskan angka 1211 (1289 Masehi), yang mana tahun tersebut merupakan tahun dibuatnya Arca Joko Dolog. Selain itu, prasasti tersebut juga berisi tentang pembagian kerajaan Kahuripan oleh Airlangga serta penobatan Raja Kertanegara sebagai Buddha Mahaksobhya.



Imajiner Nuswantoro 



Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)