Batik Parang
ꦧꦛꦶꦏ꧀ꦥꦫꦁ
Batik tegese Bakti, Dhamö bekti, pörö Röjö Satriö Jöwö kudu ngabekti marang nusö lan böngsö, kluwargö lan Pengeran.
Batik parang/pereng dipunriptö dening Panembahan Senöpati saking Mataram, motif batik parang puniko gambarake ombaking segoro sing ora nate kendhat, dadi sing ngagem batik parang iki ngalap supoyo biso pantang teluk, ora gampang nglokro, sesinambungan keluargö, Setyo Tuhu marang manungso, Merangi howo nepsu.
Dalah ngisor iki wernaning batik parang :
Sing ngagem batik parang barong ngalap kendhalining diri, ati-ati ing wicoro lan tumindak, wicaksono.
Pantangan: ora diagem pas mantenan.
Sing ngagem batik parang rusak ngalap supoyo biso urip Mulyo, tahan godho
Sing ngagem batik parang klitik ngalap supoyo biso wicaksono
Batik Larangan
Batik larangan adalah jenis batik yang sarat dengan aturan penggunaan dan nilai sakralnya. Pembuatan batik bagi lingkungan keraton adalah suatu hal yang sifatnya spiritual.
Terutama Batik Parang dengan motif bergelombang bagaikan lautan samudera, batik tersebut hanya boleh dipakai oleh Susuhunan Surakarta dan Sultan Yogyakarta.
Mencari Jejak Sejarah Penciptaan Batik Motif Parang.
Batik motif Parang adalah salah satu motif batik Jawa/ Indonesia yang tergolong sangat penting, klasik dan tetap populer dipergunakan sampai sekarang.
Motif Parang dikategorikan sebagai motif batik larangan kraton Mataram Islam. Hanya boleh dipergunakan oleh keluarga bangsawan kraton - kraton Mataram Islam baik di Yogyakarta maupun Surakarta.
Terkait sejarah motif Parang disebutkan bahwa motif Parang konon diciptakan oleh Panembahan Senopati, pendiri kerajaan Mataram Islam (wafat tahun 1601Masehi) saat bertapa di pantai selatan. Panembahan Senopati terinspirasi oleh bentuk lereng ('pereng' dalam bahasa Jawa) dari bukit karang yang rusak oleh deburan ombak samudera. Selanjutnya disebutkan bahwa motif Parang berasal dari kata 'pereng'.
Terkait penjelasan asal-usul motif batik Parang tersebut di atas, adakah sumber tertulis serta terpercaya yang secara eksplisit menyebutkan bahwa Panembahan Senopati lah yang menciptakan motif batik Parang saat bertapa di pantai selatan ?
PARANG SELING BUKAN TULIS
Batik parang lereng adalah salah satu motif batik khas yang berasal dari Jawa, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo
Batik Parang adalah salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).