Serat Kalatidha Ronggo Warsito dikenal masyarakat Jawa sebagai ramalan datangnya zaman edan (rusak). Syair Serat Kalatidha terdiri atas 12 bait dari tembang Macapat Sinom, dikutip mulai bait V.

0

 Serat Kalatidha Ronggo Warsito dikenal masyarakat Jawa sebagai ramalan datangnya zaman edan (rusak). 

Syair Serat Kalatidha terdiri atas 12 bait dari tembang Macapat Sinom, dikutip mulai bait V.




V

Ujaring Panitisastra

awawarah asung peling

ing jaman keneng musibat

wong ambek jatmika kontit.

Mangkono yen niteni.

Pedah apa amituhu

pawarta lalawora

mundhak angroronta ati.

Angur-baya ngiketa cariteng kuna.

Artinya:

Menurut buku Panitisastra

memberi ajaran dan peringatan

di dalam zaman yang penuh bencana

bahwa orang berjiwa bijak justru kalah dan berada di belakang.

Demikian apabila mau memperhatikan tanda-tanda zaman.

Apakah gunanya kita percaya

pada berita-berita kosong

justru terasa semakin menyakitkan hati.

Lebih baik menulis cerita-cerita kuno.


VI

Keni kinarya darsana

palimbang ala lan becik.

Sayekti akeh kewala

lalakon kang dadi tamsil

masalahing ngaurip

wahanira tinemu

temahan anarima

mupus papasthening takdir

puluh-puluh anglakoni kaelokan.

Artinya:

Hal itu dapat digunakan sebagai teladan

untuk membandingkan hal buruk dan baik.

Tentunya banyak juga

lakuan-lakuan yang menjadi contoh

tentang masalah-masalah hidup

hingga akhirnya ditemukannya,

keadaan tawakal (narima),

menyadari akan ketentuan takdir Tuhan,

bagaimana pula hal ini mengalami keanehan.


VII

Amenangi jaman edan

ewuh aya ing pambudi

Melu edan nora tahan

yen tan milu anglakoni

boya kaduman melik

kaliren wakasanipun.

Dilalah kersa Allah

begja-begjaning kang lali

luwih begja kang eling lan waspada.

Artinya:

Menghadapi zaman edan

keadaan menjadi serba sulit

turut serta edan tidak tahan

apabila tidak turut serta melakukan

tidak mendapatkan bagian

akhirnya menderita kelaparan.

Sudah kehendak Tuhan Allah

betapun bahagianya orang yang lupa

lebih berbahagia mereka yang sadar dan waspada.


VIII

Samono iku babasan

padu-paduning kapengin

enggih makoten Man Doplang

bener ingkang ngarani

nanging sajroning batin

sejatine nyamut-nyamut.

Wis tuwa arep apa

muhung mahasing ngasepi

supayantuk parimamaning Hyang Suksma.

Artinya:

Demikianlah perumpamaannya

padahal mereka menginginkan,

bukankah demikian Paman Doplang?

Benar juga yang menyangkanya,

namun di dalam batin

sesungguhnya hal itu masih jauh.

Sudah tua mau apalagi,

sebaiknya menjauhkan diri dari keramaian duniawi

supaya mendapatkan anugerah kasih Tuhan Yang Maha Esa.


IX

Beda lan kang wus santosa

kinarilan ing Hyang Widhi

satiba malanganeya

tan susah ngupaya kasil

saking mangunah prapti

Pangeran paring pitulung

marga samaning titah

rupa sabarang pikolih

parandene masih taberi ikhtiyar.

Artinya:

Berbeda bagi mereka yang telah teguh sentosa jiwanya dianugerahi Tuhan Yang Maha Esa

betapapun tingkah laku perbuatannya

tidak susah untuk mendapatkan penghasilan

oleh karena dari datangnya pertolongan Tuhan

Tuhan senantiasa memberi petunjuk dan pertolongan

jalannya melalui sesama makhluk

berupa segala sesuatu yang bermanfaat.

Meskipun demikian, dia masih tetap tekun rajin berusaha.


X

Sakadare linakonan

mung tumindak mara ati

angger tan dadi prakara

karana wirayat muni

ikhtiyar iku yekti

pamilihe reh rahayu

sinambi budi daya

kanthi awas lawan eling

kang kaesthi antuka parmaning Suksma.

Artinya:

Sekadar menjalani hidup

hanya semata bertindak mengenakkan hati

asalkan tidak menjadi suatu masalah

dengan memperhatikan petuah orang tua

bahwa ikhtiar itu sesungguhnya

memilih jalan agar selamat

sambil terus berusaha

disertai dengan awas dan sadar

yang bertujuan agar mendapatkan kasih anugerah Tuhan.


XI

Ya Allah ya Rasulullah

kang sipat murah lan asih

mugi-mugi aparinga

pitulung ingkang nartani

ing alam awal akhir

dumunung ing gesang ulun

mangkya sampun awredha

ing wekasan kadi pundi

mila mugi wontena pitulung Tuwan.

Artinya:

Ya Allah, ya Rasulullah

yang bersifat pemurah dan pengasih

semoga berkenan melimpahkan

pertolongan yang menyelamatkan

di dunia hingga ke akhirat

tempat hidup hamba

padahal sekarang (hamba) sudah tua

pada akhirnya nanti bagaimana (terserah),

maka semoga ada pertolongan Tuhan.


XII

Sageda sabar santosa

mati sajroning ngaurip kalis

ing reh huru-hara

murka angkara sumingkir

tarlen meleng melatsih

sanityaseng tyas mamatuh

badharing sapudhendha

antuk wajar sawatawis

borong angga suwarga mesi martaya.

Artinya:

Semoga dapat sabar sentosa

laksana mati di dalam hidup

terbebas dari segala kerusuhan,

angkara murka, tamak, loba menyingkir semua

tiada lain karena berkonsentrasi diri memohon kasih Tuhan

senantiasa melatih hatinya patuh

agar dapat mengurungkan kutukan

sehingga mendapatkan sinar terang sekadarnya

berserah diri agar dapat masuk surga yang berisi keabadian.


Demikian ungkapan Raden Ngabehi Rangga Warsita (Ronggo Warsito) bernama asli Bagus Burhan, dalam karyanya, Serat Kalatidha.


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)