FIR'AUN - QORUN - IBLIS - ASU Kitab Fatkhur Robbani (Syeikh Abdul Qadir Al Jilani)

0

 FIR'AUN - QORUN - IBLIS - ASU

Kitab Fatkhur Robbani (Syeikh Abdul Qadir Al Jilani)



Imajiner Nuswantoro
Editing by, Imajiner Nuswantoro, by Gemini apk


Imajiner Nuswantoro
Editing by, Imajiner Nuswantoro 


Sing sopo wonge diwenehi kekuasaan (pemimpin). Kok ora manfaati iku koyo dene FIR'AUN

**

Sing sopo wonge diwenehi bondo donyo (sugih). Kok ora manfaati iku koyo dene QORUN

**

Sing sopo wonge diwenehi dadi alim (ahli ilmu). Kok ora manfaati iku koyo dene IBLIS

**

Sing sopo wonge diwenehi fakir (mlarat). Kok ora sabar lan nrimo iku koyo dene ASU 



Source : Googling. Saking : Tongkat nabi Musa - Kitab Fatkhur Robbani (Syeikh Abdul Qadir Al Jilani)




FIR'AUN - QORUN - IBLIS - ASU
Kitab Fatkhur Robbani (Syeikh Abdul Qadir Al Jilani)

Sing sopo wonge diwenehi kekuasaan (pemimpin). Kok ora manfaati iku koyo dene FIR'AUN

Sing sopo wonge diwenehi bondo donyo (sugih). Kok ora manfaati iku koyo dene QORUN

Sing sopo wonge diwenehi dadi alim (ahli ilmu). Kok ora manfaati iku koyo dene IBLIS

Sing sopo wonge diwenehi fakir (mlarat). Kok ora sabar lan nrimo iku koyo dene ASU 


Aksara Jawanipun :

꧋ꦱꦶꦁꦱꦺꦴꦥꦺꦴꦮꦺꦴꦔꦺꦣꦶꦮꦺꦤꦺꦲꦶꦏꦼꦏꦸꦮꦱꦄꦤ꧀(ꦥꦺꦩꦶꦩ꧀ꦥꦶꦤ꧀)꧉ꦏꦺꦴꦏ꧀ꦎꦫꦩꦤ꧀ꦥ꦳ꦄꦠꦶꦆꦏꦸꦏꦺꦴꦪꦺꦴꦣꦼꦤꦼꦥ꦳ꦶꦂ'ꦎꦴꦤ꧀


꧋ꦱꦶꦁꦱꦺꦴꦥꦺꦴꦮꦺꦴꦔꦺꦣꦶꦮꦺꦤꦺꦲꦶꦧꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦣꦺꦴꦚꦺꦴ(ꦱꦸꦒꦶꦃ)꧉ꦏꦺꦴꦏ꧀ꦎꦫꦩꦤ꧀ꦥ꦳ꦄꦠꦶꦆꦏꦸꦏꦺꦴꦪꦺꦴꦣꦼꦤꦼꦐꦺꦴꦫꦸꦤ꧀


꧋ꦱꦶꦁꦱꦺꦴꦥꦺꦴꦮꦺꦴꦔꦺꦣꦶꦮꦺꦤꦺꦲꦶꦣꦝꦶꦄꦭꦶꦩ꧀(ꦄꦃꦭꦶꦆꦭ꧀ꦩꦸ)꧉ꦏꦺꦴꦏ꧀ꦎꦫꦩꦤ꧀ꦥ꦳ꦄꦠꦶꦆꦏꦸꦏꦺꦴꦪꦺꦴꦣꦼꦤꦼꦆꦧ꧀ꦭꦶꦱ꧀


꧋ꦱꦶꦁꦱꦺꦴꦥꦺꦴꦮꦺꦴꦔꦺꦣꦶꦮꦺꦤꦺꦲꦶꦥ꦳ꦏꦶꦂ(ꦩ꧀ꦭꦫꦠ꧀)꧉ꦏꦺꦴꦏ꧀ꦎꦫꦱꦧꦂꦭꦤ꧀ꦤꦿꦶꦩꦺꦴꦆꦏꦸꦏꦺꦴꦪꦺꦴꦣꦼꦤꦼꦄꦱꦸ


Maknanya :

Barangsiapa diberi kekuasaan (kepemimpinan), mengapa ia tidak memanfaatkannya? Ia seperti orang yang bermulut besar.

Barangsiapa diberi kekayaan duniawi, mengapa ia tidak memanfaatkannya ? Ia seperti orang yang bermulut manis.

Barangsiapa diberi ilmu, mengapa ia tidak memanfaatkannya ? Ia seperti orang yang buta huruf.

Barangsiapa diberi kemiskinan, mengapa ia tidak sabar dan menerimanya? Ia seperti anjing.


Berdasarkan ajaran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab-kitab beliau, termasuk Fathur Rabbani, Fir'aun, Qarun, Iblis, dan "Asu" (anjing/nafs) digunakan sebagai simbol-simbol penghalang antara hamba dengan Allah SWT. Kitab ini berfokus pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), zuhud, dan menghilangkan ketergantungan pada selain Allah. 

Berikut adalah interpretasi simbol-simbol tersebut dalam konteks ajaran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani :

- FIR'AUN (Simbol Kesombongan & Kekuasaan): Mewakili hati yang sombong, merasa berkuasa, dan menolak kebenaran (kebenaran mutlak hanya milik Allah). Firaun adalah puncak ego manusia yang menganggap dirinya Tuhan.

- QARUN / QORUN (Simbol Keterikatan Duniawi & Harta): Mewakili ketergantungan hati terhadap harta kekayaan dan dunia. Qarun melambangkan manusia yang tertipu oleh kemewahan duniawi sehingga melupakan akhirat.

- IBLIS (Simbol Kesombongan Spiritual & Tipu Daya): Mewakili sifat sombong yang halus, merasa lebih baik dari orang lain, dan tipu daya yang menjauhkan hamba dari ketaatan kepada Allah.

- ASU/Anjing (Simbol Hawa Nafsu Rendah): Sering kali dalam tasawuf"asu" atau anjing diibaratkan sebagai hawa nafsu yang kotor, liar, dan tidak kenal kenyang. Syekh Abdul Qadir mengajarkan untuk "membunuh" anjing nafsu ini agar hati bersih. 


Inti Pesan dalam Fathur Rabbani

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengajak pembaca untuk mematikan sifat-sifat Fir'aun, Qarun, Iblis, dan hawa nafsu (anjing) dalam diri manusia agar hati hanya dipenuhi oleh Allah SWT (Tauhid yang murni). 


Terjemah Fathur Rabbani (Syekh Abdul Qadir al-Jailani)

Sekilas tentang Kitab Fathur Rabbani

Fathur Rabbani wal-Faidhur Rahmani adalah salah satu karya monumental dalam dunia tasawuf Sunni, yang berisi kumpulan majelis dan nasihat ruhani dari wali besar Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله.

Kitab ini sering dipahami sebagai panduan spiritual tentang bagaimana seorang hamba membersihkan hati, memperbaiki tauhid, dan berjalan menuju ridha Allah.


Tentang Pengarang

Syekh Abdul Qadir al-Jailani (w. 561 H) adalah seorang ulama besar, faqih Hanbali, sekaligus tokoh tasawuf yang diakui lintas mazhab. Ajaran beliau dikenal dengan ciri:

- Teguh dalam tauhid dan syariat

- Jelas dalam akhlak dan adab

- Menolak tasawuf yang lepas dari Al-Qur’an dan Sunnah

Karena itu, karya-karyanya diterima luas dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama‘ah.


Isi dan Tema Utama Kitab

Kitab Fathur Rabbani berisi nasihat-nasihat mendalam yang mencakup:

- Pemurnian tauhid dan keikhlasan

- Bahaya cinta dunia dan hawa nafsu

- Adab seorang hamba di hadapan Allah

- Hakikat tawakal, sabar, dan ridha

- Jalan para wali dan hamba pilihan

- Bahasanya tegas, lugas, namun sarat makna ruhani yang menyentuh hati.


Makna Menjadi Kekasih Allah

- Dalam kitab ini, “menjadi kekasih Allah” bukanlah klaim spiritual, melainkan buah dari ketaatan, kejujuran hati, dan istiqamah dalam syariat. Syekh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa:

- Jalan menuju Allah tidak ditempuh dengan klaim, tetapi dengan amal, adab, dan penghambaan yang tulus.

- Pesan ini menjadikan Fathur Rabbani relevan untuk setiap zaman.


Tentang Versi Terjemah

- Versi terjemah Fathur Rabbani memudahkan pembaca non-Arab untuk memahami pesan-pesan tasawuf yang dalam tanpa kehilangan ruh aslinya.

- Terjemah ini cocok untuk:

- Kajian akhlak dan tasawuf

- Bacaan ruhani harian

- Majelis taklim dan pengajian umum

- Akses Arsip Kitab untuk Kajian

- Bagi pembaca yang ingin mempelajari terjemah kitab ini sebagai bahan pembelajaran dan riset, dapat di download (PDF dibawah artikel ini).


Penutup

- Fathur Rabbani adalah cermin tasawuf Sunni yang lurus: tidak menjanjikan keajaiban instan, tetapi mengajarkan kesungguhan dalam taat, kejujuran dalam iman, dan adab dalam beragama.

- Bagi siapa pun yang rindu memperbaiki hubungan dengan Allah, kitab ini layak dibaca dengan hati yang lapang dan niat yang tulus.



1. AL-FATH AL-RABBANI - ABD AL-QADIR AL-JAILANI

 



2. Terjemah Kitab Fathur-Rabbany wal Faidhur-Rahmany


   



3. Fathrabani


 



4.  Terjemah Kitab Fathur-Rabbany wal Faidhur-Rahmany

Terjemah Kitab (Fathur Rabbani) Pencerahan Sufi Karya: Syekh Abdul Qadir al-Jilani
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

(Fathur Rabbani)
Pencerahan Sufi




Karya: Syekh Abdul Qadir al-Jilani

“Berusahalah untuk mengenal al-Haqq ‘Azza wa Jalla, sebab jika kalian telah mengenal-Nya, maka kalian juga bisa mengenal apa saja selain-Nya. Kenali Dia, dan cintailah. Jika kalian tidak mampu memandang-Nya dengan mata kepala kalian, maka pandanglah dengan mata hati kalian. Jika kalian melihat beragam nikmat dari-Nya, maka sudah menjadi keharusan kalian untuk mencintai-Nya.”

Buku ini berisi 62 petuah ruhaniah Syekh Abdul Qadir al-Jilani yang menyajikan tema-tema sentral dan konsep-konsep spiritualitas. Secara garis besar, ceramah-ceramahnya terfokus pada dua hal; pertama, makrifat kepada Allah. Kedua, syariat sebagai jalan utama. Untuk mencapai makrifat kepada Allah, seseorang harus menempuh jalan syariat, yaitu melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Seseorang hendaknya menyucikan jiwanya dengan penuh kesadaran dalam rangka menunaikan tauhid yang mutlak. la hendaknya bersikap wara’, zuhud terhadap dunia-bahkan zuhud terhadap diri sendiri-sabar dan ikhlas terhadap qadha’ dan qadar-Nya yang baik ataupun yang buruk, serta merasa diawasi oleh Allah, beriman dan bertakwa serta hanya menggantungkan segalanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Karya Syekh Abdul Qadir al-Jilani ini akan membuka tabir dan misteri kehidupan sesungguhnya yang kita jalani. Bacalah dengan hati yang khusyuk dan hening, niscaya akan kita temukan kedalaman ajaran beliau dalam membimbing kita menemukan hakikat diri.


Pencerahan Sufi (Fathur Rabbani) Syekh Abdul Qadir Jaelani


   


Imajiner Nuswantoro 



Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)