SEJARAH ROKOK GUDANG GARAM

0

SEJARAH ROKOK GUDANG GARAM 



Saluran YouTube :

https://youtu.be/Sbzk0uVXkvw?si=hFvHrkulSK_s1EgF



Dari ribuan pabrik rokok di Tanah Air, salah satu perusahaan rokok terbesar adalah PT Gudang Garam Tbk. Didirikan oleh pengusaha Surya Wonowidjojo, Gudang Garam kini telah berusia 60 tahun. Separuh abad berdiri, perusahaan rokok tersebut menempati urutan ke-5 terbesar dan tertua yang memproduksi rokok kretek.

Perjalanannya Rokok Gudang Garam terangkum dari berbagai sumber :

Berdiri pada 26 Juni 1958, perintis Gudang Garam adalah Tjoa Tjien Hwie atau yang akrab disapa Surya Wonowidjoyo. Ia hijrah dari Fujian, China ke Madura pada tahun 1920. Saat berusia 20 tahunan, Surya ditawari sang paman untuk bekerja di pabrik rokok Cap 93. Itu adalah paling tersohor di Jawa Timur kala itu. Berkat keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Surya mendapatkan promosi jabatan hingga mencapai posisi Direktur.

Tepat pada tahun 1958, Surya pamit dari perusahaan rokok yang telah melesatkan kariernya itu. Selanjutnya, ia terjun membuka pabrik rokok skala rumahan di Kediri, Jawa Timur. Berbekal lahan seluas 1.000 meter persegi, Surya mulai memproduksi rokok kretek dengan label nama Ing Whie.

Seiring berjalannya waktu, merek Ing Whie diubah menjadi Tjap Gudang Garam. Strategi pemasarannya bekerja sama dengan PT Surya Madistrindo. Perusahaan tersebut yang mendistribusikan rokok kretek Tjap Gudang Garam ke pedagang, dan kemudian dijual eceran ke konsumen.


BACA JUGA :

ROKOK TJAP 93


.


PENDIRI GUDANG GARAM PERNAH MERANTAU KE PULAU GARAM 

Pabrik rokok di Indonesia tak terpisahkan dengan nama produk papan atas seperti Gudang Garam. Dari nama yang sederhana, Gudang Garam jadi raksasa rokok di Indonesia, bahkan kini merambah ke bisnis pembangunan bandara di Kediri, Jawa Timur.

Semua kisah bermula dari daratan Tiongkok, Tjoa Jien Hwie yang masih tiga tahun dibawa bermigrasi ke Hindia Belanda. Mula-mula keluarganya tinggal di Sampang, Madura. Suatu pulau yang sejak lama menjadi pengekspor garam. 

Mula-mula, seperti disebut Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016:87), ayahnya membuka toko di Kelontong kecil di sana. Keadaan berubah setelah ayahnya meninggal dunia di sana. Dari pulau itu dia pindah lagi ke kota lain di Jawa Timur.

Mula-mula ia bekerja pada pamannya, seorang produsen kretek bermerek 93, tulis Leo Suryadinata dalam Negara dan etnis Tionghoa : kasus Indonesia (2002:146). Dia kemudian melepaskan diri dari pamannya dan membangun bisnisnya sendiri.

Tjoa Jien Hwie, disebut Mark Hanusz dalam Kretek : The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes (2000:144) meninggalkan pabrik rokok cap 93 pada 1956 dengan membawa 50 pegawai pabrik itu.

Mula-mula mereka membuat rokok kretek dengan merek Inghwie pada 1956 dan tahun-tahun berikutnya berusaha membesarkan diri. Pada tanggal 26 Juni 1958 di Desa Semampir Kediri, seperti disebut dalam buku PT Gudang Garam (1990:2), dengan dukungan 50 kawan yang merupakan bekas pekerja rokok cap 93 akhirnya mendirikan pabrik rokok.

Nama perusahaan yang dibangun Tjoa Jien Hwie itu adalah PT Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam. Logo perusahaan adalah gambar gudang, yang dibuat Tjoa Jien Hwie bersama seorang karyawan. Ilham atas gambar dari sebuah mimpinya gudang garam lima los di dekat rel kereta api Kertosono-Bangil.

Letak perusahaan cukup strategis karena dekat stasiun Kediri. Pabrik rokok NV Tjap 93, tempat Tjoa Jien Hwie dan 50 kawannya dulu bekerja, juga tidak jauh dari pabrik Gudang Garam. Gudang Garam belakangan melesat melampaui cap 93.

Pabrik kretek Gudang Garam sudah membesar pada 1960-an Indonesia. Joe Studwell dalam Asian Godfathers Menguak Takbir Perselingkuhan Pengusaha dan Penguasa (2017:319) menyebut produk Gudang Garam termasuk rokok kretek terbesar di Indonesia.

Selain kreteknya, rokok filter Gudang Garam juga laris di pasaran. Rokok filter terkenalnya adalah Surya. Nama itu mirip dengan nama Indonesia Tjoa Jien Hwie yakni Surya Wonowidjojo. Sang pendiri tutup usia pada 29 Agustus 1985 dan kemudian bisnisnya dipegang oleh keturunannya, Susilo Wonowidjojo.

Gudang Garam termasuk rokok yang menyumbang cukai rokok bagi kas negara. Bisnis rokok Gudang Garam masih eksis dan setidaknya pernah mempekerjakan ribuan orang di Kediri. Kini Wonowidjojo termasuk dalam barisan keluarga terkaya Indonesia.


SUSILO WONOWIDJOJO

(Pengusaha Kediri, Jawa TImur, 18 November 1956 s/d Sekarang)

Susilo Wonowidjojo adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia adalah anak ketiga dari Surya Wonowidjojo, pendiri Gudang Garam, perusahan rokok kretek di Kediri, Jawa Timur. Pada 2000, ia menggantikan kakaknya Rachman Halim atau Tjoa To Hing sebagai pimpinan Gudang Garam yang meninggal pada 27 Juli 2008 di Singapura. 

Kelahiran : 18 November 1956 (usia 66 tahun), Kediri

Anak : Indra Wonowidjojo

Saudara kandung : Rachman Halim, Juni Setiawati Wonowidjojo, Sumarto Wonowidjojo, lainnya

Pasangan : Melinda Setyo

Orang tua : Surya Wonowidjoyo, Tan Siok Tjien

Lahir : 18 November 1956 (umur 66); Kediri, Jawa Timur, Indonesia

Susilo Wonowidjojo meneruskan warisan orangtuanya. Di tangannya, pabrik rokok yang dikelolanya menjadi perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia. Pengabdianya selama 40 tahun mengantarkannya menjadi orang terkaya ke-2 di negeri ini.

Perjuangannya tak mudah. Susilo Wonowidjojo harus terus melakukan inovasi atas usaha bisnisnya ini yang bernama rokok Gudang Garam. Perusahaan rokok ini adalah hasil karya ayahnya Suryo Wonowidjojo. Sebelum jatuh ke Susilo, perusahaan ini dipegang terlebih dahulu oleh kakaknya Rahman Halim.

Dengan dukungan keluarga, Susilo Wonowidjojo mengambil alih estafet kepemimpinan di PT. Gudang Garam. Susilo sudah dipersiapkan untuk mengelola perusahaan keluarga ini. Dimulai sebagai direktur pada tahun selama 14 tahun, terus naik menjadi vice Presiden Director, hingga President Director PT Gudang Garam. Susilo selalu melakukan terobasan setiap ia menduduki posisi barunya.

Dalam hal produksi, ia membuat gebrakan dengan mengembangkan produk-produk inovatif dan mesin-mesin produksi. Misalnya, pada tahun 1979, ia mengembangkan mesin-mesin khusus untuk memproduksi produk rokok kretek, dan pada 2002, ia membuat inovasi produk baru, rokok kretek mild.

Rokok tersebut diproduksi di Direktorat Produksi Gempol di Pasuruan, Jawa Timur. Pada 2013, ia memperluas area produksi, yang kini memiliki sekitar 208 hektar yang tersebar di kabupaten dan kota Kediri dan di wilayah Pasuruan, Jawa Timur.

Selain dikenal sebagai pekerja keras, pria kelahiran Kediri ini seorang pengusaha yang ramah. Ia sosok yang murah hati kepada saipa saja, baik kelas bawah maupun atas. Selain bersikap ramah, ia juga terkenal sebagai orang yang dermawan. Ia suka membantu orang yang tidak mampu.

Kekayaan Susilo tidak tanggung-tanggung. Dengan jabatannya sebagai presiden direktur, ia disebut-sebut sebagai salah satu pengusaha paling kaya di dunia. Sejak tahun 2009, versi majalah Forbes, ia selalu masuk dalam lima besar orang terkaya di Indonesia. Pada tahun 2015, memasuki usia 59 tahun ia masuk orang terkaya ke-2 di Indonesia dengan kekayaan 5.5 Miliar dolar AS.

KELUARGA

Jumlah Anak : Empat orang anak.

KARIER

Director Gudang Garam Tbk PT, 1976-1990

Vice President Director Gudang Garam Tbk PT, 1990

President Director Gudang Garam Tbk 


PT GUDANG GARAM Tbk

PT Gudang Garam Tbk adalah sebuah merek/perusahaan produsen rokok populer asal Indonesia. Didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo, perusahaan rokok ini merupakan peringkat kelima tertua dan terbesar (setelah Djarum) dalam produksi rokok kretek. Perusahaan ini memiliki kompleks tembakau sebesar 514 are di Kediri, Jawa Timur.


SEJARAH GUDANG GARAM 

Gudang Garam didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa Jien Hwie atau Surya Wonowidjoyo.

Sebelum mendirikan perusahaan ini, di saat berumur sekitar dua puluh tahun, Tjoa Jien Hwie mendapat tawaran bekerja dari pamannya di pabrik rokok Cap 93 yang merupakan salah satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada waktu itu.

Berkat kerja keras dan kerajinannya dia mendapatkan promosi dan akhirnya menduduki posisi direktur di perusahaan tersebut.

Pada tahun 1956 Tjoa Jien Hwie meninggalkan Cap 93. Dia memilih lokasi di jalan Semampir II/l, Kediri, di atas tanah seluas ± 1000 m2 milik Bapak Muradioso yang kemudian dibeli perusahaan, dan selanjutnya disebut Unit I ini, ia memulai industri rumah tangga memproduksi rokok sendiri, diawali dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie.

Setelah dua tahun berjalan Ing Hwie mengganti nama perusahaannya menjadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam.

PT Gudang Garam Tbk tidak mendistribusikan secara langsung melainkan melalui PT Surya Madistrindo lalu kepada pedagang eceran kemudian baru ke konsumen.


PRODUK

1. Sigaret Kretek Lintingan Tangan :

- Gudang Garam Merah

- Gudang Garam Djaja

- Gudang Garam Gold

- Syahrini

- Taman Sriwedari

- Gudang Garam Special Deluxe

- Gudang Garam Tanda Mata

- Gudang Garam Halim

- Gudang Garam Halim Brown

- Gudang Garam Mini Filter

- Gudang Garam King Size

- Nusa

2. Sigaret Kretek Mesin Full Flavor :

- Gudang Garam International

- Surya Professional

- Surya Exclusive

- Surya 12 Premium

- Surya 12

- Surya 16

- Surya 20

- Surya 50

- Gudang Garam Signature

- Gudang Garam Signature Menthol

- Gudang Garam Menthol

- Gudang Garam Nusantara

- Gudang Garam Nusantara Menthol

3. Sigaret Kretek Mesin Light Mild

- GG Mild

- GG Mild Shiver

- Surya Mild

- Surya Mild Menthol

- Surya Professional Mild

- Gudang Garam Deluxe Mild

- Gudang Garam Deluxe Menthol

- Gudang Garam Deluxe Mild Menthol

- Gudang Garam Signature Mild

- Gudang Garam Signature Menthol Mild

- Surya Slims

- Surya Slims Menthol

- Surya Slims White

4. Sigaret Klobot Kretek

- Gudang Garam Klobot

PT Gudang Garam, Tbk. (New versi)

Merupakan produsen rokok kretek terkemuka di Indonesia. Didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo (Tjoa Ing Hwie ) dan perusahaan ini merupakan perusahaan tertua dan terbesar di Indonesia dalam produksi rokok kretek. Perusahaan Gudang Garam, Tbk. berletak di Kediri Jawa Timur.

PT Gudang Garam, Tbk. memiliki fasilitas percetakan kemasan rokok, dan di samping itu juga memiliki dua anak perusahaan utama yaitu PT Surya Pemenang, yang memproduksi kertas karton untuk kemasan, dan PT Surya Madistrido, sebagai distributor tunggal produk PT Gudang Garam, Tbk. Dua anak perusahaan lainnya yang belum secara komersial beroperasi adalah PT Graha Surya Media, yang bergerak dalam bidang jasa hiburan, dan PT Surya Air, yang akan menjadi penyedia jasa pengangkutan udara niaga tidak berjadwal. Dan pada 21 September 2012 mendirikan anak perusahaan baru bernama Surya Inti Tembakau yang berfokus pada bidang pengolahan tembakau.

PT. Gudang Garam, Tbk. memiliki visi yaitu menjadi perusahaan terkemuka kebanggaan nasional yang bertanggung jawab dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, serta manfaat bagi segenap pemangku kepentingan secara berkesinambungan.

Produk :

Sigaret Kretek Tangan:

- Gudang Garam Merah

- Gudang Garam Djaja

- Taman Sriwedari

- Gudang Garam Special Delux

Sigaret Kretek Mesin Regular:

- Gudang Garam International

- Gudang Garam Surya 12

- Gudang Garam Surya 16

- Gudang Garam Surya Professional

- Gudang Garam Surya Signature

Sigaret Kretek Mesin Mild:

- Gudang Garam Mild (GG Mild, bertujuan untuk menggantikan Gudang Garam Nusantara karena GG Nusantara tidak lagi dijual di Indonesia melainkan di Malaysia, Brunei, dan Jepang)

- Gudang Garam Surya Signature Menthol Mild

- Gudang Garan Surya Signature Mild

- Surya PROfessional Mild

Sigaret Putih Mesin:

- Gudang Garam Halim

Klobot Kretek:

- Gudang Garam Klobot Manis

- Gudang Garam Klobot Tawar


SEKILAS GUDANG GARAM

Gudang Garam didirikan oleh Surya Wonowidjojo di Kediri, Jawa Timur pada tahun 1958. Tahun 1971 Bentuk badan hukum Gudang Garam diubah menjadi Perseroan Terbatas. Gudang Garam adalah produsen rokok kretek terkemuka yang identik dengan Indonesia yang merupakan salah satu sentra utama perdagangan rempah di dunia.

Dengan total penduduk hampir sekitar 290 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar konsumen yang besar dan beragam dengan persentase perokok dewasa yang signifikan, diperkirakan 68% laki-laki dewasa di Indonesia adalah perokok.

Berdasarkan riset pasar Nielsen, pada akhir tahun 2015 Gudang Garam memiliki pangsa pasar rokok dalam negeri sekitar 21,5% dengan produk-produk yang sudah dikenal luas oleh masyarakat di seluruh Nusantara.

Tahun 1990 Perseroan dengan sukses mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (BEI) dengan kode GGRM diperdagangkan pada kisaran harga Rp 39.500 hingga Rp 64.000 per lembar saham sepanjang tahun 2015.


PROFIL GUDANG GARAM

Gudang Garam menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 36.900 orang yang terlibat dalam produksi rokok, pemasaran dan distribusi di akhir tahun 2015. Perusahaan juga memilliki 67 kantor perwakilan daerah dengan 282 titik distribusi di seluruh Indonesia dan armada penjualan lebih dari 7.000 kendaraan, termasuk sepeda motor untuk melayani pasar.

Gudang Garam memiliki fasilitas produksi rokok kretek di dua lokasi. Pertama, di kota Kediri, dengan jumlah penduduk 249 ribu jiwa yang merupakan pusat perdagangan regional sekaligus lokasi kantor pusat Perseroan. Fasilitas produksi kedua berlokasi di Gempol, Jawa Timur yang berjarak 50 kilometer dari Surabaya. Dari kedua fasilitas produksi ini Perseroan mampu memenuhi permintaan produk rokok yang ada.

Perseroan memproduksi berbagai jenis rokok kretek, termasuk jenis rendah tar dan nikotin (LTN) serta produk tradisional sigaret kretek tangan. Gudang Garam mengoperasikan fasilitas percetakan kemasan rokok, dan di samping itu juga memiliki empat anak perusahaan yang sudah beroperasi komersial yaitu :

1. PT Surya Pamenang, produsen kertas karton untuk kemasan rokok

2. PT Surya Madistrindo, distributor tunggal produk Perseroan

3. PT Surya Air, penyedia layanan jasa penerbangan tidak berjadwal

4. PT Graha Surya Media, penyedia jasa hiburan


Dasar Hukum

Dasar Hukum Pendirian

N/A

Kepemilikan

•    N/A

Pencatatan di Bursa Saham

Tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham GGRM sejak 1990

Kode Saham

GGRM

Modal Dasar

N/A

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

N/A

Jaringan Usaha :

•    67 Kantor perwakilan daerah

•    282 titik distribusi di seluruh Indonesia

•    7.000 Armada penjualan mobil dan motor.

Keterangan :

Nama : PT GUDANG GARAM, Tbk

Nama Komersil : GUDANG GARAM

Bidang Usaha : Produsen Rokok

Tanggal Berdiri : 1958

Kontak : Kantor Pusat Jl. Semampir II/1 Kediri 64121, Indonesia

Telepon : (62-354) 682091

Fax : (62-354) 681555

Email : corporate_secretary@gudanggaramtbk.com

Kategori : N/AAnnual 

Report :

2015 : 

PT GUDANG GARAM, Tbk Laporan Tahunan 2015



Prahara Pertanda Kebangkrutan Perusahaan Rokok PT. Gudang Garam Pertengahan tahun 2025 :

Saham GGRM terjun 30%, terbakar rumor bangkrut, saatnya koleksi?

https://www.apluswire.com/2025/07/saham-ggrm-terjun-30-terbakar-rumor-bangkrut-saatnya-koleksi.html


PT. GUDANG GARAM, Salah satu raksasa industri rokok indonesia, kini tengah menghadapi badai besar. Laba bersih perusahaan terus merosot drastis hingga milyaran rupiah. Dan harga saham nya anjlok tajam. Kondisi ini memicu kekhawatiran luas, terutama bagi ribuan karyawan dan petani tembakau yang menggantungkan hidupnya di perusahaan ini. Apakah ini pertanda senjakala industri rokok nasional?



GUDANG GARAM Tbk BANGKRUT...? 

Perusahaan rokok legendaris Indonesia, Gudang Garam Tbk (GG.Tbk), tengah menjadi sorotan publik usai muncul kabar bahwa perusahaan berpotensi bangkrut. Meski kabar ini masih spekulatif, namun sejumlah indikator keuangan dan pasar memang menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

🔻 Pendapatan Menurun Tajam
Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan Gudang Garam terus menurun. Pada laporan keuangan 2023, pendapatan tercatat sekitar Rp 124 triliun, turun signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh turunnya volume penjualan rokok, terutama akibat:

Kenaikan cukai tembakau

Penurunan daya beli masyarakat

Perubahan pola konsumsi generasi muda

Tekanan kampanye anti-rokok & regulasi ketat

🧾 Beban Cukai Membengkak
Cukai tembakau terus naik hampir setiap tahun. Pada 2023, cukai naik rata-rata 10% hingga 12%. Dampaknya, margin keuntungan Gudang Garam terus tergerus. Beban pajak dan cukai bahkan memakan lebih dari 70% harga jual rokok, membuat perusahaan sulit menjaga profitabilitas.

📉 Laba Bersih Anjlok, Saham Terjun Bebas
Laba bersih Gudang Garam anjlok tajam hingga 90% dalam 3 tahun terakhir. Sementara itu, harga saham GGRM di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun drastis dari puncaknya di atas Rp 85.000 per lembar menjadi hanya sekitar Rp 17.000–18.000 pada pertengahan 2024. Ini jadi alarm keras bagi investor.

🏭 Proyek Bandara Mangkrak
Gudang Garam sempat mengembangkan proyek ambisius Bandara Dhoho di Kediri lewat anak usaha Surya Dhoho Investama, dengan investasi lebih dari Rp 10 triliun. Namun, proyek ini dilaporkan tersendat dan belum menghasilkan kontribusi positif bagi perusahaan. Justru jadi beban tambahan di tengah keuangan yang makin sempit.

🔍 Bangkrut? Belum. Tapi Lampu Merah Menyala
Secara teknis, Gudang Garam belum bangkrut, tapi tanda-tanda krisis sudah sangat jelas:

Arus kas menipis

Efisiensi besar-besaran

Kemungkinan PHK masal

Belum ada diversifikasi signifikan selain rokok

Investor dan publik mulai bertanya: Apakah ini awal dari akhir?

✍️ Kesimpulan:
Gudang Garam memang belum dinyatakan bangkrut, tapi sedang mengalami tekanan luar biasa secara finansial dan operasional. Jika tidak ada langkah besar seperti restrukturisasi atau transformasi bisnis, maka bukan tidak mungkin perusahaan ini bisa kolaps dalam waktu beberapa tahun ke depan.

“Perubahan zaman tidak menunggu siapa pun. Termasuk raksasa bisnis sekelas Gudang Garam.”

Sc   : Kenamar4h
Edit : JpBozz






PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memutuskan membagikan dividen tunai dari tahun buku 2024 senilai Rp962,04 miliar. Keputusan ini mengejutkan pasar, mengingat laba bersih perseroan anjlok 81,5 persen sepanjang tahun lalu.


Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp500 per lembar saham. Nilai dividen yang dibagikan ini setara dengan 98 persen dari total laba bersih 2024 yang mencapai Rp980,8 miliar.


Angka laba tersebut merosot tajam jika dibandingkan dengan raihan pada 2023 yang mencapai Rp5,32 triliun.


Baca berita ini selengkapnya di linkin.bio/fortune_idn (Link di bio)


Ikuti channel Telegram FORTUNE Indonesia untuk mendapatkan update eksklusif seputar bisnis dan ekonomi. Bergabung sekarang di https://t.me/fortuneIDN


#FORTUNEIndonesia #IDN #ForABetterIndonesia #GudangGaram #GGRM #Dividen








Imajiner Nuswantoro 


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)