ALLAH MAHA PENGAMPUN DAN PENYAYANG, ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG BERTAUBAT

0

ALLAH MAHA PENGAMPUN DAN PENYAYANG, ALLAH MENCINTAI ORANG-ORANG BERTAUBAT 

Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan membenci orang-orang yang berpaling. Allah gantikan dosa-dosa dengan kebaikan dan merekalah orang yang beruntung. Allah Maha Pengampun.

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Semua orang pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang rajin bertaubat kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Az-Zumar [39] : 53).

Kezaliman apa pun yang pernah kau lakukan, maka ketahuilah bahwa pintu ampunan Allah sangatlah lebar. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ

“Sesungguhnya Rabbmu adalah pemilik ampunan bagi umat manusia atas kezaliman mereka, dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar keras siksanya.” (QS. Ar-Ra’d [13] : 6).

Kemanakah hendak kau cari ampunan itu kalau bukan kepada-Nya yang berada di atas langit sana? Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٍ

“Sesungguhnya Rabbmu adalah pemilik ampunan sekaligus pemilik siksaan yang amat pedih.” (QS. Fushshilat [41] : 43).

Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan membenci orang-orang yang berpaling

Tidakkah engkau ingin termasuk orang-orang yang dicintai-Nya, tidakkah engkau ingin menjadi orang yang diampuni kesalahan dan dosa-dosanya.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang rajin bertaubat dan (Allah) mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al-Baqarah [2] : 222).

Apakah kamu enggan untuk bertaubat dan menerima ampunan dari-Nya ? Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Allah Ta’ala berfirman :

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Apakah mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan-Nya. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Maa’idah [5] : 74).

Apakah kita tidak ingin terbebas dari azab yang sangat pedih ? Apakah kita tidak ingin mendapatkan kebaikan ? Allah Ta’ala berfirman :

فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Apabila kalian bertaubat maka itulah yang lebih baik bagi kalian. Apabila kalian justru berpaling, ketahuilah bahwa kalian tidak akan bisa melemahkan Allah, dan berikanlah kabar gembira untuk orang-orang kafir bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang amat pedih.” (QS. At-Taubah [9] : 3).

Kembalilah kepada Dzat Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang, sungguh Dia tidak akan menyia-nyiakan doa dan amal-amal kalian. Nabi Syu’aib ‘alaihis salam memerintahkan kepada kaumnya, sebagaimana tercantum dalam ayat :

وَٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى رَحِيمٌ وَدُودٌ

“Mintalah ampunan kepada Rabb kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya, sesungguhnya Rabbku Maha pengasih lagi Maha penyayang.” (QS. Hud [11] : 90).

Marilah kita sambut kebahagiaan dan kesuksesan hidup dengan senantiasa bertaubat kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kalian berbahagia.” (QS. An-Nur [24] : 31).



ALLAH GANTIKAN DOSA-DOSA DENGAN KEBAIKAN DAN MEREKALAH ORANG YANG BERUNTUNG 

Tidak inginkah kita amal-amal buruk dan kemaksiatan kita terhapus dan dimaafkan oleh Allah kemudian Allah gantikan dengan kebaikan dan ketaatan kepada-Nya? Allah Ta’ala berfirman :

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan melakukan amal salih, maka mereka itulah orang-orang yang akan diganti kejelekan mereka dengan kebaikan. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Furqan [25] : 70).

Marilah kita gapai ampunan Allah dan keberuntungan dari-Nya dengan taubat yang murni, iman yang tulus dan lurus, serta amal yang ikhlas dan mengikuti tuntunan. Allah Ta’ala berfirman :

فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَىٰ أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ

“Adapun orang yang bertaubat, beriman, dan beramal salih, maka semoga saja dia termasuk golongan orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Qashash : 67).

Allah Maha Mengetahui isi hati kita dan keinginan-keinginan yang terbetik di dalamnya. Tidakkah kita tergerak untuk segera menyambut ampunan-Nya dan bersimpuh di hadapan-Nya untuk memperbaharui taubat kita. Allah Ta’ala berfirman :

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dialah (Allah) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan. Allah Maha mengetahui apa yang kalian lakukan.” (QS. Asy-Syura [42] : 25).

Ya Allah, terimalah taubat hamba-hamba-Mu ini.

Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.


AYAT YANG MENYEBUTKAN ALLAH MAHA PENGAMPUN DAN PENYAYANG 

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِلَّا  الَّذِيْنَ  تَا بُوْا  مِنْۢ  بَعْدِ  ذٰلِكَ  وَاَ صْلَحُوْا   ۗ فَاِ نَّ  اللّٰهَ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ

“Kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 89)

فَاِ نِ  انْـتَهَوْا  فَاِ نَّ  اللّٰهَ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ

“Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 192)

قُلْ  اِنْ كُنْتُمْ  تُحِبُّوْنَ  اللّٰهَ  فَا تَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ  اللّٰهُ  وَيَغْفِرْ  لَـكُمْ  ذُنُوْبَكُمْ   ۗ وَا للّٰهُ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 31)

وَلِلّٰهِ  مَا  فِى  السَّمٰوٰتِ  وَمَا  فِى  الْاَ رْضِ   ۗ يَغْفِرُ  لِمَنْ  يَّشَآءُ  وَ  يُعَذِّبُ  مَنْ  يَّشَآءُ   ۗ وَا للّٰهُ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ

“Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 129)

وَاِ ذَا  جَآءَكَ  الَّذِيْنَ  يُؤْمِنُوْنَ  بِاٰ يٰتِنَا  فَقُلْ  سَلٰمٌ  عَلَيْكُمْ  كَتَبَ  رَبُّكُمْ  عَلٰى  نَفْسِهِ  الرَّحْمَةَ   ۙ اَنَّهٗ  مَنْ  عَمِلَ  مِنْكُمْ  سُوْٓءًا  بِۢجَهَا لَةٍ  ثُمَّ  تَا بَ  مِنْۢ  بَعْدِهٖ  وَاَ صْلَحَ   ۙ فَاَ نَّهٗ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ

“Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu). Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Al-An’am 6: Ayat 54)

‎ ۗ وَا للّٰهُ  غَفُوْرٌ  رَّحِيْمٌ 

Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.


AYAT YANG UJUNGNYA MENYEBUTKAN ALLAH MAHA PENGAMPUN DAN MAHA PENYAYANG 

Manusia menyerahkan dirinya dengan taubat nasuha dan terus memperbaiki diri, maka setelah itu ia pasti merasakan bahwasannya Allah-lah Maha Penyayang yang kasih sayangnya tak berbilang.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda, ‘Ketika Allah menciptakan makhluk, maka Dia menuliskan dalam kitab-Nya (Lauhul Mahfudz) di sisi-Nya yang berada di atas Arsy dan ia berfirman, ‘Sesunggunya, rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku,” (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut Abu Usamah Salim bin Idul Hilali dalam Bahjatun Nazirina Syaru Riyadis Shalihina, hadits tersebut memiliki beberapa faidah, di antaranya pertama, sebagai bukti bahwa Allah Maha Tinggi di atas makhluk-Nya. Dia berada di atas Arsy terpisah dari makhluknya. Kedua, menetapkan bahwa Allah memiliki sifat rahmat (kasih sayang) dan murka.

Dua sifat ini tidak boleh ditakwilkan dengan kehendak memberikan pahala dan hukuman. Menerangkan bahwa rahmat Allah sangat luas meliputi semua hamba-Nya, tanpa pilih kasih dan rahmat Allah mengalahkan murka-Nya.

Kesalahan dan dosa memang tempatnya manusia, tapi, selalu ada Allah Yang Maha Pengampun dosa yang senantiasa menanti pertaubatan semua hamba-Nya. Tetaplah berkhusnudzan akan kebaikan-Nya; sebab rahmat Allah, mengalahkan murka-Nya.

Seorang kafir, lebih memungkinkan mendapatkan hidayah, hijrah dan bertaubat dibandingkan penyebutan non muslim dan menganggap semua agama sama, akan terlena dengan kekafirannya.(padahal Quran menyebutkan kafir diadzab kekal di akherat).

Doa Memohon Ampun dan Istiqamah

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa wa israafanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Ali-Imran [3]: 147)


AL GHAFFAR (MAHA PENGAMPUN)

Al Ghaffar artinya adalah Allah SWT akan menutupi, menyembunyikan, memberi maaf, serta memberi pengampunan pada seluruh umatnya. Oleh karena itu, manusia perlu memohon maghfirah Allah dengan selalu beristighfar agar mendapat pengampunan. 

Belas kasih Allah SWT tidak akan pernah habis dan berakhir meski kita sering kali membuat dosa. Dia akan selalu mengampuni segala dosa-dosa kecil maupun besar dari hambaNya yang mau bertobat.

Kata Al Ghaffar berasal dari kata ‘gh-f-r’ yang dalam bahasa Arab diartikan sebagai melindungi, menutupi, menyembunyikan, menutupi dengan maaf, memaafkan, membenarkan, menutupi sesuatu untuk melindunginya dari kotoran. Dapat disimpulkan bahwa Al Ghaffar artinya Allah SWT menutupi dosa-dosa hamba-Nya dan mengampuni apabila dia mau bertaubat.

Dalam Asmaul Husna, Al Ghaffar artinya adalah Yang Maha Pengampun atau Yang Maha Pemberi Pengampunan. Maha Pengampun di sini dimaknai sebegai Allah SWT yang menutupi dosa manusia menggunakan jalan ampunan, sehingga dosa-dosa baik kecil maupun besar menjadi tidak terlihat lagi.

Asmaul Husna Al Ghaffar artinya juga disebutkan sebanyak 5 kali di dalam kitab suci Al-Quran. Penyebutan nama dan sifat Asmaul Husna Al Ghaffar secara jelas di dalam Al-Quran ditampilkan di surah Nuh ayat 10, Shad ayat 66, Ṭaha ayat 82, Ghafir ayat 42, dan Az-Zumar ayat 5.


DALIL TENTANG ASMAUL HUSNA AL GHAFFAR 

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa Asmaul Husna Al Ghaffar artinya juga disebutkan sebanyak 5 kali di dalam kitab suci Al-Quran. Penyebutan tersebut terletak di surah Nuh ayat 10, Shad ayat 66, Ṭaha ayat 82, Ghafir ayat 42, dan Az-Zumar ayat 5. Berikut penjelasannya.

1. Surat Nuh Ayat 10

Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā

Artinya: “Maka aku berkata kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.’”

2. Surat Sat Ayat 66

Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumal-'azīzul-gaffār

Artinya: “(Yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun.”

3. Surah Ṭaha Ayat 82

Qāla bal alqụ, fa iżā ḥibāluhum wa 'iṣiyyuhum yukhayyalu ilaihi min siḥrihim annahā tas'ā

Artinya: “Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.”

4. Surah Az Zumar Ayat 5

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

5. Surah Ghafir Ayat 42

“(Mengapa) kamu menyerukan agar kafir kepada Allah dan mempersekutukanNya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun.”


CARA MENELADANI AL GHAFFAR DALAM KEHIDUPAN 

Setelah mengetahui Al Ghaffar artinya Yang Maha Pengampun, anda juga perlu meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. 

Cara meneladani Al Ghaffar, yakni :

1. Mampu memaafkan kesalahan orang lain.

Cara meneladani Asmaul Husna Al Ghaffar dalam kehidupan adalah mampu memaafkan kesalahan yang diperbuat oleh orang lain. Memaafkan merupakan salah satu bentuk ketakwaan hamba kepada Allah SWT. Orang yang memberi maaf untuk orang lain merupakan orang yang bertakwa atau tunduk kepada Allah SWT.

2. Menutupi kesalahan orang lain.

Cara meneladani Asmaul Husna Al Ghaffar dalam kehidupan selanjutnya adalah menutupi kesalahan orang lain dengan tidak menceritakannya kepada siapa pun. Allah akan menutupi kesalahan kalian jika kalian juga berusaha menutup aib orang lain.

3. Membicarakan kelebihan orang lain.

Cara meneladani Asmaul Husna Al Ghaffar dalam kehidupan selanjutnya adalah membicarakan kelebihan atau kebaikan orang lain. Hal ini bisa dianggap sebagai bentuk cinta terhadap sesama manusia.

Arti Asmaul Husna yang Lainnya :

1. Al Rahman: Yang Maha Pengasih

2. Ar Rahiim: Yang Maha Penyayang

3. Al Malik: Yang Maha Merajai atau Memerintah

4. Al Quddus: Yang Maha Suci

5. As Salaam: Yang Maha Memberi Kesejahteraan

6. Al Mu'min: Yang Maha Memberi Keamanan

7. Al Muhaimin: Yang Maha Pemelihara

8. Al Aziiz: Yang Maha Gagah

9. Al Jabbar: Yang Maha Perkasa

10. Al Mutakabbir: Yang Maha Megah

11. Al Khaliq: Yang Maha Pencipta

12. Al Baari: Yang Maha Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan

13. Al Mushawwir: Yang Maha Membentuk Rupa

14. Al Qahhaar: Yang Maha Memaksa

15. Al Wahhaab: Yang Maha Pemberi

16. Ar Razzaaq: Yang Maha Pemberi Rezeki

17. Al Fattaah: Yang Maha Pembuka Rahmat

18. Al 'Aliim: Yang Maha Mengetahui

19. Al Qaabidh: Yang Maha Menyempitkan

20. Al Baasith: Yang Maha Melapangkan

21. Al Khaafidh: Yang Maha Merendahkan

22. Ar Raafi: Yang Maha Meninggikan

23. Al Mu'izz: Yang Maha Memuliakan

24. Al Mudzil: Yang Maha Menghinakan

25. Al Samii': Yang Maha Mendengar

26. Al Bashiir: Yang Maha Melihat

27. Al Hakam: Yang Maha Menetapkan

28. Al Adl: Yang Maha Adil

29. Al Lathiif: Yang Maha Lembut

30. Al Khabiir: Yang Maha Mengetahui Rahasia

31. Al Haliim: Yang Maha Penyantun

32. Al 'Azhiim: Yang Maha Agung

33. Al Ghafuur: Yang Maha Pengampun

34. As Syakuur: Yang Maha Pembalas Budi

35. Al Aliy: Yang Maha Tinggi

36. Al Kabiir: Yang Maha Besar

37. Al Hafizh: Yang Maha Menjaga

38. Al Muqiit: Yang Maha Pemberi Kecukupan

39. Al Hasiib: Yang Maha Membuat Perhitungan

40. Al Jaliil: Yang Maha Mulia

41. Al Kariim: Yang Maha Pemurah

42. Ar Raqiib: Yang Maha Mengawasi

43. Al Mujiib: Yang Maha Mengabulkan

44. Al Waasi: Yang Maha Luas

45. Al Hakiim: Yang Maha Bijaksana

46. Al Waduud: Yang Maha Pencinta

47. Al Majiid: Yang Maha Mulia

48. Al Baa'its: Yang Maha Membangkitkan

49. As Syahiid: Yang Maha Menyaksikan

50. Al Haqq: Yang Maha Benar

51. Al Wakiil: Yang Maha Memelihara

52. Al Qawiyyu: Yang Maha Kuat

53. Al Matiin: Yang Maha Kokoh

54. Al Waliyy: Yang Maha Melindungi

55. Al Hamiid: Yang Maha Terpuji

56. Al Mushii: Yang Maha Mengkalkulasi

57. Al Mubdi: Yang Maha Memulai

58. Al Mu'id: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

59. Al Muhyii: Yang Maha Menghidupkan

60. Al Mumiitu: Yang Maha Mematikan

61. Al Hayyu: Yang Maha Hidup

62. Al Qayyuum: Yang Maha Mandiri

63. Al Waajid: Yang Maha Penemu

64. Al Maajid: Yang Maha Mulia

65. Al Wahiid: Yang Maha Esa

66. Al Ahad: Yang Maha Esa

67. As Samad: Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta

68. Al Qaadir: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

69. Al Muqtadir: Yang Maha Berkuasa

70. Al Muqaddim: Yang Maha Mendahulukan

71. Al Mu'akkhir: Yang Maha Mengakhirkan

72. Al Awwal: Yang Maha Awal

73. Al Aakhir: Yang Maha Akhir

74. Az Zhaahir: Yang Maha Nyata

75. Al Baathin: Yang Maha Ghaib

76. Al Waali: Yang Maha Memerinta

77. Al Muta'aalii: Yang Maha Tinggi

78. Al Barri: Yang Maha Penderma

79. At Tawwaab: Yang Maha Penerima Tobat

80. Al Muntaqim: Yang Maha Penyiksa

81. Al Afuww: Yang Maha Pemaaf

82. Ar Ra'uuf: Yang Maha Pengasih

83. Malikul Mulk: Yang Maha Penguasa Kerajaan Semesta

84. Dzul Jalaali Wal Ikraam: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

85. Al Muqsith: Yang Maha Adil

86. Al Jamii': Yang Maha Mengumpulkan

87. Al Ghaniyy: Yang Maha Berkecukupan

88. Al Mughnii: Yang Maha Memberi Kekayaan

89. Al Maani: Yang Maha Mencegah

90. Ad Dhaar: Yang Maha Memberi Derita

91. An Nafii': Yang Maha Memberi Manfaat

92. An Nuur: Yang Maha Bercahaya

93. Al Haadii: Yang Maha Pemberi Petunjuk

94. Al Baadii: Yang Maha Pencipta

95. Al Baaqii: Yang Maha Kekal

96. Al Waarits: Yang Maha Pewaris

97. Ar Rasyiid: Yang Maha Pandai

98. As Shabuur: Yang Maha Sabar


Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)