TEKNIK PENGELASAN

0

Teknik Pengelasan

 

Teknik Pengelasan merupakan salah satu Teknik penyambungan logam yang mempunyai kekuatan lebih maksimal dibandingan dengan Teknik lain. Dalam melakukan proses penyambungan logam dengan cara mengelas tidak dapat dilakukan jika Teknik mengelas yang digunakan sembarangan atau asal asalan.

Cara mengelas yang baik harus diawali dengan persiapan yang baik juga, karena dalam melakukan pengelasan persiapan yang matang agar hasil lasan dapat mencapai kekuatan sambungan sesuai dengan syarat keberterimaan dari standar yang diinginkan. Berikut ini tahapan tahapan yang harus dilakukan sebelum mengelas.

 

A. Persiapan pengelasan

1.      Materi Persiapan :

a.       Pembersihan Material.

Material yang akan dilas terutama terhindar dari pengotor seperti karat, oli, minyak, air dan yang lainnya. Selain itu jika diperlukan lakukan penggerindaan pada bagian permukaan material yang akan dilas, karena ada beberapa permukaan material yang terdapat lapisan yang membuat material tersebut dapat dilakukan pengelasan.

b.      Pembuatan Groove.

Jika bahan yang akan dilas ketebalan lebih dari 5 mm lebih baik dilakukan pembuatan kampuh agar sambungan yang dihasilkan atau penembusannya lebih baik.

2.      Kawat Las atau Elektroda :

a.      Pemilihan jenis Elektroda.

Dalam memilih kekuatan Tarik elektroda sesuai dengan komposisi materi dan kekuatan minimum yang diinginkan, jangan sampai kekuatan Tarik elektroda yang digunakan dibawah kekuatan minimum materi.

b.      Perlakuan Elektroda.

Sebelum elektroda digunakan baca jika elektroda dalam keadaan kering atau tidak lembab, selain itu juga petunjuk pemakaian dari bungkusnya. Karena untuk tipe elektroda yang jenis hidrogen rendah diminta untuk dilakukan pengeringan dengan suhu tertentu di dalam oven dalam beberapa jam.

Pastikan fluks atau selaput elektroda tidak terkelupas jika menggunakan pengelasan SMAW, karena hal tersebut juga dapat menyebabkan cacat las jika digunakan untuk mengelas.

3.      Mesin Las

a.      Kalibrasi.

Mesin las yang digunakan dikalibrasi secara berkala, karena jika sudah bertahun-tahun tidak terkalibrasi maka sulit untuk memastikan bahwa arus keluar saat kita gunakan sesuai atau tidak dengan yang ada di mesin.

b.      Polaritas.

Saat memutuskan kabel elektroda dan kabel massa sesuai dengan jenis polaritas yang diinginkan. Karena polaritas ini akan mempengaruhi hasil penetrasi atau penembusan, biasanya pemilihan polaritas ini dapat dilihat sesuai rekomendasi yang ada di bungkus elektroda.

c.       Pengaturan Ampere

Pengaturan atau arus sesuai dengan yang Anda inginkan, karena setiap tukang las atau tukang las yang mempunyai pengaturan yang berbeda. Hal tersebut karena setiap tukang las bisa seperti kecepatan las, tinggi busur, ayunan dan Teknik berbeda dalam melakukan pengelasan. Namun setiap produsen yang elektroda mempunyai jangkauan yang besar ampere yang digunakan, rekomendasi ini dapat Anda lihat dalam bungkus elektroda.

4.      Alat pelindung diri

Gunakan alat pelindung diri dengan lengkap dan benar, karena proses pengelasan mempunyai bahaya atau bahaya yang cukup tinggi. Bahaya tersebut meliputi aliran listrik, kejatuhan benda kerja, panas, percikan las, cahaya tampak, sinar ultraviolet, dan asap yang mengandung serbuk besi dan bahan kimia. Jika anda tidak menggunakan saat yang benar-benar akan mengganggu Anda saat pengelasan berlangsung dan juga mengganggu kesehatan Anda.

5.      Simbol Pengelasan.

Sebelum Anda melakukan pengelasan, Anda sudah membaca gambar simbol pengelasan dan prosedur pengelasannya dengan baik dan benar. Jika nanti mengelas tidak sesuai dengan simbol atau perintah maka akan terjadi kesalahan didalam hasil lasan karena tidak sesuai dengan desain.

 

B. Proses Pengelasan :

1.      Penyalahan Busur

Dalam busur las ada beberapa Teknik yang dapat Anda gunakan yaitu menggeser dan menempelkannya mengangkatnya setinggi 1,5 x diameter elektroda. Setelah busur las nyala, maka jaga ketinggian busur agar stabil sehingga hasil lasan juga akan bagus

2.      Ayunan atau tidak diayun

Jika bagian yang dilas lebar, maka diperlukan ayunan dalam proses pengelasannya. Jika tidak ingin melakukan ayunan, Anda dapat menariknya secara berulang hingga daerah yang dilas penuh.

3.      Pematian busur.

Jika elektroda sudah habis atau proses selesai maka angkat elektroda secara cepat, maka secara otomatis busur juga akan mati. Namun jika kurang benar untuk mengangkat elektroda tersebut maka dapat menyebabkan cacat las pada bagian ujungnya atau yang biasanya juga disebut pipa cruter.

 

C.    Selesai Pengelasan

1.      Pembersihan hasil lasan :

a.       Pembersihan Terak.

Jika proses pengelasan dilakukan dengan cara dan parameter yang benar maka slag atau kerak las dapat terkelupas dengan sendirinya, sedangkan jika salah maka kita perlu tenaga ekstra untuk membersihkannya. Untuk Slag Anda dapat menggunakan palu chipping yang ujungnya lancip, setelah itu sikat menggunakan sikat baja.

b.      Berhamburan.

Spatter pada hasil lasan juga harus dibersihkan, karena jika dibiarkan maka dimasukkan dalam kategori cacat las. Jika hasil lasan Anda terdapat banyak percikan, berarti arus terlalu besar dan Teknik yang Anda gunakan masih kurang benar.

 

D.    Hasil las lasan yang bagus secara visual :

1.      Tinggi tidak lebih dari 3 mm.

2.      Rigi rigi rata.

3.      Tidak terdapat cacat las pada permukaan seperti undercut, porosity, crack, underfill, spatter.

4.      Mengelas merupakan kemampuan yang harus berkelanjutan dan berkelanjutan. Karena jika sudah bisa mengelas kemudian berhenti, maka kemungkinan besar diperlukan latihan kembali untuk mendapatkan hasil lasan yang bagus. Dalam sertifikasi tukang las juga sesuai requalifikasi jika tukang las tersebut tidak mengelas sama sekali dalam jangka waktu 6 bulan.

 

E.     Alat Keselamatan Kerja Las dan Pelindung Diri K3 Beserta Fungsinya

Proses pengelasan merupakan salah satu pekerjaan yang mempunyai banyak resiko atau bahaya. Karena saat proses pengelasan berlangsung, maka bahaya seperti asap, cahaya pengelasan, panas dan bahaya listrik akan timbul. Oleh karena itu jika kita tidak memakai alat keselamatan las, maka akan membahayakan keselamatan kita saat bekerja. Dalam setiap pekerjaan memang selalu menimbulkan bahaya, oleh karena itu jika Anda sedang melakukan pekerjaan las maka sebaiknya Anda menggunakan alat pelindung diri. Baik itu untuk pengelasan SMAW, GMAW, GTAW, SAW atau las gas seperti OAW, menggunakan APD las adalah hal wajib. Jika kita memakai alat keselamatan sesuai standart maka jika ada kecelakaan kerja dapat diminimalisir.

Jenis jenis alat keselamatan kerja las yang dapat Anda gunakan adalah helm las atau topeng las, sarung tangan las, apron, safety shoes atau sepatu safety dan baju kerja. Untuk Anda yang masih belum mengetahui macam macam peralatan atau pakaian kerja las dan fungsinya, berikut ini kami sajikan untuk Anda.

 

F.     8 Cara Pengelasan / Welding yang Baik dan Benar

Cara Pengelasan / Welding – Pengelasan (Welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah yang menghasilkan sambungan yang kontinyu. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya.

Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam panduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pada waktu ini telah dipergunakan dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan pada cara menekan dua logam yang disambung sehingga dua logam ini dapat merekat secara bersamaan.

Teknik pengelasan banyak dicari oleh beberapa orang yang ingin belajar mengelas. Teknik-teknik ini dapat kita dapatkan dibangku sekolah kejuruan ataupun teknik. Namun, bagi orang awam yang ingin membuka sebuah usaha bengkel las misalnya cenderung tidak memiliki waktu untuk belajar secara formal. Oleh sebab itu, kami akan memberikan beberapa tips pengelasan yang kami harap dapat membantu kita semua dalam belajar bagaimana cara mengelas yang baik dan benar.

Peralatan yang dibutuhkan dalam proses pengelasan antara lain:

1.      Peralatan Utama

a.       Mesin Las

b.      Arus Listrik : AC/DC

c.       Electrode Holder / tang elektroda / penjepit elektroda

d.      Kabel Las (kabel elektrode / kabel massa / kabel tenaga)



2.      Peralatan Keselamatan Kerja

a.       Topeng las, untuk melindungi mata dari sinar las

b.      Masker las / blower hisap, untuk melindungi hidung dan pernafasan akibat asap api

c.       Apron / pelindung dada, untuk melindungi badan dari percikan api

d.      Sarung tangan welding

e.       Sepatu pelindung

3.      Peralatan Bantu

a.       Tang

b.      Sikat baja

c.       Palu kerak

d.      Meja las

e.       Mesin Gerinda

4.      Cara pengelasan :

a.       Bersihkan bahan yang akan dilas. Gunakan palu untuk membersihkan kerak pada permukaan area yang akan dilas. Gunakan sikat baja untuk hasil yang maksimal.

b.      Letakkan bahan yang akan dilas pada tempat yang telah disediakan. Baik itu menggunakan meja kerja atau hanya meletakkannya di lantai. Atur kerapatan antara dua bahan. Gunakan klem jika diperlukan.

c.       Letakkan masa mesin las pada salah satu bagian bahan yang akan dilas. Masukkan elektroda pada panel penjepit elektroda di mesin las. Pasang kemiringan elektroda menyesuaikan dengan posisi bahan. Biasanya sudah ada tempat khusus kemiringan elektroda pada tang penjepit elektroda. Baik itu tegak lurus 90 derajat, 30 atau 40 derajat.

d.      Setelah bahan siap untuk di las, perlahan dekatkan ujung elektroda pada bahan yang akan dilas.

e.       Jarak antara ujung elektroda dengan bahan yang akan dilas sangat mempengaruhi kualitas pengelasan. Jika jarak terlalu jauh, akan timbul percikan seperti hujan bintik-bintik api. Proses pengelasanpun akan tidak sempurna. Jika jarak terlalu dekat, api tidak menyala dengan sempurna. Dan tidak ada cukup jarak untuk tempat lelehan elektroda. Jarak yang baik adalah seperdelapan dari tebal elektroda.

f.       Dengan menggunakan masker pelindung atau kacamata las, anda dapat memperhatikan bagian elektroda yang sudah mencair yang menyatukan antara dua bahan yang dilas tersebut. Perlahan gerakkan elektroda ke sepanjang area yang dilas.

g.      Hasil yang baik saat proses pengelasan dapat dilihat saat permukaan yang dilas berbentuk seperti gelombang rapat dan teratur menutup sempurna bagian yang dilas.

h.      Setelah selesai, bersihkan kerak yang menutupi bagian yang dilas dengan menggunakan palu. Periksa kembali apakah terdapat bagian yang belum sempurna. Jika belum sempurna, ulangilah bagian yang belum tersatukan dengan baik tersebut. Pada beberapa kasus, bahan yang sudah dilas harus di gerinda lagi jika pengelasan tidak sempurna. Namun jika tidak terlalu fatal, kita cukup mengelas bagian yang belum terlas secara sempurna tersebut.

 

G.    Alat Pelindung Diri K3 Las OAW dan Listrik Beserta Fungsinya :

1.      Pakaian Kerja Las atau Apron.

Pakaian kerja las adalah pakaian yang dapat melindungi seluruh bagian tubuh dari panas dan percikan las. Selain itu terdapat Apron sebagai tambahan, apron dada dan apron lengan ini terbuat dari bahan kulit. Karena jika dari kain biasa maka pakaian akan lubang, hal ini disebabkan tingginya temperatur percikan las.

2.      Sarung Tangan Las atau welding gloves.

Welding gloves atau sarung tangan las adalah sarung tangan yang memang khusus dibuat untuk proses pekerjaan las, bahan sarung tangan las terbuat dari kulit atau bahan sejenis asbes dengan kelenturan yang baik. Welding gloves berfungsi untuk melindungi kedua tangan dari percikan las atau spater dan panas material yang dihasilkan dari proses pengelasan.

3.      Sepatu las atau safety shoes.

Sepatu las adalah sepatu yang terbuat dari kulit dan bagian depan sepatu terdapat sebuah plat baja yang berfungsi untuk melindungi kaki dari kejatuhan bendan yang berat dan benda yang tajam. Selain itu karena bersifat isolator, sepatu ini juga melindungi dari bahaya sengatan listrik.

4.      Helm Las atau Topeng las.

Helm las adalah alat yang mempunyai fungsi melindungi bagian wajah dari percikan las, panas pengelasan dan sinar las ke bagian mata. Topeng las ini terbuat dari bahan plastik yang tahan panas, selain itu terdapat tiga kaca (bening, hitam, bening) yang berfungsi untuk melindungi mata dari bahaya sinar tampak dan ultraviolet saat melakukan pekerjaan pengelasan.

Kaca las listrik mempunyai pengkodean nomor, yaitu nomor 6, 7, 8 , 10, 11, 12 dan 14. Semakin besar ukurannya maka densitas atau kegelapan kaca tersebut juga semakin tinggi. Jadi Anda dapat menyesuaikan yang cocok dengan kondisi mata Anda. Selain itu juga ukuran ampere yang digunakan, karena ampere yang besar akan menimbulkan cahaya yang lebih terang.

5.      Masker Las.

Masker berfungsi sebagai alat perlindung pernafasan dari bahaya asap las, karena asap las berbeda dengan asap biasa. Asap las ini merupakan hasil pembakaran dari bahan kimia untuk perlindungan lasan dan juga pembakaran atau pelelehan dari material lasan. Oleh karena itu asap las ini hampir seperti serbuk bersih dan sangat membahayakan alat pernafasan kita.

6.      Alat Pelindung Diri K3 atau keselamatan kerja dalam pengelasan di atas tidak akan berfungsi dengan baik jika kita tidak mematuhi prosedur pengelasan yang biasanya sudah tersedia di setiap bengkel atau tempat kita bekerja. Oleh karena itu mari kita budayakan etos kerja yang baik dan sesuai dengan prosedur kerja.

 

 

 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)