OPTIMIS

0

Optimis

 

https://syehhakediri.blogspot.com/2020/11/optimis.html



Optimis adalah paham keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan dan sikap selalu mempunyai harapan baik di segala hal atau orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal.

 

A.    Perlu diketahui hal-hal tentang optimis :

1.      Untuk mengetahui optimis tidaknya seseorang, dapat diketahui cara berpikir dia terhadap penyebab terjadinya suatu peristiwa.

2.      Pakar Seligman menamakan cara atau gaya yang menjadi kebiasaan individu dalam menjelaskan kepada diri sendiri mengapa suatu peristiwa terjadi sebagai gaya penjelasan (explanatory style).

Seligman adalah :

a.      Profesor Psikologi Keluarga Zellerbach di Departemen Psikologi Universitas Pennsylvania .

b.      Dia sebelumnya adalah Direktur Program Pelatihan Klinis di departemen tersebut, dan sebelumnya mengajar di Universitas Cornell .

c.       Dia adalah direktur Pusat Psikologi Positif universitas. Seligman terpilih sebagai Presiden American Psychological Association untuk tahun 1998.

d.      Ia adalah pemimpin redaksi Pencegahan dan Pengobatan (jurnal elektronik APA) dan merupakan dewan penasihat majalah Parents .

3.      Gaya penjelasan yang dipakai merupakan indikator optimis atau pesimisnya seseorang. Gaya penjelasan tersebut lebih dari sekadar apa yang dikatakan seseorang ketika menemui kegagalan melainkan juga merupakan kebiasaan berpikir yang dipelajari sejak masa kanak-kanak dan masa remaja menurut Darmaji.  Dasar dari gaya penjelasan tersebut terbentuk melalui cara pandang- terhadap diri dan lingkungannya apakah dirinya merasa berharga dan layak atau tidak.

4.      Menurut Seligman (1991), gaya penjelasan seseorang terdiri dari tiga aspek yaitu :

a.       Permanensi, merupakan gaya penjelasan masalah yang berkaitan dengan waktu, yaitu temporer dan permanen. Orang yang pesimis akan menjelaskan kegagalan atau kejadian yang menekan dengan cara menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dengan kata-kata "selalu", dan "tidak pernah", sebaliknya orang yang optimis akan melihat peristiwa yang tidak menyenangkan sebagai sesuatu yang terjadi secara temporer, yang terjadi dengan kata-kata "kadang-kadang", dan melihat sesuatu yang menyenangkan sebagai sesuatu yang permanen atau tetap.

b.      Pervasivitas, adalah gaya penjelasan yang berkaitan dengan dimensi ruang lingkup, dibedakan menjadi spesifik dan universal, orang yang pesimis akan mengungkap pola pikir dalam menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dengan cara universal.

c.       Personalisasi, yaitu gaya penjelasan yang berkaitan dengan sumber penyebab, intenal dan eksternal.

 

B.     Menjadi Pribadi yang Optimis

Ada ragam cara yang bisa KITA tempuh untuk menjadi pribadi yang optimis. Caranya memang tidak mudah, tapi penting untuk diterapkan, lho. Alasannya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang bersikap optimis cenderung memiliki umur yang lebih panjang. Optimis merupakan sikap berpikir positif yang ditunjukkan seseorang saat menghadapi berbagai macam aspek kehidupan. Orang yang memiliki sikap optimis memiliki pikiran akan masa depan yang baik dan sudut pandang yang positif dalam melihat suatu perkara.

 

C.    Cara Menjadi Pribadi yang Optimis

Sikap ini amat berbeda dengan pesimis. Seseorang dengan sikap pesimis cenderung menyalahkan diri sendiri atas sebuah masalah dan memiliki pikiran bahwa masalah ini akan bertahan selamanya dan memengaruhi kehidupannya.

Cara untuk Menjadi Pribadi yang Optimis

Menerapkan sikap optimis pada kehidupan sehari-hari penting untuk dilakukan. Pasalnya, orang yang memiliki sikap optimis cenderung memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, sehingga kualitas hidupnya pun baik. Untuk itu, mari terapkan cara bersikap optimis berikut ini saat dihadapkan dengan kegagalan atau masalah dalam hidup:

1)      Berpikir positif

Latih keyakinan dalam pikiran bahwa KITA dapat melakukan berbagai macam hal baik yang mampu membawa KITA menuju gerbang kesuksesan. Misalnya, meyakini bahwa KITA mampu belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.

2)      Mengambil hal baik dari setiap kejadian

Usai melakukan aktivitas seharian, luangkan waktu setidaknya 10 menit untuk memikirkan hal-hal positif yang berhasil diraih pada hari itu, bahkan dari kejadian yang tidak menyenangkan sekalipun. Syukuri hal sekecil apa pun yang KITA telah capai dengan baik di hari itu.

3)      Berhenti menyalahkan diri sendiri

Saat kegagalan menghampiri, jangan sepenuhnya menyalahkan diri sendiri. KITA harus membiasakan diri untuk membuat pola pikir bahwa kesalahan yang KITA lakukan bisa diperbaiki dan bisa menjadi pembelajaran di kemudian hari.

Misalnya, saat KITA mengalami kegagalan dalam ujian, jangan berpikir bahwa ini terjadi karena KITA bodoh. Berpikirlah bahwa kegagalan tersebut terjadi karena KITA tidak belajar secara maksimal. Jadikan kegagalan tersebut sebagai dorongan untuk berupaya lebih giat agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik di kemudian hari.

4)      Menghindari kata-kata atau ungkapan negatif

Kurangi kebiasaan menggunakan kosakata yang negatif dalam melakukan berbagai macam hal. Ubah ungkapan “saya tidak bisa atau ini tidak akan berhasil dengan ungkapan yang lebih positif seperti saya harus mencoba atau ini bisa diusahakan. Ungkapan positif mampu membangun pemikiran yang positif pula, sehingga menimbulkan perilaku kerja yang bersemangat dan berorientasi pada harapan kesuksesan pula.

5)      Berfokus pada masa sekarang dan masa depan

Jangan terperangkap pada masa lalu, tapi jadikanlah masa lalu sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Cobalah untuk fokus dengan apa yang perlu dikerjakan hari ini dan apa yang perlu direncanakan satu per satu untuk masa depan. Ingat, KITA tidak bisa mengubah masa lalu. Namun, dari masa lalu KITA bisa mempelajari kesalahan KITA dan menggunakannya sebagai acuan yang tidak boleh dilakukan di hari ini atau masa depan.

6)      Bergaul dengan orang-orang berpikiran positif

Jika orang-orang di sekitar banyak yang memberikan aura negatif atau bahkan sengaja menghambat kesuksesanmu, mungkin kini saatnya KITA mencari suasana baru dalam pergaulan. Carilah teman yang mampu berpikir positif dalam menghadapi sesuatu, sehingga Kita dapat menjadi orang yang memiliki pikiran positif pula. Selain hal-hal di atas, Kita juga bisa mengalihkan pikiran pesimis KITA dengan melakukan kegiatan yang bisa membuat KITA senang ataupun tenang. KITA bisa mencoba melakukan meditasi, menyibukkan diri dengan berolahraga, ataupun melakukan hobi Kita.

Menerapkan sikap optimis tidak hanya membuat KITA lebih mudah untuk menjalani hidup, tapi juga baik untuk kesehatan. Sebuah studi menyebutkan bahwa orang dengan sikap optimis memiliki kesehatan kardiovaskular dan sistem imunitas tubuh yang lebih baik sehingga cenderung memiliki kesehatan yang lebih prima. Jadi, mari coba terapkan perilaku di atas untuk bersikap optimis di kehidupan sehari-hari dan jauhkan sikap pesimis secara bertahap. Jika KITA masih merasa berat untuk melakukannya, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog, apalagi jika pemikiran KITA mulai membuat KITA tidak bisa menjalani hari dengan optimal.

 

D.    Sikap Orang yang Optimis

Kata optimis selalu menjadi lawan kata dari pesimis, dan kata optimis ini selalu dimasukkan ke dalam pernyataan-pernyataan motivasi yang diperuntukkan kepada banyak orang agar kita memiliki sikap yang optimis dalam menjalani kehidupan. Optimis adalah suatu sikap atau pandangan positif yang dimiliki seseorang dengan cara berpikir positif, memberikan pemikiran yang kuat, selalu merasa gembira dengan keadaan yang ada, merasa percaya diri, percaya bahwa selalu ada harapan di dalam hidup, dan merasa yakin bahwa suatu saat dirinya akan meraih tujuan yang diinginkan. Sedangkan, pesimis adalah segala sikap dan pandangan negatif yang menjadi kebalikan dari pengertian optimis.

Manfaat optimis adalah kita akan merasakan ketenangan hidup, karena kita yakin bahwa harapan dalam kehidupan akan selalu ada. Dengan kata lain, kita tidak akan bersikap gusar atau merasa khawatir dengan kehidupan di masa mendatang. Sekarang, mari kami sebutkan perilaku yang bisa menjadikan seseorang optimis, beberapa diantaranya adalah:

1.      Memiliki inisiatif yang kuat untuk menyelesaikan suatu masalah.

2.      Memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

3.      Memiliki niat dan daya saing yang tinggi untuk bergabung dengan kompetisi. 

4.      Memiliki keterampilan komunikasi yang baik.

5.      Memiliki keberanian dan tidak takut dengan kegagalan

6.      Memiliki pemikiran yang positif, dan lain sebagainya.

 

E.     Cara Menjadi Orang yang Optimis

Kualitas diri seseorang dapat dinilai dari bagaimana sikap yang diberikan seseorang dalam menjalani segala hal di dalam kehidupannya. Misalnya, seseorang tetap memiliki kualitas diri dalam bekerja dengan baik, meskipun dia sedang mengalami kegagalan karena tidak berhasil meraih proyek kerja yang diinginkan dari klien. Individu tersebut tetap merasa optimis dan yakin bahwa dirinya akan segera mendapatkan proyek kerja lain yang jauh lebih baik. Intinya, kualitas diri dilihat dari sikap atau reaksi yang diberikan seseorang dalam setiap kejadian atau perkara di dalam hidupnya. KITA akan membahas tentang kualitas diri apa saja yang perlu kita terapkan agar termasuk ke dalam kategori orang-orang yang optimis. Tentunya, semua kualitas diri yang akan kita bahas di dalam artikel ini termasuk ke dalam kualitas diri yang baik. 5 kualitas yang perlu kita terapkan untuk menjadi orang yang optimis di dalam hidup adalah sebagaai beriku :

1.      Mereka Memiliki Motivasi Diri yang Tinggi.

Kualitas pertama dan paling utama yang dimiliki oleh orang optimis adalah motivasi diri yang tinggi. Orang-orang yang optimis akan selalu memotivasi diri mereka sendiri. Mereka memiliki motivasi intrinsik yang sangat kuat dan tidak memerlukan motivasi dari orang lain hanya untuk bersemangat. Apa alasan mereka selalu memiliki motivasi diri yang tinggi? Karena orang yang optimis selalu melihat segala sesuatu sebagai peluang yang harus digunakan dengan sebaik mungkin. Bahkan, mereka menganggap kegagalan sebagai suatu peluang lain untuk mencapai kesuksesan. Motivasi diri yang tinggi ini juga mereka peroleh dari sikap yang selalu penasaran.

2.      Mereka Bersikap Cuek terhadap Para Penentang.

Tidak semua orang akan mendukung tujuan-tujuan kita dalam hidup. Bahkan yang ekstremnya, mereka akan meremehkan kualitas dan kemampuan diri yang kita miliki. Tenang saja, kita hidup bukan untuk mendengarkan segala hal yang dikatakan oleh para penentang atau kritikus di dalam hidup kita. Biarkan saja mereka menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan kepada kita. Namun, jangan jadikan kritikan pedas dan kalimat-kalimat negatif dari mereka sebagai acuan dalam hidup kita. Faktanya, sebagian besar orang sukses di dunia ini adalah orang-orang yang tidak pernah mendengarkan omongan orang. Mereka percaya dan selalu optimis bahwa apa yang mereka cita-citakan PASTI akan mereka raih. Bagi orang-orang yang optimis, mereka tidak akan percaya dengan pernyataan orang lain yang meremehkan dirinya. Orang yang optimis akan lebih mempercayai dirinya sendiri, dibandingkan kata-kata negatif dari orang lain.

3.      Mereka Selalu Mengelilingi Diri Mereka dengan Orang-Orang yang Positif dan Optimis.

Sudah menjadi suatu hukum alam bahwa seseorang akan membuat suatu perkumpulan dengan orang-orang lain yang memiliki sikap, kepribadian, minat, bakat dan kesukaan yang sama dengan dirinya. Layaknya burung-burung yang berterbangan, mereka akan berkumpul bersama burung-burung lain dengan bulu yang sama seperti yang mereka miliki. Dengan kata lain, seorang yang optimis akan lebih nyaman untuk berinteraksi dan bergaul dengan orang-orang lain yang memiliki sikap optimis seperti mereka. Ada suatu pepatah menyatakan bahwa, “Kehidupan yang positif tidak akan pernah datang dari pikiran yang negatif” Jadi, jika kita ingin menjadi seorang yang optimis, maka kita perlu menerapkan kualitas diri ini yaitu, mengelilingi diri dengan orang-orang yang berpikiran sama, yaitu berpikir positif dan optimis. Nyatanya, energi yang positif itu akan menular kepada orang-orang lain di sekitarnya. Ketika kita bergaul dengan orang-orang yang suka mengeluh, maka tanpa disadari kita juga akan tertular menjadi seorang yang sedikit-sedikit suka mengeluh, bahkan peluang kita untuk menjadi seorang yang tidak bersyukur juga sangat tinggi. Cepat atau lambat, kita akan tertular dengan sikap dan pemikiran dari orang-orang yang berada di sekitar kita. Jadi intinya, kita perlu bersikap selektif untuk memilih teman-teman atau kerabat dekat yang akan berada di samping kita.

4.      Mereka Tidak Segan untuk Mengucapkan Kata Terima Kasih.

Kualitas keempat yang dimiliki orang-orang positif adalah mereka tidak pernah merasa segan atau malu untuk mengucapkan “terima kasih”. Dengan kata lain, mereka adalah orang-orang yang tahu bagaimana caranya berterima kasih. Yap! Tentu saja ini termasuk ke dalam kualitas diri yang sangat baik. Apapun yang terjadi di dalam hidup, mereka akan menerimanya dengan lapang dada dan tetap bersyukur. Entah itu adalah kejadian yang baik ataupun buruk, mereka akan tetap bersyukur. Bahkan, tidak segan untuk mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah menyakiti mereka. Orang-orang seperti ini sangat yakin bahwa dalam setiap kesedihan dan kekecewaan yang dialami, pastinya akan selalu ada kebahagiaan dan pelajaran yang bisa diambil. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, bagi mereka tidak ada gunanya untuk bersedih hati, memasang wajah cemberut atau menyalahkan orang lain. Lantas, apa yang mereka lakukan? Mereka akan berterima kasih kepada Tuhan atas segala kesedihan dan kesulitan yang melKITA mereka. Dengan begitu, mereka akan menerima segala hal yang terjadi dengan lapang dada dan tetap bersemangat untuk meraih kesuksesan yang lainnya.

5.      Mereka adalah Orang yang Periang dan Selalu Merasa Bahagia.

Sangat sulit menemukan kesedihan di dalam raut wajah para individu yang optimis. Kualitas diri lainnya dari mereka adalah periang dan selalu merasa bahagia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu saja, karena orang-orang yang optimis adalah para pribadi yang selalu melihat segala hal dalam pandangan yang positif.

 

F.     Berpikir Optimis Menuju Kesuksesan

Sejatinya, berpikir optimis itu sendiri merupakan sebuah hal alamiah yang terdapat di dalam diri setiap orang. Ketika KITA melihat berbagai hal dari sisi baiknya, maka secara otomatis pula KITA akan cenderung merasa lebih rileks dan anti stress. Hanya saja, memiliki pemikiran pesimis juga tidak bisa dihindari begitu saja. Oleh karena itu, setiap orang perlu berlatih agar bisa selalu berpikir optimis di dalam kehidupan sehari-hari.

 

G.    Manfaat Berpikir Optimis

Manfaat berpikir optimis sangatlah banyak dan tentunya bisa berdampak pada kehidupan KITA sehari-harinya. Berpikir optimis bisa merubah hidup menjadi lebih baik

1.      Manfaat berpikir optimis di dalam kehidupan :

a.      Mengatasi Stress

Manfaat berpikir optimis yang pertama adalah untuk mengatasi stress. Sebab, pikiran optimis itu sendiri secara otomatis bisa membantu dalam mengurangi kecemasan atas masalah yang tengah dihadapi. Ketika KITA mengembangkan sikap positif, maka secara tidak langsung KITA juga bisa mengontrol hidup menjadi lebih baik lagi.

b.      Membuat Diri Menjadi Lebih Maju

Orang yang memiliki sikap optimis biasanya tidak akan lari dari masalah. Sebaliknya, mereka justru cenderung akan mencoba untuk mencari solusi dalam menyelesaikan masalah dan menjadikannya sebagai wadah untuk belajar. Dikarenakan hal itulah, banyak orang sukses yang lahir dari sikap optimis.

c.       Menjadi Lebih Sehat

Banyak yang tidak menyadari bahwa sebenarnya, pikiran memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap cara bekerja tubuh. Ketika KITA mengganti pikiran negatif menjadi ketenangan, kepercayaan, dan kedamaian, bukannya dengan kebencian, kecemasan, dan kekhawatiran, maka secara otomatis KITA akan merasa lebih sejahtera. Dengan begitu, KITA juga tidak akan mengalami gangguan tidur, tidak merasakan ketegangan otot, kecemasan, serta kelelahan. Umumnya, orang dengan pikiran negatiflah yang paling mudah mengalami depresi.

2.      Membantu Dalam Melalui Masa Sulit

Manfaat berpikir optimis selanjutnya adalah bisa membantu dalam melalui masa sulit. Sebab, semua orang optimis akan merasa bahwa masalah yang tengah terjadi saat ini tidak akan terjadi selamanya. Mereka hanya berpikir mengenai “hari ini” saja, sehingga para orang optimis ini cenderung tidak terlalu mengkhawatirkan tentang masa lalu ataupun masa depan.

 

3.      Bisa Mengambil Keputusan yang Tepat

Manfaat berpikir optimis selanjutnya yaitu, orang optimis biasanya akan lebih mudah dalam mengambil keputusan yang tepat. Karena, ketika mengambil keputusan, orang optimis akan cenderung lebih berpikir secara bijak dan tidak merasa panik, meskipun tengah berada di situasi mendesak. Oleh karena itu, memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan berbagai solusi sebelum membuat keputusan yang tepat.

4.      Membuat Lebih Panjang Umur

Berdasarkan berbagai studi yang dilakukan, salah satu manfaat berpikir optimis adalah membantu dalam menjaga kesehatan tubuh. Secara tidak langsung orang optimis juga akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, sehingga KITA pun akan tetap sehat. Selain itu, berpikir optimis juga merupakan cara dalam meredakan stress. Perlu diketahui bahwa selalu merasa cemas dan khawatir terhadap berbagai hal juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental lho.

5.      Hidup Lebih Bahagia

Biasanya, orang optimis akan cenderung merasa percaya diri karena mereka tidak mencoba untuk menjadi orang lain. Ketika rasa percaya diri itu tumbuh, maka KITA akan menjadi lebih bahagia, baik itu dalam mencintai diri sendiri maupun dalam hal-hal yang terjadi di dalam kehidupan. Sehingga, semua yang terjadi akan terasa lebih bahagia damai, serta penuh dengan tawa.

6.      Kunci Menuju Kesuksesan

Manfaat berpikir optimis yang terakhir adalah sebagai kunci dalam menuju kesuksesan. Orang yang optimis biasanya akan selalu memiliki inisiatif untuk melakukan suatu hal, daripada hanya menunggu keajaiban datang. Berpikir optimis itu sendiri menjadi salah satu kunci dalam menuju kesuksesan. Karena tanpa berpikir panjang, mereka akan langsung melakukan hal-hal yang dirasa bisa membantu dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

 

H.    Tips Menjadi Pribadi yang Optimis

Berpikir optimis tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebab, baik itu optimis maupun pesimis, keduanya merupakan hal alamiah yang terdapat di dalam diri setiap orang.

 

I.       Merubah Sudut Pandang

Merubah sudut pandang KITA. Sebab, cara KITA dalam memandang berbagai hal turut memberikan pengaruh terhadap tingkah lakumu sehari-hari. Jangan pernah merendahkan atau menyepelekan diri sendiri. Jangan pernah juga memikirkan perkataan orang lain yang tidak memberikan dukungannya untukmu.

 

 Imajier Nuswantoro 


 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)